Love You Ketos

Love You Ketos
bab 41 Kesempatan


__ADS_3

Setelah sedikit lama berada di cafe tiba tiba pintu ruangan yang ditempati oleh teman teman raka dan kara di gebrak, dan menampilkan seorang gadis dengan sorot mata yang tajam


"KAK RAKA JAHAT" ujar gadis itu, semua orang yang berada disana melihat dengan terheran heran


"apa sih sa?" tanya raka ya gadis itu adalah sasa adik dari raka


"kak raka enak enakan disini tapi aku ditinggal sendiri di rumah" kesal sasa dan duduk di samping kara


"kan ada bibi dirumah" ucap raka enetengnya


"kak raka tega nanti aku bilangin ke mami ya supaya kak raka gak dikasi uang jajan" ketus sasa dan mengambil minuman kara


"kak raka bisa minta ke papi" jawab raka


"udalah males debat sama kak raka" kesal sasa, "kak kara marahin kak raka kak" rengek sasa pada kara dan kara hanya terseyum melihat kelakuan kakak beradik ini


"udalah kamu kenapa?" tanya kara pada sasa


"gak aku cuma lagi males aja" jawab sasa lesu


"sekarangkan udah disini ayo makan" ujar raka pada adik kecilnya itu


"yey makan makan" senang sasa, dan tidak jauh dari sana ada yang memerhatikan sasa ia merasa sangat bersalah kepada sasa.


"oh iya gue denger bakalan ada murid baru ya di sekolah" ucap ina


"cakep gak?" tanya sinta antusias, dan rama langsung berdehem keras karena tidak suka dengan pertanyaan sang pacar


"nah sin marah tuh rama lo" ucap kara sambil tertawa


"enggak kok yank, aku cuma bercanda hehehe" ucap sinta kikuk


"lo mah na ngacak pacar gue yang gak bener" kesal rama pada ina


"loh loh kok salah gue, guekan cuma bilang ada murid baru, gue belum tau cowok atau cewek, pacar lo aja tuh yang ngarep yang datang cowok" cibir ina


"eh na kok salah gue sih, lo duluan yang mancingkan" kesal sinta


"kapan gue mancing, kolam aja gak ada disini" sahut enteng ina


"inaaaaaa, tau ah kesel gue" kesel sinta


"dudududu bebeb aku marah, ampun beb gue canda doang" ujar ina dan memeluk sinta dari samping


"iya gak papa, tapi cakep gak?" tanya sinta lagi


"sayangggggg" tegur rama


"hehehehe iya iya aku canda aja" cengir sinta


"lo tau dari mana kalau ada murid baru?" tanya kara sambil minum es jeruknya


"gue denger disekolah, pas lewat kantor guru gue denger guru bilang bakalan ada murid baru" sahut ina dan kara hanya manggut manggutkan kepalanya, setelah lama berada di cafe akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ina, sinta, rama dan dimas sudah pulang dengan menggunakan mobil dimas.


"sa kakak mau anter kak kara dulu, kamu tunggu sini atau pulang naik taksi?" tanya raka pada adiknya

__ADS_1


"aku naik taksi aja, kak raka antar aja calon kakak ipar ku awas aja ada lecet" tegas sasa dan diangguki oleh raka


"oke hati hati ya" ucap kara dan pergi berlalu bersama raka menaiki motor raka.


"pogi gue mau tanya sama lo deh, tapi jangan marah ya" ucap kara sambil bersandar di punggung raka dan memeluk erat raka untung raka mengendarai motor dengan kecepatan sedang jadi kara merasa tenang


"apa?" tanya raka sambil fokus pada jalanya


"kata sasa lo dulu badboy ya?" tanya kara pada raka, raka sempat kaget dengan pertanyaan kara namun mungkin ia harus mengatakanya


"iya" ucap raka enteng


"beneran?" tanya kara lagi


"kenapa gak percaya?" tanya raka yang masih fokus pada jalananya


"ya enggaklah lo itu kan jauh banget dari kata badboy" ucap kara sambil melihat wajah raka dari samping


"tapi itukan dulu sayang" ucap raka dan membuat kara tersenyum di belakang raka


"ciee salting" goda raka


"ihh apaan sih, nyebelin" ucap kara dan semakin mempererat pelukanya pada raka.


Di cafe sasa masih menunggu taksi lewat namun dari tadi tidak ada satupun yang lewat, dan dia kesal dengan menolak raka menjemputnya dan sekarang hpnya mati habis batrai


"enggak pulang?" tanya seseorang dari belakang sasa, sasa menoleh dan sedikit kaget melihat bara berada dibelakangnya


"lagi nunggu taksi" jawab sasa canggung


"mau gue antar?" tanya bara


"sa" panggil bara dan sasa menatap bara didepanya


"iya kak kenapa?" tanya sasa


"gue gue minta maaf karna udah batalan jalan kita waktu itu" akhirnya bara memberanikan diri meminta maaf pada sasa


"enggak apa kak, aku tau kakak pasti sibuk" ucap sasa mengerti namun dalam hatinya merasa ada kecewa dan senang karena bara meminta maaf padanya


"gimana kalau gue anter pulang sebagai permintaan maaf gue, mau ya" ujar bara sambil menatap sasa dengan senyum


"meleleh aku, aduh sa please jangan gini kamu bisa sa kamu bisa,,, tidak bisa" batin sasa saat melihat senyum bara yang membuatnya terpesona


"sa mau ya?" tanya bara sekali lagi karena sasa tidak menjawabnya


"eh enggak usah kak aku sendiri aja" ujar bara menetralkan degug jantungnya


"lo belum maafin gue ya" tanya raka sendu


"eng enggak gitu kak, tapi,,," ucap sasa menggantung


"tapi apa?" tanya bara


"baiklah aku mau" ucap sasa akhirnya

__ADS_1


"ayo" bara langsung menarik sasa menuju motornya, sasa memperhatikan tanganya yang ditarik oleh bara dan senyum terbit di bibir sasa


"apakah aku bisa kembali lagi?" batin sasa sambil menatap bara yang berada di depanya


"ayo naik" suruh bara saat bara sudah berada di atas motornya, sasa naik dan langsung berpegangan pada jaket bara


"kalau lo takut lo bisa, peluk gue kok" ujar bara, yang seolah olah seperti memberi sasa kesempatan buat mengejar bara kembali


"iya kak" ucap sasa senang dan memeluk bara dari belakang


"makasi ya sa lo udah mau maafin gue" ucap bara


"iya kak santai saja" ujar sasa


"apakah ini artinya kak bara memberi aku kesempatan buat mengejar dia lagi?" batin sasa senang, menyalah artikan sikap bara padanya.


Setelah mengantar sinta dan rama dan sekarang dimas mengantar ina pulang karena rumah mereka satu arah jadi ina diantar terakhir. Di dalam mobil hanya terjadi keheningan diantara dimas dan ina hanya ada kebisuan mereka lebih memilih bergulat dengan fikiran masing masing


"apa ini kenapa canggung seperti ini, oh ayolah dim ajaklah gue bertengkar" batin ina, "kenapa gue jadi gugup gini?" sambungnya lagi


"kenapa gue gini?, kenapa saat berdua gue gak bisa berbicara bebas dengan ina, aduh gue gugup lagi" batin dimas


"dim"


"na"


ucap mereka berbarengan dan seketika canggung kembali.


"aduh apa ini" batin ina


"na gue gue" ucap dimas gugup


"gue apa?" tanya ina lembut


"aduh kenapa disaat berdua ucapanya begitu berbeda" batin dimas senang saat ina bicara lembut padanya


"dim rumah gue didepan" ucap ina dan dimas pun berhenti tepat didepan rumah ina, saat ina akan membuka pintu mobil tanganya ditarik oleh dimas dan membuat ina menoleh kearah dimas


"kenapa?" tanya ina


"lo cantik hari ini" ucap dimas akhirnya


"terus biasanya gue gak cantik?" tanya ina lagi


"bukan gitu tapi malam ini lo sangat cantik" ucap dimas dan membuat ina terseyum


"lo juga tampan" ucap ina dan langsung membuka pintu mobil dan berlari menuju rumahnya, dimas terseyum senang mendengar pujian itu dari ina


"gue gak boleh nunda lagi, gue bakal ungkapin semuanya sebelum diambil orang" final dimas dan dimas melajukan mobilnya pulang kerumah.


🌸🌸🌸


SEMOGA SUKA SEMUANYA


TINGGALKAN LIKE DAN COMMENTNYA YA

__ADS_1


THANKYOU


DADAHHH,,,.


__ADS_2