Love You Ketos

Love You Ketos
bab 24


__ADS_3

kara mulai membuka matanya secara perlahan, dan mengedarkan matanya sambil memegangi kepalanya, semua orang yang ada disana langsung mendekati kara yang sudah membuka mata


"kara akhirnya lo sadar juga, gue sedih banget tau" ucap ina sedikit lebay dan dramatis


"lebay lo kun" celetuk dimas, dan mendapatkan pelototan dari ina, kara masih diam menatap mereka


"kar lo mau minum?" tanya raka yang berada disampinya, kara melirik raka disebelahnya dan masih diam saja


"kar lo gak apa apa?" tanya sinta, karena merasa ada yang aneh dari kara sahabatnya itu


"kalian siapa" ucap kara, dan sukses membuat lima orang itu terkejut atas yang diucapi oleh kara


"kar lo gak tau kita?" tanya ina menatap serius sahabatnya ini, kara menggelengkan kepalanya


"hah kok bisa, apa kara lupa ingatan?" tanya rama dan mendapat tatapan dari orang orang disana


"lo yakin gak kenal sama kita?" tanya sinta memastikan dan gelengan kepala yang ia dapat.


###


Bara berjalan di lorong rumah sakit ingin menjenguk kara, namun perhatianya tertuju pada gadis yang sedang terlelap tidur di kasur, bara membuka ruangan itu dan mendekati gadis itu, entahlah sihir apa yang ada disana membuat bara terseyum tiba tiba


"lo cantik kalau diem gini, tapi ada yang aneh kalau lo diam, gue suka lo yang cerewet" batin bara menatap gadis yang tengah tertidur itu, perlahan lahan mata gadis itu terbuka dan terkejut melihat bara yang sedang menatapnya, bara masih terseyum ia tidak menyadari gadis yang ia tatap sudah membuka matanya


"kak bara, calon pacar sasa kenapa seyum?" tanya sasa, gadis yang dilihat bara adalah sasa gadis cerewet yang sering mengganggunya


"eh apa, mana ada gue senyum" elak bara dan mengalihkan pandanganya, sasa terseyum melihat kelucuan dari calon pacarnya itu


"kak bara udah lama disini?" tanya sasa pada bara, bara seketika sadar dia ada dimana


"lah ngapa gue masuk kesini, gue kan mau jenguk kara" batin bara bingung


"enggak gue salah masuk ruangan" kata bara dan berniat pergi namun dicegah oleh sasa


"kak disini aja temenin sasa, diruangan kak kara udah ada kak raka kok" jawab sasa sedikit lirih ia merasa tenggorokanya kering, ia berniat bangun mengambil minum


"kenapa?" tanya bara yang melihat sasa akan bangun dari tempat tidurnya


"mau minum kak aku haus" jawab sasa dengan seyum kecilnya, bara langsung mengambil gelas dan membantu sasa minum


"makasi kak, sebenarnya sasa bisa minum sendiri, tapi ternyata minum lewat tangan kakak rasa airnya beda kayak ada manis manisnya gitu" sasa terseyum ke arah bara, dan bara hanya diam


"kak aku boleh minta tolong gak?" tanya sasa dengan muka memelasnya

__ADS_1


"apa?" tanya bara datar


"aku bosen kak, pengen keluar" jawab sasa dengan muka menggemaskan, bara memandang wajah itu lama dan lekat seperti tidak ingin melepaskannya


"kak boleh ya " sambung sasa lagi dan menambah keimutan dari wajahnya itu


"aduh hati gue, lo harus setia jangan sampai terpancing dengan yang lain" batin bara dan menganggukan kepalanya


"tunggu disini sebentar gue ambil kursi rodanya dulu" kata bara dan ingin keluar


"tapi kak aku bisa jalan sendiri kok, gak perlu kursi roda" jawab sasa untuk meyakinkan bara agar tidak mengambil kursi roda itu


"enggak lo masih sakit, gak boleh capek" jawab bara dan keluar dari ruangan sasa, sasa tersenyum senang mendengar kata kata bara yang mengenakan hati


"aduh calon pacar sasa udah makin sweat aja nih" gumam sasa, dan datanglah bara membawa kursi roda dan membantu sasa duduk di kursi roda tersebut, setelah itu mereka pergi ke taman yang ada disekitar rumah sakit itu.


Semua menatap tak percaya ke arah kara, yang tidak mengenal salah satu dari mereka, raka merasa sakit saat mendengar kara tidak mengenal dirinya sendiri


"kar coba lo liat gue, lo bener gak kenal sama gue" ucap raka menatap manik indah mata kara dan lagi hanya gelengan yang diberi kara, semua sahabatnya nampak sedih dengan raut wajah yang yang seakan akan ingin menangis


"lo gak inget gue, gue pogi kar, gue yang lo kira kodok itu" kata raka berharap kara mengingat kejadian itu, dimana sudah merubah mereka berdua


"bwahahahah, akhirnya lo ngaku juga kalau lo itu kodok hahahaha" kara tertawa sambil mengatai raka, semua orang melonggo mendengar ucapan kara


"lo kara dasar, lo nipu kita?" tanya ina yang sudah mulai geram dengan kelakuan sahabatnya ini yang sudah mempermainkan suasana hatinya


"kara ih gak lucu tau, gue kira lo beneran lupa sama kita" sambung sinta sambil cemberut


"kar kar untung lo itu cewek dan sahabat pacar gue kalau enggak udah gue tendang lo sampai antartika" ujar rama yang juga geram atas kelakuan kara


"akting lo memuaskan" sahut dimas dan geleng–geleng kepala, raka masih diam menatap kara, saat ini yang dia rasakan hanya bahagia bisa melihat keadaan kara yang baik baik saja.


"hahaha sorry, biar greget aja gitu" sambung kara menatap semua sahabatnya dan berhenti di raka menatap mata indah raka yang juga sedang menatapnya


"sorry ya pogi, gue bercanda aja kok" kata kara cengengesan


"lain kali jangan kayak gitu lo gak tau gue sama yang lain khwatir" kata raka dan mengusap rambut kara pelan


"ekhm ekhm gue punya pacar jadi gue gak iri, tapi gue kasian sama temen gue yang jomlo jadi nyamuk disini" kata rama melirik dimas yang sudah menatapnya tajam


"lah inakan ada, sama ina aja dim" celetuk kara dan dapat tatapan dari ina dan dimas barengan


"aduh takut, ada pancaran aneh natap gue" ucap kara sok takut

__ADS_1


"walau pun gue jomblo, gue gak bakal mau sama monyet" ketus ina


"lo kira gue mau sama lo kunti, mimpi anda" ketus dimas memandang arah lain


"tapi hati gue mau sama lo" batin ina


"kalau mimpi itu lebih indah dan bisa dapatin lo, gue rela mimpi selamanya" batin dimas. Ina dan dimas diam dalam fikiranya masing masing, saling mencintai tapi kalah akan ego sendiri.


"lo laper?" tanya raka pada kara dan diangguki oleh kara cepat, raka mengacak rambut kara pelan sambil terseyum dan mengambil bubur yang disiapin oleh rumah sakit tersebut


"gue gak mau makanan rumah sakit" rengek kara dan mengerucutkan bibirnya, raka terseyum melihat wajah kara yang menggemaskan, wajah yang bisa membuat raka meyukai gadis yang sekarang berstatus tunanganya


"makan ini dulu, nanti gue beliin apapun yang lo minta oke" ujar raka lembut dan diangguki oleh kara pasrah, raka meyuapi kara dengan perhatian dan sesekali menggoda kara agar gadis itu tidak kesal.


"sayang aku mau dong disuapi kaya mereka" ujar rama manja pada sinta


"emang kamu sakit sampai disuapin kayak gitu" kata sinta menatap pacarnya


"enggak sakit sih tapi pengen aja disuapin sama calon istri aku" jawab rama dan sinta menjadi salting atas ucapan rama


"woi gue masih disini" ketus dimas menatap ke arah 2 pasangan sejoli


"kalian kira gue nyamuk" ketus ina sambil menatap tak suka 2 sejoli itu


"hanya nyamuk yang terbang terdengar disini" sinis rama dan mendapat tatapan tak mengenakan dari ina dan dimas.


###


"kak kita ke sana aja yuk, dekat bunga–bunga itu" tunjuk sasa pada bunga warna warni yang menghiasi taman itu, bara menjalan kan kursi roda itu mendekati tanaman bunga yang indah.


"kak bara tau, aku setiap memandang bunga aku selalu bisa terseyum, walaupun sesedih apa pun itu saat aku sudah memandang bunga aku akan terseyum bahagia, bagiku bunga adalah teman terbaikku yang bisa membuat ku terseyum" ucap sasa sambil memandang bunga yang indah, bara diam mendengar yang diucapkan sasa, yang sedikit mulai kehilangan cerewetnya,


"sasa kalau seperti ini sangat manis, tapi kalau cerewetnya udah kambuh membuatku kesal tapi juga bisa membuatku terseyum" batin bara memandang wajah teduh dari sasa yang langka bisa dilihat seperti ini, seketika seyuman terukir di wajah tampan seorang bara mengingat gombalan yang sering keluar dari sasa.


🌸🌸🌸


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DUKUNG, VOTE DAN JUGAH FAVORITEE YA😂


MAAF KALAU BANYAK SALAH TULIS, DAN TERIMAKASI YANG SUDAH MAMPIR DI KARYA INI


MAAF KALAU CERITANYA GAJE YA 😂


DADAHHHHH😘

__ADS_1


__ADS_2