
"termasuk kakak gue?" tanya kara dengan terus menatap raka, yang juga menatapnya
"kakak?" tanya raka
"iya" jawabnya, "denger ya pogi, kak vino ini kakak gue yang kuliah di luar negeri makanya lo gak pernah liat dia, dirumah" sambunya dan memeluk vino lagi
"bentar, kalian pacaran?" tanya vino dan diangguki oleh kara
"kok bisa?" tanya vino
"emang kenapa kakak gak suka?" tanya kara
"enggak gitu sih tapi kok bisa" tanya vino lagi yang masih heran
"dunia memang sempit" kata vino
"maksudnya kak?" tanya kara
"sebenarnya kakak mau jodohin kamu sama raka eh malah udah pacaran, berarti kalian emang jodoh dong" jawab vino mengacak gemas rambut kara, dan raka masih mencerna kata kata kara yang mengatakan vino adalah kakaknya.
"jadi lo kakaknya kara, kok lo gak bilang?" tanya raka kesal
"kenapa gue harus bilang, kan lo juga harusnya bil,,," ucapan vino terhenti dan menatap raka tajam, dan langsung menarik kerah baju raka, semua orang terkejut dengan perbuatan vino pada raka termasuk kara
"kak vino apaan sih, lepasin gak!" suruh kara pada kakaknya, namun vino tidak menjawab
"bams, sam lo berdua jangan biarkan seseorang ikutin gue sama bocah ini" ucapnya dan pergi menyeret raka keluar kantin dan membawanya keblakang sekolah, kara ingin mengejarnya namun terhenti oleh bams dan sam
"lo jangan ikuti mereka ini urusan mereka berdua" ucap sam
"gue gak peduli" sahut kara
"okey, nanti kalau lo kesana lo mau gak dikasik restu sama kakak lo" ucap bams
"sekali lagi gue gak peduli" ucap kara dan langsung keluar kantin namun naas mereka berdua sudah menghilang, kara pun mencoba mencari mereka.
Di belkang sekolah vino masih memegang kerah raka, raka menghempaskan tangan vino dari kerah bajunya
"lo apa apaan hah" kesal raka
"weh santai boy, gue cuma mau ngajak lo bicara" ucap santai vino dan duduk disebuah bangku
"lo ngajak bicara berasa ngajak gue perang aja, ngapain lo narik kerah gue" tanya raka
"hehehehe biar seru aja kayak di tv tv gitu" ucapnya sambil menaik turunkan alisnya
"bicara apa?" tanya raka
"lo beneran pacar kara?" tanya vino masih ragu
__ADS_1
"belum puas lo, sama omongan gue tadi dikantin?" tanya raka balik
"percaya, kok bisa?" tanya vino
"ya bisa aja, panjng ceritanya malas cerita gue, intinya sekarang kara punya gue" ucapnya yakin
"bagus deh, emang ini yang gue harapin" jawab vino
"terus lo kenapa gak bilang kalau lo anak om doni dan tante nana?" tanya raka penasaran
"begini boy, gue udah kenal lo udah dari lama, dan gue juga gabung di mafia lo udah lama, jadi gue bertekat buat nutupin identitas gue yang asli termasuk anak dari pemilik sekolah ini, gue gak mau nanti orang tua gue marah saat mereka tau gue gabung dunia kayak gitu" ucapnya dan raka hanya manggut manggutkan kepala
"oh iya lo gak bilangkan gue masuk dunia gelap ke kara" tanya vino
"enggak" jawabnya
"terus dia tau kalau lo adalah mafia?" tanya vino
"enggak" jawab raka
"syukurlah" jawabnya
"vin lo besok datang ya, di acara ulang tahun sekolah, gue ngudang alumni dari anggkatan andi sama angkatan lo aja " ucap raka
"okey"
"ay gue duluan ya, jangan capek capek, jngan pulang terlalu malam dan jangan lupa makan juga okey" ujar kara pada raka
"iya bawel, lo juga hati hati, besok ketemu disekolah aja" jawabnya, kara pun pulang bersama vino. Sampai dirumah vino langsung masuk dan melihat mamanya sedang menonton tv
"hello mam, do you miss me" tanyanya pada mama nana
"vino" ucap mama nana, dan langsung memeluk putranya
"kenapa baru pulang hah, kamu gak kangen sama mama" ucap mama nana pada vino
"maaf ma vino sibuk" jawanya
"sok sibuk dia ma" sahut kara, dan berlalu naik ke atas kamarnya
"papa mana?" tanya vino
"masih dikantor, kamu istirahat dulu mama masakin makanan kesukaan kamu okey sayang" ucap mama nana dan diangguki oleh vino.
Jam menunjukan pukul 6 sore raka baru sampai dirumahnya dan disambut oleh mami ida
"sayang baru pulang?" tanya mami ida
"iya mi" jawabnya
__ADS_1
"yaudah kamu mandi nanti jam 7 kita makan malam bersama okey" suruhnya dan diangguki oleh raka.
Setelah makan malam raka berniat menuju ruangan yang selama ini ia tidak pernah kunjungi, dia membuka ruangan itu namun saat sampai sana ternyata sudah terbuka dan terlihatlah sosok laki laki paruh baya yang sedang duduk di sofa
"papi" panggil raka dan orang tersebut menoleh dan benar saja dia adalah papi beni
"hey boy, tumben" sahutnya
"iya pi" jawab raka dan duduk didepan papinya
"pi, raka mau bicara" papi beni pun menatap serius putranya
"raka udah memutuskan buat kembali pi" jawabnya akhirnya
"kamu yakin?" tanya papi beni, dan raka mengangguk
"itu papi serahi ke kamu aja, tapi ingat jangan sampai terluka, papi yakin sama kamu" ucapnya dan menepuk bahu anaknya itu
"oh iya papi dapat undangan dari sekolah kamu, mau adaan ulang tahun sekolah ya?" tanya papi beni
"iya pi, papi datang?" tanya raka
"datanglah masa diundang besan sendiri gak datang" goda papinya pada raka
"apaan sih pi" jawabnya dan malam itu mereka isikan obrolan ringan antara ayah dan anak
Keesokan harinya sekolah makin dipadati oleh siswa dan siswi SMA TUNGGAL, hari ini adalah ulang tahun sekolah mereka, dan akhirnya acara dimulai.
Banyak yang menampilkan bakat mereka masing masing, ada yang bermain drama, menyanyi dan masih banyak lagi dan pada acara puncaknya mereka merayakan dengan festival warna atau holi, diiringin acara musik.
Didepan gerbang sekolah terdapat mobil yang berhenti dan melihat acara tersebut.
"tunggulah nanti malam, kesenangan lo akan berakhir" ucapnya
"bos dari informasi yang gue terima, yang bisa menghadiri acara puncak nanti malam hanya yang merupakan undangan dan murid disini, bagaimana cara kita masuk bos?" tanya orang satunya
"oh iya bos gue juga denger mereka mengudang alumni juga, gimana kalau kita minta tolong sepupu lo" sara satunya lagi
"itu ide yang bagus, kita akan merusak acara nanti malam, dan lo ketua osis sombong gue bakal hancurin lo malam ini, karna lo salah berurusan dengan gue" ucapanya, mereka adalah gino, ben dan tio
"kita pergi, dan siapan untuk nanti malam" suruh gino dan mereka pun pergi dari sekolah itu.
🌸🌸🌸
SEMOGA SUKA YA
JANGAN LUPA LIKE, COMMENTNYA
DADAHHH
__ADS_1