
Malam harinya suasana di kediaman Erlangga nampak ramai dipenuhi oleh sanak saudara, kerabat dan juga tetangga yang sedang mengadakan tahlilan hingga tujuh hari ke depan. Bu Mayang, Seno dan Erik nampak khusyuk mengikuti tahlilan. Sedangkan Laras dan Camelia entah dimana? Mereka berdua tak terlihat batang hidungnya. Kristian yang memang berbeda kepercayaan dengan mereka memilih duduk di teras rumah sendirian seraya menikmati rokok dan hembusan angin malam.
*****
"Mama makan ya?" Laras mencoba membujuk Mama Shela untuk makan, karena sejak tadi Mama Shela hanya mengurung diri di dalam kamar. Sedangkan Camelia nampak duduk anteng di sofa yang ada di dalam kamar tersebut seraya bermain ponsel Bunanya.
"Mama gak lapar sayang." Lirih mama Shela.
"Sedikit saja ma, Mama harus makan agar Mama tidak jatuh sakit. Siapa yang akan mengurus Mama nantinya kalau mama sakit?" Meleleh sudah air mata Laras.
"Mama tidak apa-apa, mama kuat!" Mama Shela memberikan senyum terbaiknya agar mantan menantunya itu tidak khawatir dengannya.
"Besok Laras sama mama mau balik, rencananya kami akan ke Jakarta untuk mengunjungi Anja, mumpung sudah ada di sini. Mungkin sekalian mengunjungi Mbak Shasa, kata Tante Dona Mbak Shasa baru saja melahirkan."
"Ya, pergilah, mama tidak papa."
__ADS_1
"Nanti kalau Erik kembali ke Surabaya mama ikut ya? Biar aku bisa merawat mama nanti."
"Kamu nggak usah khawatirin Mama sayang. Mama pasti bisa jaga diri Mama sendiri." Mama Shela mengelus sayang kepala mantan menantunya. Terbuat dari apa hati mantan menantunya ini? Padahal Radit sudah menyakitinya sedalam itu, tapi Laras masih peduli dengannya yang hanya berstatus sebagai mantan mertua.
Malam semakin larut, acara tahlilan sudah usai sejak dua jam yang lalu. Semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing. Tertinggal Erik, Seno dan Kristian di ruang tengah yang tadi dijadikan sebagai tempat tahlilan. Camelia juga sudah masuk ke dalam kamar tamu bersama Bunanya dan juga Bu Mayang. Tertinggal satu kamar tamu yang nantinya akan ditempati oleh Seno. Sedangkan Erik dan Kristian terpaksa harus menempati kamar Radit karena hanya kamar itu yang tersisa.
"Apa rencana loe setelah ini Rik?" Tanya Seno mendudukkan tubuhnya di samping Erik. Seno tak sedekat itu dengan Erik dan Kristian. Ia hanya tahu kalau Erik dan Kristian adalah temannya Radit.
"Entahlah!" Erik mengedikkan bahunya. Rencananya kalau Tante Shela mau, gue mau bawa tante Shela ke Surabaya saja. Biar pabrik di urus sama orang kepercayaan keluarga Erlangga." Seno dan Kristian mengangguk, setuju dengan rencana Erik.
"Ya, gue paham!" Sahut Erik.
"Kami besok juga akan balik, rencananya kami akan ke Jakarta untuk mengunjungi Anja. Loe kenal Anja kan?" Tanya Seno yang dijawab kedikan bahu oleh Erik. Entah Erik tau tentang Anja atau tidak itu tidak penting. Mungkin dulu Radit tak pernah bercerita kalau dirinya sempat menaruh hati pada istri orang tersebut.
*****
__ADS_1
Keesokan harinya, Laras, Bu Mayang dan Seno serta Camelia pamit untuk pulang. Dengan mengendarai taksi yang sudah dipesan oleh Seno melalui aplikasi online, mereka berempat berangkat menuju ke Jakarta untuk mengunjungi Anja dan anak-anaknya.
*****
*****
*****
*****
*****
Lanjut di novel "I Love You My Baby" Bab ILYMB 67 ðĪ
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ââðđðđ