
Pagi hari Keira terbangun karena suara seseorang di kamar mandi. Keira duduk di tepi ranjang dan mengerjapkan mata beberapa kali mengumpulkan kesadaran. Samar samar dia mendengar orang muntah dan barulah dia sadar bahwa Kevin lah yang ada di kamar mandi. Dengan segera Keira beranjak dan membuka pintu kamar mandi. Dilihatnya Kevin yang sedang membasuh mulutnya setelah mengeluarkan isi perutnya.
"Sayang, ke dokter aja ya"ucap Keira khawatir.
"Nggak usah yang"tolak Kevin.
"Nggak boleh nolak"ucap Keira meninggalkan Kevin. Keira berjalan keluar kamar, menuruni setiap anak tangga mencari keberadaan Luna.
Keira melihat Luna sedang bersama ART di dapur.
"Ma"panggil Kevin.
"Kei, kenapa?"tanya Luna.
"Anu ma, Keira mau minta tolong telfon dokter keluarga, kayaknya sakitnya Kevin tambah parah ma"ucap Keira khawatir.
"Astaga. Iya, biar mama telfon dokternya, kamu temenin Kevin aja"sahut Luna. Keira mengangguk. Dia membuat teh hangat terlebih dahulu sebelum kembali ke kamar menyusul Kevin.
Selesai membuat teh hangat, Keira kembali kamar dan melihat Kevin yang duduk bersandar pada sandaran ranjang sambil memejamkan mata.
"Sayang, minum dulu"ucap Keira. Kevin membuka mata dan menerima teh hangat buatan Keira. Keira menemani Kevin sampai dokter datang
Tok tok tok
"Kei, dokternya udah dateng"ucap Luna memberitahu.
"Masuk aja ma"sahut Keira. Luna membuka pintu kamar Kevin. Tanpa di suruh Kevin langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan kembali teh yang dia minum barusan. Keira menyusul Kevin dan membantu Kevin memijit tengkuknya.
"Sayang diperiksa dulu yuk"ucap Keira lembut.
"Suruh mama keluar dulu"ucap Kevin lemas.
"Hahh, kamu jangan ngadi ngadi deh Kev, masa mama di suruh keluar"ucap Keira kesal.
"Aku mau diperiksa kalau mama keluar dari kamar, aku tambah mual kalau deket deket mama"ucap Kevin merengek. Keira melongo tak percaya dengan ucapan Kevin. Hingga pada akhirnya Keira keluar dari kamar mandi setelah perdebatan panjang dengan Kevin.
"Lohh Kei, Kevin mana?"tanya Luna heran.
__ADS_1
"Ehh, a_anu ma, Kevin masih di kamar mandi"ucap Keira gugup.
"Ya di ajak keluar dong Kei, kan mau di periksa"ucap Luna.
"Aduhh, gini ma, emm, Kevin mau di periksa kalau mama keluar dari kamar"ucap Keira tidak enak. Luna menyerngitkan dahinya bingung.
"Kevin tambah mual kalau deket sama mama"lanjut Keira lirih. Luna semakin dibuat melongo dengan penuturan Keira. Berbeda dengan sang dokter yang malah tersenyum.
"Emm maaf bu Luna, sebaiknya anda meniruti keinginan tuan muda Kevin, sepertinya akan ada berita bahagia untuk anda setelah ini"ucap dokter menyela.
"Maksud dokter?"tanya Luna bingung.
"Nanti saya jelaskan setelah pemeriksaan"jawab sang dokter. Akhirnya Luna keluar dari kamar sang anak dengan perasaan dongkol dan penasaran. Setelah Luna keluar barulah Keira memanggil Kevin dan mulailah pemeriksaan.
.
.
.
"Sayang, udah dong, gerah tau daritadi dipeluk terus"ucap Keira.
"Aku kebelet pipis Kev"ucap Keira kesal.
"Oke oke, aku anter"ucap Kevin posesif.
"Kevin, aku cuma mau pipis doang ke kamar mandi, jaraknya juga cuma beberapa meter dari ranjang"ucap Keira emosi. Pasalnya setelah pemeriksaan pada Kevin yang muntah muntah tidak jelas alasannya. Dokter menduga bahwa Kevin mengalami Couvade Syndrom. Dan setelah Keira mengecek dengan tespek, dua garis biru tertera disana. Kevin yang mendengar bahwa istrinya hamil sangat senang. Bahkan dia mengurung Keira dalam kamar bahkan dalam pelukannya.
"Inget tadi dokter bilang apa, nggak boleh capek capek"ucap Kevin.
"Nggak bakal capek Kevin, cuma jalan doang ke kamar mandi"jawab Keira kesal. Dengan kasar dia menyentak tangan Kevin dan segera ke kamar mandi karena sudah tidak tahan. Kevin yang posesif menunggu Keira di depan pintu kamar mandi.
"Ngapain disini?"tanya Keira saat melihat Kevin di depan pintu.
"Nungguin kamulah"jawab Kevin. Dia mengandeng tangan Keira dan menuntunya kembali ke ranjang.
"Jangan kemana mana, jangan capek capek"ucap Kevin mengingatkan.
__ADS_1
"Kevin sayang, di kehamilan ku kali ini aku nggak ngerasain apa apa lhoo, bahkan yang muntah muntah kan kamu, harusnya kamu yang di kurung di kamar bukan aku"ucap Keira sinis.
"Udah ahh, aku mau siap siap"ucap Keira beranjak dari ranjang.
"Kemana?"tanya Kevin.
"Aku mau kerumah sakit, mau periksa kandungan"ucap Keira sedikit lembut karena sudah kesal sedari tadi emosi dengan kelakuan Kevin.
"Aku ikut dong"ucap Kevin.
"Ya udah buruan siap siap"sahut Keira. Dengan segera Kevin dan Keira pun bersiap siap. 10 menit kemudian, barulah mereka berangkat kerumah sakit.
.
.
.
Sepulang dari rumah sakit, Kevin dan Keira membawa kabar gembira. Pasalnya Keira dinyatakan positif hamil dengan usia kandungan sudah 6 minggu. Bukan hanya itu saja, dokter juga memperdiksi bahwa di kehamilan Keira kali ini ada 2 kantung di dalam rahim Keira.
Bahagia bercampur haru yang Kevin dan Keira rasakan saat ini. Disaat mereka harus kehilangan anak mereka di kehamilan pertama Keira, Tuhan begitu baik menggantinya dengan 2 janin sekaligus.
Berita ini di sambut bahagia oleh semua keluarga, baik Luna, Aryo dan Bimo mereka senang akan mendapatkan cucu kembar. Meskipun Kevin mual dan muntah jika berdekatan dengan Luna, namun Luna tetap bahagia. Mereka begitu antusias dan sangat protektif terhadap Keira. Dan untuk acara resepsi pun akhirnya Luna yang turun tangan karena takut Keira kelelahan.
.
.
.
Hari yang di tunggu tunggu telah tiba. 1 hari setelah hari kelulusan, acara resepsi pernikahan Kevin dan Keira dilangsung hari ini. Gedung yang mereka sewa sudah disulap dengan dekorasi yang sangat mewah. Perpaduan warna pink dan putih mendominasi tempat tersebut. Bunga bunga juga ukut meramaikan dekorasi resepsi pernikahan Kevin dan Keira.
Para tamu sudah berdatangan, dari mulai teman 1 angkatan pengantin, guru dan staf sekolah, bahkan teman bisnis Aryo dan Bimo juga turut hadir dalam acara tersebut. Tak lupa pula kerabat dan saudara dari kedua keluarga.
Kevin dan Keira bejalan berdampingan dengan senyum yang terus merekah di bibir mereka. Dengan diiringi sahabat sahabat mereka menuju pelaminan. Semua mata menatap takjub pada pasangan muda itu. Sepanjang acara senyum tak pernah pudar dari pengantin, keluarga, bahkan tamu pun tak ada yang berhenti tersenyum.
Di sela sela acara Kevin juga mengumumkan bahwa mereka sudah menikah sekitar 1.5 tahun yang lalu, dan kini mereka tengah menanti kelahiran anak kembar mereka. Tentu saja hal itu di sambut antusias dari semua tamu. Dan acara pun berlanjut hingga ke penghujung acara.
__ADS_1
...TAMAT...
... ...