Love You Ketos

Love You Ketos
BAB 104


__ADS_3

Pagi hari Kevin dan Keira sudah rapi dengan seragam sekolah. Mereka berjalan menuruni anak tangga dengan jari yang saling bertautan. Bahkan senyuman terus mengembang di bibir mereka. Sampai di meja makan Aryo dan Luna sudah menunggu mereka untuk sarapan bersama.


"Ck, udah jam berapa nihh, papa jadi kesiangan nunggu kalian"ucap Aryo pura pura kesal.


"Ihhs, papa apaan sih, liat nih, baru jam 6.15,masih pagi pa"ucap Kevin sambil memperlihatkan jam yang melingkar di tangannya.


"Udah udah, malah pada berantem, papa buruan sarapan, katanya ada meeting pagi. Kamu juga Kev, buruan sarapan, nanti telat ke sekolah"sela Luna dengan mode sedikit galak. Keira terkekeh melihat Kevin dan Aryo yang langsung diam dan menurut saat Luna memarahinya.


"Kamu juga sarapan Kei"ucap Luna melirik Keira.


"Ehh, iya ma"jawab Keira tersenyum kikuk.


Mereka sarapan dalam diam. Setelah selesai, Aryo segera berangkat kekantor. Sedangkan Kevin dan Keira segera berangkat kesekolah. Dengan mengendarai mobil, Kevin mulai melajukan mobilnya. Membelah jalanan ibukota yang terlihat masih senggang di pagi hari.


"Yang"panggil Kevin. Keira menoleh kearah Kevin saat Kevin memanggilnya.


"Jangan lupa nanti malam dandan yang cantik"ucap Kevin.


"Emangnya ada acara apa?"tanya Keira bingung.


"Ck, kamu lupa syarat yang harus kamu penuhi?"tanya Kevin balik. Keira mencoba mengingat ingat syarat apa yang di maksud Kevin.


"Syarat?"cicit Keira.


"Iya yang, mau di maafin apa nggak"ucap Kevin.


"Ck, dasar perhitungan, masa maafin istri sendiri pake syarat"cibir Keira.

__ADS_1


"Semua tidak ada yang gratis Keira Anastasya Hutomo"ucap Kevin. Keira hanya mencebikan bibirnya saat Kevin memanggilnya dengan nama lengkapnya.


.


.


.


Di SMA Guna Darma para siswa terutama siswa perempuan, tengah heboh dengan kedatangan siswa baru. Laki laki dengan tubuh tinggi, wajah tampan, kulit putih itulah yang sedang menjadi perbincangan hangat para siswa.


Siswa baru tersebut berjalan membelah kerumunan siswa. Dengan santai dia berjalan melewati siswa wanita yang terang terangan mengatakan cinta pada pandangan pertama. Namun dia tidak menaggapi mereka semua. Baginya itu hanyalah gurauan, atau bahkah hanya angin lalu baginya.


Dia berjalan mencari ruang kepala sekolah, namun karena siswa baru tentu saja kesulitan mencari ruangan tersebut. Dia celingak celinguk di lorong sekolah yangs sedikit sepi. Ingin bertanya, tapi tak ada siswa disana.


"Hei tunggu"ucapnya saat melihat seorang siswa lewat. Siswa itu berhenti dan menoleh kebelakang.


"Lo manggil gue?"tanyanya.


"Ada apa?"tanya Zoya. Ternyata siswa yang di panggil siswa baru tadi ialah Zoya yang baru saja dari toilet.


"Mau tanya, ruang KepSek dimana?"tanyanya.


"Anak baru ya?"tanya Zoya. Dia mengangguk sebagai jawaban. Zoya menelisik penampilan siswa tersebut dari atas sampai bawah. Laki laki tampan, dan juga ideal. Pasti idaman para wanita. Begitulah penilaian Zoya terhadap siswa tersebut.


"Hallo, gimana? ruang KepSek dimana?"tanyanya lagi karena Zoya tak kunjung menjawab.


"Ahh, ini lurus aja, terus belok kanan, nanti ada tulisannya"jawab Zoya tersenyum. Siswa itu mengangguk dan tanpa sadar dia tersenyum membalas senyuman Zoya.

__ADS_1


"Gue duluan" pamit Zoya. Siswa itu masih berdiri memandangi punggung Zoya yang semakin menjauh darinya. Bahkan senyumnya pun masih melekat di wajahnya.


.


.


.


Sampai disekolah, seperti biasa, Kevin selalu mengantarkan Keira ke kelasnya. Sampai di kelas Keira Kevin akan mengecup kening Keira sebentar dan Keira akan mencium punggung tangan Kevin. Itulah rutinitas mereka di pagi hari saat sudah sampai di sekolah.


Di dalam kelas, Keira duduk dengan temannya.


"Kei, lo udah denger kalau ada siswa baru?"tanya Alya.


"Gue sih belum ketemu sama siswa barunya, tapi gue udah denger gosip gosip dari anak anak lain"jawab Keira apa adanya. Karena memang sepanjang Keira berjalan dengan Kevin tadi, banyak siswa yang membicarakan murid baru tsrsebut.


"Masuk ke kelas kita bukan yaa"ucap Lily menimpali.


"Ya nggak tau lahh, udah ahh duduk, siap siap, bentar lagi guru masuk"jawab Keira.


Lily mencebikkan bibirnya saat Keira menyuruhnya diam. Tapi memang benar adajya, tak lama setelahnya, guru kelas mereka masuk membawa seorang siswa.


"Kei, OMG hello, demi apa, kamu liat deh Kei anak barunya"pekik Lily tertahan. Keira yang baru saja mengambil buku catatan didalam tas langsung mengrahkan pandangannya kedepan.


Deg


"Ayo, perkenalkan namamu"ucap sang guru.

__ADS_1


"Hallo semuanya, perkenalkan, nama aku Devano Arby Perkasa, biasa di panggil Devan"kenalnya. Devan menatap Keira beberapa saat setelah dia memperkenalkan diri. Ada sekelebet rasa rindu yang sebenarnya ingin dia salurkan keberadaannya. Bahkan Devan pun bisa merasakan bahwa Keira pun merasakan hal yang sama. Namun seperti ada sebuah penghalang di antara mereka.


TBC


__ADS_2