
belum ada keanehankan?" tanya raka setelah dari tadi diam
"belum" jawab sam
"kenapa?" tanya bams
"enggak, gue sedikit gelisah aja belakangan ini" jawab raka dan diangguki oleh sam dan bams, dan tak berapa lama pintu ruangan itu dibuka dengan cara yang tak sabar
BRAKKKK
Tiga orang di dalam menatap orang yang membuka pintu dengan mata menajam seperti ingin membunuh orang itu
"bos gawat" orang yang membuka pintu itu terlihat sangat panik, setelah mengunci pintu ia mendekati tiga orang disana dan duduk di sofa tunggal.
"gawat kenapa?" tanya raka dan diangguki oleh bams dan sam mereka juga menjadi khawatir
"eh ada bos boy, kapan datang?" tanya adit pada raka dan membuat ketiga orang itu berdecak kesal, dia adalah adit sang penguji di mafia raka
"udah cepetan, gawat kenapa?" tanya sam lagi
"oh iya gawat bos ini gawat banget" jawab adit dengan muka panik
"iya kenapa?" tanya raka yang makin serius
"gue bos, gue" jawabnya agak terbata bata
"iya lo kenapa?" tanya bams, ia panik karena sebelumnya adit tidak pernah panik seperti ini apalagi menjawab dengan terbata bata
"g gue g g gue" jawabnya terbata dan tiga orang itu menatap dengan serius apa yang akan dikatakan oleh adit, "gue jatuh cinta" jawabnya dengan senyuman mengembang diakhirnya, percayalah tiga orang itu kini sedang mengatur nafasnya agar tidak memburu, lihatlah apa yang dia lakukan membuat tiga orang itu panik seperti tadi
"sam pegangin gue sam, pegangin gue jangan sampai gue bunuh ini bocah sekarang juga" ucap dimas yang sudah kesal plus marah
"eh ralat ya gue bukan bocah lagi, gue lebih tua dari kalian" jawab adit santai
"dit gue habis minum loh, jangan sampai lo yang bakal jadi uji coba gue" ucap raka datar dingin plus kesal dan adit hanya nyengir
"sorry maaf maaf bos, gue canda doang tadi" jawabnya tanpa dosa
"canda lo gak asik" jawab sam yang juga sama kesalnya
"alah biar gak tegang aja" jawabnya lagi, ketiga orang itu menghembuskan nafas panjang dan merebahkan punggungnya di sandaran sofa
"btw jatuh cinta ama siapa lo?" tanya sam
"jangan bilang lo jatuh cinta sama mayat yang lo uji coba" jawab bams bergidik ngeri
"sembarangan lo" jawabnya kesal dan melempar snack yang sedang ia makan ke arah bams
"ohhh jadi lo senyum senyum gak jelas tadi karna lo jatuh cinta?" tanya raka yang mengerti kenapa adit senyum tadi
"lah lo liat bos?" tanya adit
"iya gue kira lo gila" jawab raka dan membuat sam dan bams tertawa
"jahat lo bos" kesal adit dan cemberut
__ADS_1
"dih jangan sok imut lo, mukak lo gak ada imut imutnya gitu pakai cemberut ala cewek jijik gue" ketus bams melihat adit
"iya mukak kayak marmut bangga lo" sahut sam, "emanganya cewek kayak gimana yang lo sukai itu hah?" sambungnya lagi
"iya siapa?" tanya bams lagi sedangkan raka hanya diam saja memilih untuk mendemgarkanya saja
"setan" jawab adit dengan senyumanya yang merekah, sam dan bams melonggo tak percaya sedangkan raka mengeryitkan dahinya
"woi ternyata yang dibilang sama boy bener" ucap bams geleng geleng
"bener apaan?" tanya sam
"beneran gila ni anak" sambungnya menatap heran ke arah adit
"boy gimana kalau gue saranin lo jangan jadiin dia penguji mayat lagi, mungkin karna itu dia jatuh cinta sama setan" ujar bams pada raka dan raka menanggapinya dengan biasa saja.
"ck. dasar kalian gak ada seneng senengnya gue jatuh cinta" adit pun meninggalkan ruangan itu
"woi bukanya kita gak seneng lo jatuh cinta, tapi ya kali setan" teriak bams karena adit sudah keluar dari ruangan itu.
"stress dia tuh" ujar sam dan diangguki oleh bams dan raka dia malah diam saja, tapi entah kenapa perasaanya sedikit gelisah, apa karna ia melihat kepanikan dari adit tadi atau ini firasat untuk dia.
Akhirnya ujian dari kelas tiga telah usai, dan tinggal beberapa minggu adalah ujian kenaikan kelas, hari ini raka meminta agar bertemu di RKcafe, bersama dimas, rama serta pacarnya dan tidak ketinggalan kara.
"akhirnya selesai juga, gue udah cape banget, pengin libur" seru dimas
"lo kuliah dimana?" tanya kara
"kita ikut raka" jawab dimas dan diangguki oleh kara karena kara sudah tau raka akan melanjutkan kuliahnya di kampus papinya
"bawel lo" jawab ina
"ya pasti bawel lah orang lo itu liat bening dikit udah lupa segalanya" seru sinta
"ngaca mbak" jawab ina
"udah kalain sama saja" jawab dimas dan rama barengan
Drttt drttt drtttt
Ponsel raka berbunyi menandakan panggilang masuk dan ternyata itu papinya, raka pun mengangkatnya
raka : iya pi gimana keadaan oma
beni : oma udah mendingan dan papi mau pulang sama mama
raka : oh gitu, yaudah nanti raka jemput di bandara
beni : okey boy hati hati, nanti papi kabari lagi
raka : okey pi, papi juga hati hati sama mami salam buat opa sama oma dan juga sasa
Setelah itu raka mematikan ponselnya, dan menaruhnya di atas meja
"kenapa?" tanya kara
__ADS_1
"papi sama mami mau pulang" jawab raka seadanya dan diangguki oleh kara, mereka menghabiskan waktu bersama dengan bercanda mengobrol ya hanya untuk mengobati rindu bersama pasangan mereka masing masing. Setelah itu mereka pulang kerumah masing masing dan kara diantar oleh raka.
"gimana selama gak ada gue?" tanya raka pada kara
"membosankan, dan gue gak mau lagi" jawab kara cemberut
"baru aja seminggu gak ketemu" jawab raka terkekeh
"seminggu bagaikan setahun tau gak" jawab kara
"nanti kalau gue pergi jauh gimana?" tanya raka pada kara
"aku bakal ikut" jawabnya cepat
"aku?" tanya raka
"iya aku bosan manggil kamu lo jadi manggilnya aku kamu aja" jawab kara malu malu raka tersenyum dan mengacak rambut kara gemas
"udah sampai," suruh raka pada kara kara pun turun dan diikuti oleh raka
"kamu hati hati ya" ucap kara pada raka dengam senyum manis
"iya kamu jaga diri baik baik dan jangan kangen" gas raka pada kara
"enggak kangen tapi rindu hahaha" jawabnya dengan tertawa
"aku pergi" jawab raka dan masuk kedalam mobilnya dan melaju menuju markas ia ingin sedikit tenang berada di markas, sampai disana raka langsung menuju ke ruanganya.
"boy" panggil bams pada raka
"kenapa?" tanya raka
"serigala hitam aneh dia malah main main dibandara kata anak buah kita sih dia mau beraksi di bandara" sahut bams, raka terdiam sejenak,
"bandara?" tanya raka dan diangguki oleh bams
"emang aneh tuh orang" sahut sam, raka diam seperti mengingat sesuatu dengan bandara, dan terlintas di ingatanya kata kata gino 'jagain orang tua lo baik baik'
"arghhhh" raka langsung mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi papi dan maminya dan tidak ada jawaban dari sebrang sana, sam dan bams heran ada apa dengan bosnya ini
"kenpa boy?" tanya bams
"kenapa gue bisa kecolongan seperti ini sih" raka menjambak rambutnya dengan kasar
"boy lo kenapa?" tanya sam heran
"orang tua gue"
🌸🌸🌸
LAGI MOOD NIH, GAK OTAK KU LAGI MAU BERFIKIR JADI BISA DEH UP LAGI, SEMOGA AJA TERUS KAYAK GINI YA
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA YAAA
DADAHHH
__ADS_1