
Sampai di food court Devan dan Doni duduk di salah satu bangku yang kosong. Mereka memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan juga minuman. Sambil menunggu mereka mengobrol ringan, saling bertukar kabar dan kegiatan di sekolah masing masing.
Saat saling asik bercerita, Devan melihat seorang laki laki yang duduk tak jauh dari mejanya. Dia seperti pernah bertemu dengan orang tersebut.
"Woi, malah ngalamun, liatin apa sih?"tanya Doni.
"Ehh nggak, kayak pernah ketemu aja sama cowok itu"ucap Devan melirik orang yang dia maksud. Doni sontak menoleh ke arah yang dituju Devan.
"Ohh itu, dia Kevin, anak SMA Guna Darma"jawab Doni. Dia memang tau sedikit tentang Kevin dari ajang turnamen basket yang sering dia ikuti mewakili sekolahnya. Dan tak jarang juga dia harus bertanding dengan tim Kevin.
Devan diam mencoba mengingat ingat sebuah nama. Kevin? Nama yang tidak asing baginya.
"Ahh, gue inget"ucap Devan.
"Lo inget apaan?"tanya Doni.
"Dia itu dulu pas kelas XI pernah ikut turnamen basket tingkat nasional bareng tim sekolahnya, dan gue kenal dia disana"jawab Devan.
"Bentar, gue samperin dulu"pamit Devan. Devan melenggang pergi meninggalkan Doni untuk menghampiri Kevin dan kawan kawannya.
"Hai kev"sapa Devan. Kevin terlihat bingung saat orang asing itu menyapanya.
"Devan, yang waktu kelas XI dulu pernah ikut turnamen basket tingkat nasional, yang dari SMA Pancasila Bali"ucap Devan mengingatkan. Kevin masih terdiam mencoba mengingat semuanya. Hingga secerca masa lalu membuatnya tersenyum.
"Ahh iya, gue inget, lo yang waktu itu kalah dari tim gue kan"ucap Kevin dengan nada mengejek.
"Inget aja lo kalau gue kalah"ucap Devan tergelak.
"Pastilah inget"jawab Kevin. Dan mereka pun melanjutkan obrolan mereka. Kevin juga memperkenalkan teman temannya pada Devan. Devan pun sama, dia memperkenalkan Doni pada Kevin dan yang lain. Bahkan Kevin pun meminta Devan dan Doni untuk bergabung.
.
__ADS_1
.
.
Kembali kepada para ciwi ciwi yang sedang berbelanja. Sepertinya sudah lama tidak hangout membuat mereka khilaf mata. Banyak barang yang mereka beli. Namun mereka juga masih ingat dengan pasangan mereka. Masing masing dari mereka membelikan sesuatu untuk sang kekasih. Meskipun hanya 1 barang saja.
Cukup lelah berkeliling menghabiskan waktu bersama. Mereka akhirnya menyerah.
"Capek nihh, laper juga"rengek Lily.
"Sama gue juga"jawab Keira, Alya dan Vivy kompak.
"Nyusul cowok cowok yukk"ajak Alya.
"Ayolah"jawab yang lain kompak. Mereka berjalan beriringan sambil menenteng paperbag di tangan mereka. Mereka berjalan ke arah lift.
"Yahh, liftnya penuh, mana mesti nunggu turun dulu, kan lama"keluh Lily.
"Capek tau, laper banget lagi"ketus Lily.
"Udah udah, balik aja, kita lewat eskalator"ucap Keira menengahi.
"Tambah capek dong Kei mesti balik lagi"rengek Lily.
"Minta gedong tu sama kembaran lo"sungut Alya.
"Apaan bawa bawa gue"kesal Vivy yang sedari tadi diam menahan lapar.
"Abisnya lo daritadi diem aja"ucap Alya.
"Gue diem karena gue laper, mana mesti dengerin kalian berantem lagi"kesal Vivy.
__ADS_1
"Udah udah, ayo cepetan jalannya"ucap Keira. Alhirnya Lily mengalah, dia mengikuti teman temannya berjalan menuju eskalator meskioun jaraknya cukup jauh.
.
.
.
Di dalam mobil David dan Zoya duduk di kursi penumpang dengan kesibukan masing masing. David sibuk dengan laptopnya mengecek beberapa email masuk dan melihat beberapa berkas yang akan di gunakan meeting siang ini. Sedangkan Zoya sibuk dengan pikirannya sendiri.
Setelah dari restoran bertemu dengan Bimo tadi, David memang harus segera kembali ke kantor karena ada meeting. Bahkan dia tidak bisa mengantarkan Zoya pulang terlebih dahulu. Sebenarnya Zoya sudah menolak, dia bisa pulang naik taxi saja. Namun David tak mengijinkannya jadi Zoya hanya bisa pasrah.
25 menit perjalanan kini mereka sudah sampai di lobby kantor David. David membereskan laptop dan beberapa berkasnya sebelum dia turun.
"Zoy, papa lanjut kerja dulu ya"ucap David.
"Maaf papa nggak bisa anter pulang, kamu biar di anter sopir kantor, soalnya asisten papa juga ikut meeting"lanjut David.
"Ahh iya pa"jawab Zoya.
"Emm, pa"ucap Zoya ragu.
"Iya, kenapa?"tanya David sebelum keluar.
"Zoya_Zoya mau ke_ke kantor polisi ketemu mama boleh?"tanya Zoya ragu. David terdiam sejenak. Mau melarang pun David seakan tak mampu, karena bagaimana pun Monic adalah mamanya. Akhirnya, mau tak mau David mengangguk megiyakan permintaan Zoya.
"Beneran pa?"tanya Zoya antusias.
"Iya zoy, tapi abis itu langsung pulang"jawab David.
"Makasih pa"ucap Zoya sambil memeluk David. David tersenyum saat Zoya memeluknya. Pelukan seorang anak yang dia rindukan selama ini. David membalas pelukan Zoya sebentar. Sebelum dia harus benar benar keluar dari mobil dan segera meeting.
__ADS_1
TBC