
Berbeda dengan Kevin dan Keira, saat ini Devan tengah di landa kecemasan. Dia benar benar bingung bagaimana caranya agar dia bisa kembali bersama Keira. Ahh tidak tidak, tidak harus kembali bersama, berbaikan dengan Keira pun dia sudah bersyukur. Namun dia tau diri, kesalahan yang dia lakukan 3 tahun lalu memang sedikit fatal.
Devan menghentikan motor sportnya di depan minimarket dekat sekolahnya. Sepertinya dia butuh minuman dingin agar otaknya bisa berfikir sedikit tenang. Dia membeli beberapa kaleng minuman dingin dan segera membayarnya di kasir. Setelah selesai, dia keluar dan duduk di kursi yang ada di depan minimarket.
"Devan"sapa Zoya yang baru saja keluar dari minimarket.
"Ehh, hai Zoy"balas Devan.
"Lagi ngapain?"tanya Zoya.
"Menenangkan diri"jawab Devan.
"Mana ada nenangin diri di sini"cibir Zoya. Devan terkekeh mendengar cibiran dari Zoya.
"Udah ahh, gue mau balik"pamit Zoya.
"Ehh tunggu, makan dulu gimana?"tawar Devan.
"Gue traktir dehh"lanjut Devan.
"Oke dehh"pungkas Zoya setelah beberapa saat berfikir.
"Bentar ya, gue bilang dulu sama sopir gue"ucap Zoya. Semenjak Zoya tinggal bersama David, dia memang lebih sering di antar sopir daripada membawa mobil sendiri. Dia merasa tidak nyaman jika harus memakai mobil papanya atau mama tirinya. Padahal baik David ataupun Fanya tidak mempermasalahkan hak tersebut.
Setelah menyuruh sopirnya pulang, Zoya menghampiri Devan yang berdiri di dekat motornya.
"Yukk"ajak Zoya.
"Pakai dulu helmnya"ucap Devan menyerahkan helm pada Zoya. Devan memang selalu membawa helm cadangan, jaga jaga saat situasi seperti ini.
"Pakai jaket gue buat nutupin paha lo"ucap Devan lagi sambil menyerahkan jaket pada Zoya. Zoya mengangguk dan tersenyum. Dirasa Zoya sudah siap, Devan melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Devan berniat mengajak Zoya makan di cafe yang letaknya tak jauh pula.
15 menit berkendara, akhirnya Devan dan Zoga sampai di cafe yang dituju. Mereka berjalan beriringan memasuki cafe tersebut. Cafe tidak begitu ramai karena sudah lewat jam makan siang. Zoya mengajak Devan duduk di bagia pojok cafe yang sedikit lebih sunyi.
Mereka memesan makanan, minuman dan beberapa macam cemilan. Sambil menunggu Zoya memainkan ponselnya, mengirim pesan pada mama tirinya bahwa dia pulang lambat.
"Zoy"panggil Devan.
"Kenapa?"tanya Zoya.
"Gue mau tanya tanya boleh?"tanya Devan.
"Bolehlah"jawab Zoya.
"Lo_lo kenal sama Kevin?"tanya Devan.
"Kevin Adhitama maksud lo?"tanya Zoya memastikan dan Devan mengangguk.
"Kenallah, siapa sih yang nggak kenal sama Kevin? satu sekolah juga tau kali kalau dia itu seorang Most Wanted di sekolah, dan jangan lupakan kalau Kevin seorang ketos yang mempunyai sejuta pesona"jawab Zoya membayangkan sosok Kevin.
__ADS_1
"Kevin itu banyak punya fans di sekolah, terutama kaum hawa, wajahnya yang tampan serta sifat dinginnya menjadi tantangan tersendiri buat para cewek berlomba lomba takhlukin hati dia. Hingga akhirnya, seorang Keira Anastasya yang berhasil memenangkan hati seorang Kevin"lanjut Zoya sendu.
"Lo kenapa? lo salah satu dari banyaknya fans Kevin"selidik Devan.
"Iya. Dulu, dulu banget. Sebelum gue sadar, kalau gue nggak bakal bisa dapetin Kevin"jawab Zoya tersenyum miris.
"Kenapa emang? sebelum janur kuning melengkung bisa dong ditikung"seloroh Devan terkekeh.
"Bisa aja lelucon lo"ucap Zoya tertawa.
"Dulu gue punya prinsip seperti yang lo bilang, tapi sekarang gue udah sadar"lanjut Zoya.
"Kalau Keira lo kenal deket sama dia?"tanya Devan.
"Kalo lo percaya, dulu gue benci banget sama Keira. Dulu itu Keira bad girl, nggak sekalem sekarang. Berubah juga semenjak sama Kevin. Gue nggak terima kalo ternyata Keira itu pacarnya Kevin. Bahkan gue sampe halalin segala cara biar mereka pisah. Sampai pada suatu hari, gue di buat sadar dengan sikap baik Keira. Dan sejak saat itu gue berjanji sama diri gue sendiri nggak bakal ganggu hubungan mereka lagi"jawab Zoya panjang lebar.
"Kenapa lo nanyain mereka? jangan bilang lo suka sama Keira?"selidik Zoya.
"Iya. Gue masih suka sama Keira"jawab Devan jujur.
"Masih?"tanya Zoya memicing.
"Iya, sebenarnya dia itu mantan gue"jawab Devan jujur dan membuat Zoya menatap tak percaya.
Huftt
Devan menghela nafas berat sebelum akhirnya dia bercerita kalau dia adalah mantan Keira. Dia juga menceritakan saat dia dengan sepihak memutuskan hubungannya dengan Keira. Dan obrolan mereka terus berlanjut bahkan Zoya pun tak segan memperingati Devan agar Devan tidak menganggu Kevin dan Keira.
Malam telah tiba, dan Keira pun menepati janjinya. Dia sudah mengenakan dress selutut berwarna navy. Dia juga sudah dandan secantik mungkin menuruti perintah Kevin. Kevin pun sudah rapi dengan kemeja berwarna navy yang di belikan Keira kemarin. Pantas saja Kevin menyuruh Keira memakai dress berwarna navy, ternyata biar senada dengannya.
"Udah siap?"tanya Kevin.
"Udah. Sebenernya kita mau kemana sih?"tanya Keira.
"Dinner romantis sayang"jawab Kevin mendayu. Keira tersenyum mendengar suara Kevin yang menggelikan telinganya. Tanpa segan Keira menyambar lengan Kevin. Kevin pun dengan senang hati menerimanya.
Mereka berjalan menuruni satu persatu anak tangga. Dan saat sampai di bawah, ternyata Luna dan Bimo sedang asyik menonton tv.
"Pa, ma"sapa Kevin dan Keira.
"Kalian mau kemana jam segini udah rapi banget?"tanya Aryo melirik jam dinding yang menunjukan pukul 18.15.
"Kita mau dinner pa, malam Minggu"jawab Kevin.
"Kayak nggak pernah muda aja papa ihh"lanjut Kevin menggoda.
"Wahh, ternyata anak mama ini romantis sekali"goda Luna.
"Kevin gitu lohh"jawab Kevin menyombongkan diri.
__ADS_1
"Kita berangkat dulu ya pa, ma"pamit Kevin.
"Iya, hati hati di jalan"jawab Aryo dan Luna.
"Ohh iya, nanti kita nggak pulang pa, ma, jadi nggak usah nungguin"ucap Kevin sebelum dia benar benar keluar rumah.
Aryo dan Luna saling pandang saat Kevin mengatakan tidak pulang malam ini.
"Mereka mau kemana pa?"tanya Luna penasaran.
"Mana papa tau ma"jawab Aryo.
"Ishh papa, masa gitu aja nggak tau"ucap Luna dengan mode kesal dan berlalu meninggalkan suaminya. Sedangkan Aryo geleng geleng kepala melihat tingkah absurd istrinya.
Kembali pada Kevin dan Keira. Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan ibukota yang terlihat sedikit padat. Maklum, malam Minggu banyak pasangan yang keluar kandang.
"Sebenernya kita mau kemana sih Kev sampai nggak pulang segala?"tanya Keira.
"Nanti kamu juga tau"jawab Kevin tersenyum. Keira memilih diam setelah mendengar jawaban Kevin. Keira lebih memilih memainkan ponselnya untuk menyibukkan diri.
Sudah hampir 1 jam mereka di jalanan, namun Kevin tak kunjung menghentikan laju mobilnya. Entah karena jalanan macet jadi nggak sampai sampai atau karena memang tempatnya yang jauh. Bahkan Keira pun sudah mulai bosan dengan ponselnya sendiri.
"Kita mau kemana sih kev? udah sejam lhoo nggak sampe sampe"gerutu Keira.
"Sabar dong sayang, bentar lagi sampai, tinggal 1 belokan lagi"jawab Kevin menenangkan Keira.
Keira hanya diam tak menanggapi. Namun ternyata ucapan Kevin benar. Setelah dari jalanan tadi belok kanan dan sekitar 500 meter mereka sudah sampai ditujuan. Sebuah hotel berbintang yang terletak agak pinggir dari keramaian.
Kevin turun dari mobil setelah mendapatkan tempat parkir. Dia segera mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Keira. Dengan senang hati Keira menerima uluran tangan Kevin. Keira menggandeng lengan Kevin dan berjalan dengan anggun dan mesra menuju meja resepsionis.
"Selamat malam tuan dan nona, selamat datang di hotel xy, ada yang bisa kami bantu?"tanya resepsionis.
"Pesanan atas nama Kevin"jawab Kevin datar.
"Sebentar saya periksa dulu tuan"ucap reseosionis. Petugas resepsionis itu memeriksa layar komputer yang ada di depannya. Setelah beberapa saat dia menyerahkan kunci pada Kevin.
Setelah mendapatkan kunci dari resepsionis, Kevin segera mengajak Keira ke kamar yang telah dia pesan.
"Kok kehotel kev? katanya mau dinner?"tanya Keira.
"Udah deh sayang, nurut aja sama suami"jawab Kevin mencubit pipi Keira gemas. Keira mencebikkan bibirnya sedangkan Kevin tekekeh melihat tingkah istrinya.
Sampai di depan kamar yang di pesan, Kevin menempelkan kartu frid. Kevin mengajak Keira masuk kekamar, dan betapa terkejutnya Keira melihat kamar hotel tersebut. Bunga bunga bertaburan di mana mana, bahkan beberapa lilin juga menyala di beberapa sudut ruangan. Kevin mengajak Keira lebih masuk kedalam kamar. Dan pemandangan Keira terhenti saat melihat sebuah meja dengan dua kursi di balkon.
Kevin menuntun Keira untuk duduk dan segera menelfon pelayan untuk menyajikan makanan yang telah dia pesan. Tak butuh waktu lama 2 orang pelayan datang membawakan 2 troli makanan dan menyajikannya untuk tamu mereka. Setelahnya mereka segera undur diri tak ingin menganggu pasangan romantis tersebut.
"Makanlah sayang"ucap Kevin. Keira tersenyum dan mengangguk. Dan mereka pun makan dengan senyum yang terus mengembang. Tak jarang pula mereka saling menyuapi satu sama lain.
TBC
__ADS_1