Love You Ketos

Love You Ketos
BAB 102


__ADS_3

Sampai di food court Keira dan teman temannya sedikit kesulitan mencari pasangan mereka. Kondisi food court yang sedikit ramai membuat mereka menoleh kesana kemari.


"Coba lo telfon Kevin deh Kei"usul Alya.


"Bentar"ucap Keira. Keira merogoh ponselnya yang ada di tas selempang miliknya.


"Yahhh, lowbat"ucap Keira cengengesan.


"Ck, ya udah gue aja yang telfon Gavin"jawab Alya sedikit kesal. Alya segera mengambil ponselnya yang ada di tasnya. Di carinya nomer ponsel Gavin dan menklik tombol berwarna hijau.


"Hallo yang, kamu disebelah mana? aku udah sampai depan food court"ucap Alya.


"..."


"Oke, kita kesana"jawab Alya dan segera mengakhiri panggilannya.


"Yuk, di deket kedai ramen itu"ucap Alya seraya menunjuk kedai ramen.


Mereka semua berjalan mengikuti Alya.


"Tuh mereka"ucap Alya menunjuk para cowok.


"Sayang"sapa Alya pada Gavin.


"Duduk gih, minum dulu"ucap Gavin. Alya tersenyum dan segera duduk di samping Gavin. Begitu juga dengan Lily dan Vivy, mereka segera duduk di samping kekasih masing masing. Keira yang sedari tadi sibuk dengan belanjaannya dan juga kursi yang tidak cukup, dia tidak menyadari kalau ada 2 cowok lagi di sana.


"Yahh, lo nggak dapet tempat duduk Kei"ucap Lily pada Keira.


"Kamu duduk di sini dulu ya, biar aku ambil kursi"ucap Kevin pada Keira. Keira mengangguk dan segera duduk di kursi yang tadi di pakai Kevin. Keira segera merapikan belanjaannya dan barulah dia bisa duduk dengan tenang. Namun saat dia melihat seseorang yang duduk tak jauh darinya.


Deg


Keira menatap sosok laki laki yang dulu pernah mengisi hatinya. Begitupun dengan laki laki itu.Tatapan mata mereka bertemu beberapa saat. Tatapan mata yang dulu sangat dia dambakan sebelum dia pergi meninggalkannya beberapa tahun lalu.


"Minum dulu sayang"ucap Kevin duduk di samping Keira setelah dia mendapatkan kursi.


Deg


Sayang? Jadi Keira pacarnya Kevin? Begitulah yang ada di pikiran Devan saat Kevin memanggil Keira dengan sebutan sayang.


"Hah iya"jawab Keira kaget.


"Ngalamun aja sih, pesen makan dulu ya, kamu belum makan dari pulang sekolah, kamu masih harus minum obat"ucap Kevin penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"I_iya"jawab Keira gugup. Akhirnya mereka semua memesan menu utama untuk makan siang. Meskipun para cowok sudah di food court sejak tadi, tapi mereka belum makan karena menunggu para ciwi ciwi. Mereka hanya memesan minum dan cemilan saja tadi.


"Ohh iya sayang, kenalin dia Devan dan temannya, Doni"ucap Kevin memperkenalkan. Devan dan Doni menjabat tangan mereka satu persatu. Mulai dari Alya, Lily, Vivy, dan terakhir Keira. Cukup lama Devan dan Keira berjabat tangan. Menyalurkan rasa yang selama ini mereka pendam. Hingga suara deheman Kevin membuat jabat tangan mereka terlepas.


"Devan itu dari Bali yang, dia baru aja pindah kesini, aku kenal sama dia waktu turnamen basket tingkat nasional"ucap Kevin menjelaskan bagaimana pertemuan antara mereka. Keira tersenyum kaku pada Kevin. Kevin menyadari perubahan sikap Keira. Namun dia memilih diam karena masih banyak temannya di sini.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan akhirnya tiba. Mereka makan dengan candaan dan obrolan ringan. Namun Keira dan Devan memilih diam tak menanggapi. Hanya sesekali saja mereka berbicara. Dan semua itu tak lepas dari pandangan Kevin. Bahkan Kevin juga sempat melihat beberapa kali Devan mencuri pandang pada istrinya tersebut.


.


.


.


Di perjalanan pulang baik Kevin maupun Keira tidak ada yang bersuara. Kevin fokus pada laku motornya ingin segera sampai rumah dan memastikan perasaannya. Sedangkan Keira, dia menerawang jauh entah kemana dengan barang belanjaan yang dia pegang erat erat dengan kedua tangannya.


Sampai di rumah Keira segera turun dan membawa belanjaannya. Dia menunggu Kevin yang sedang memarkirkan motornya. Namun saat Kevin selesai dengan motornya, dia masuk rumah tanpa memperdulikan Keira. Dahi Keira mengkerut melihat Kevin yang dingin padanya. Akhirnya dengan sedikit kesulitan Keira menbawa belanjaannya masuk.


"Ma"sapa Keira saat melihat Luna menonton tv.


"Kei, udah pulang?"tanya Luna.


"Udah ma"jawab Keira.


"Tunggu Kei"sela Luna. Keira menoleh kearah Luna yang berjalan mendekatinya.


"Kenapa ma?"tanya Keira.


"Kamu berantem sama Kevin?"tanya Luna.


"Ehh, enggak ma"jawab Keira bingung.


"Memangnya kenapa ma?"tanya Keira.


"Nggak apa apa Kei, tumben aja Kevin masuk duluan dan nggak bantuin kamu, padahal belanjaan kamu banyak gini"ucap Luna.


"Ahh, nggak apa apa ma, aku nggak berantem kok sama Kevin, mungkin Kevin sedikit kesal ma soalnya tadi Keira cuekin pas belanja"jawab Keira beralibi. Tak mungkin kan kalau Keira menjawab tadi di mall mereka bertemu dengan orang yang dulu pernah berarti buat Keira.


"Ooh ya sudah, mama kira kalian berantem"ucap Luna lega.


"Nggak ma"jawab Keira.


"Kei ke atas dulu ma"pamit Keira.

__ADS_1


.


.


.


Di sisi lain, Devan dan Doni masih setia duduk di food court setelah Kevin dan yang lainnya pulang. Devan melamun menerawang jauh tentang masa lalunya.


"Van"panggil Doni.


"Lo, nggak apa apakan?"tanya Doni.


"Im O.K"jawab Devan.


"Lo nggak mau ketemu lagi sama dia? ngobrol berdua gitu lurusin masalah kalian?"tanya Doni.


"Gue nggak perlu cari cari dia, karena gue yakin, suatu saat kalau memang waktunya sudah tepat, gue bakal ketemu lagi sama dia"jawab Devan menatap lurus kedepan.


"Selama ini gue nggak pernah cari tau kabar tentang dia, karena gue berharap gue bisa lupain dia"tutur Devan.


"Lo masih suka sama dia?"tanya Doni.


"Dulu gue putus sama dia karena terpaksa, dan sampai sekarang gue belum pernah nemu cewek yang menurut gue pas selain dia"jawab Devan.


"Dan sekarang lo ketemu lagi sama dia, dia saat dia udah jadi milik orang lain"ejek Doni.


"Sialan lo"kesal Devan memukul lengan Doni.


"Apa yang salah? gue bicara fakta Van"elak Doni. Devan tersenyum kecut mendengar penuturan Doni.


"Ohh iya, gue pernah denger dan baca juga sihh"ucap Doni cengengesan.


"Denger apa? baca apa?"tanya Devan bingung.


"Ini ada hubungannya sama Keira"jawab Doni.


"Maksudnya?"tanya Devan bingung. Doni menghela nafas sebentar sebelum dia menceritakan berita yang entah benar atau tidak yang pernah menyeret nama Keira dan Kevin di dalamnya. Doni menceritakan secara menyeluruh tak ada yang tertinggal.


"So? menurut lo gimana?"tanya Doni setelah selesai bercerita.


"Gue yakin Don, Keira bukan cewek seperti itu, hampir 3 tahun gue jalin hubungan sama dia, gue kenal betul seperti apa dia"ucap Devan tegas. Doni hanya tersenyum melihat Devan. Dia yakin bahwa temannya itu belum bisa move on dari mantan kekasihnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2