
"mereka akan lepas kalau lo mati" ucap gino dan duduk disebuah kursi, tersenyum dan menatap raka. Raka menutup matanya dan tiba tiba membuka mata dan tersenyum devil,
Dorr
Dorr
dor
dorr
dorr
Lima peluru telah melesat di lima anak buah gino membuat mereka tumbang, gino kaget ternyata raka menyembunyikan sebuah pistol, dan tanpa menunggu lama akhirnya perlawanan itu terjadi raka melawan anak buah gino sebanyak kurang lebih 15 orang, walaupun raka jago dalam bela diri tak hayal dia sempat tumbang karna perbandingan yang sangat jauh namun raka bisa bangkit kembali dan melawan dengan sekuat tenaganya
"nah ini yang namanya live, hahaha" ucap adit yang ternyata sudah lepas dari ikatanya, saat semua orang fokus pada raka tadi adit diam diam mengambil pisau yang tak jauh dari tempatnya berada dia pun tak menyangka ada orang bodoh yang meninggalkan pisau begitu saja jadi dia menggunakan kesempatan itu, tanpa menunggu lama dia langsung melawan orang orang yang memegangi bams, sam, vino dan anggota raka yang lain jadi mereka semua pun bebas, dan langsung membantu raka dalam melawan anak buah gino
bughh
dor
kregss
bughh
bughhh
Hanya itulah yang terdengar diruangan tersebut, gino yang awalnya tersenyum merubah senyumanya seketika saat melihat anak buahnya banyak yang tumbang
"sial, lagi lagi gue kalah, emang gak ada yang becus semuanya, lawan satu orang saja kalah" desis gino kesal, "mungkin bukan saat ini, gue bakal kembali raka untuk membalaskan semuanya" gino diam diam mundur menjauhi tempat itu bersama dua sahabtanya dan dia tidak perduli lagi dengan anak buahnya yang lemah itu, dan akhirnya tumbang sudah anak buah gino membuat mereka berhenti untuk mengatur nafas
"lo gak apa boy?" tanya bams, raka menggeleng sambil mengatur nafasnya
"sial pengecut banget, dia lari" kesal vino membuat yang lain melihat kearahnya
"kenapa?" tanya raka, vino menatap raka
"gino kabur" ucapnya
"apa, wah dia yang mulai dan saat kalah malah kabur, gak etis banget" ucap adit
__ADS_1
"gue yakin dia bakal kembali, dan balas dendam" lanjut adit
"dan selalu seperti itu,gue bosen kenapa bukan dia yang gue habisin dulu" kesal vino, raka hanya diam saja dia terlalu lelah untuk memikirkan hal ini suatu saat gino akan kembali, dan mungkin saja akan melakukan hal yang lebih parah lagi, atau bisa saja keluarganya akan menjadi incaran gino
"kita kembali, istirahat" raka langsung pergi dan diikuti oleh yang lainya, mereka menuju markas mereka dan berkumpul diruangan raka dan hanya sahabat raka
"lo beneran gak apa boy?" tanya sam, dan raka hanya mengguk dan sesekali minum
"wah jagoan gue, gimana kabarnya?" tanya bams pada adit yang sedang selonjoran dibawah dengan karpet yang tebal
"lo lama, gue laper tau disana gue gak dikasik makan" ucap adit dengan kesal
"aneh ya lo, orang kalau diculik mana dikasik makan" sembur bams
"ya setidaknya gue dikasik minum kek, arghhh gue laper"
Bragggg
Tiba tiba pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan seorang gadis yang nampak sangat khawatir
"ngapain lo buat kaget aja" ucap bams pada wanita itu namun tak dihiraukan dia malah menatap adit dan langsung memeluknya, adit sudah bagun saat pintu itu didobrak
"ekhem masih ada kita ya, jangan menganggap ini dunia kalian" sindir bams
"lo jahat dit, gue kira lo beneran mati hiks" tangis gadis itu dan mengeratkan pelukanya
"gue masih hidup tenang aja, persediaan nyawa gue masih banyak okey" adit membalas pelukan gadis itu
Lita, gadis itu adalah lita teman adit dan juga anggota dari mafianya raka
"aduh sakit nih mata gue" sindir bams, lita pun melepaskan pelukanya dari adit dan menatap mata adit
"lo beneran masih hidupkan dit, didepan gue bukan hantukan?" tanya lita yang masih tak percaya
"astaga lit gue masih hidup, lo tenang aja okey" lita menganggukan kepalanya, "tapi gue laper" lanjut adit
"lo laper, okey ikut gue" lita pun menarik tangan adit dan mengajaknya keluar ruangan raka meninggalkan empat orang yang tengah melamun salah lebih tepatnya hanya raka
"gila sih cintanya lita ke adit gue acungi jempol" ucap bams
__ADS_1
"gue yakin si adit bakal luluh sama perlakuan lita" lanjut sam
"kalau diliat liat mereka cocok" sambung vino
"ya jelas dong, mereka sama sama suka mutilasi orang, gue jadi penasaran kalau misal mereka bertengkar mereka saling mutilasi gak ya, atau saling memberi racun gitu pasti sweet banget" bams terkekeh sendiri sedangkan sam dan vino saling tatap aneh ke arah bams, sedangkan raka masih diam entah fikiranya terbang kemana hanya dialah yang tau.
Hari ini adalah hari dimana raka akan pulang kara sangat senang dia sudah banyak mempersiapkan makanan kesukaan raka.
"akhirnya selesai juga" ucapnya senang dan menatap hidangan yang sudah tertata rapi diatas meja makan
"wah enak sekali" ucap mami ida datang memuji menantu kesayanganya "raka datang sekarang sayang?" tanya mami ida
"iya mi, semalam dia hubungin kara katanya hari ini bakal datang
"kak kara, mami papi kak raka udah datang" teriak sasa menggelegar di depan pintu masuk
"tuh suami mu sudah datang sambut sana" suruh mami ida
"kara kesana sebentar ya mi" ucapnya dan langsung berlari menemui suami yang sangat ia cintai, tanpa menunggu lama kara langsung memeluk erat suaminya seakan merasakan rindu yang teramat dalam
"hati hati sayang nanti kalau kamu jatuh gimana?" ucap raka lembut pada kara
"kan ada kamu" ucap kara dan semakin memeluk erat raka
"dunia berasa milik berdua ya" ejek sasa dan pergi begitu saja
"kenapa hm?" tanya raka sambil mengusap lembut rambut kara
"kangen" lirih kara disamping telinga raka
"sayang jangan seperti itu, kita seminggu loh tidak ketemu" ucap raka karna kara seperti memancingnya
"apa, akukan cuma bilang kangen" kara melepaskan pelukanya dan menatap raka, "emang gak boleh ya" lanjutnya
"boleh dong sayang kan kamu istri aku, dan aku juga kangen sama kamu" raka mencubit gemas pipi kara
"ekhm udah ya kangen kangenya, ayo kita makan " suara mami ida membuyarkan semuanya, kara menarik tangan raka mengajaknya pergi ke meja makan
"aku udah masakin makanan kesukaan kamu, semoga suka ya" ucap kara dan mengambilnya untuk raka
__ADS_1
"pasti suka kalau kamu yang buat" mereka pun makan dengan tenang dan lengkap karna raka sudah kembali.
🌸🌸🌸