
Mama Dona dan Papa Dika tiba di rumah sakit pagi ini. Ya, Papa Dika menyempatkan diri menjenguk sang cucu terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor. Di dalam ruang perawatan Shasa hanya ada dokter Andrew yang sudah mengambil cuti untuk menjaga dan menemani sang istri.
"Sudah sarapan Sha?" Mama Dona mendekati brankar anaknya.
"Sudah ma, baru saja. Itu kotaknya udah kosong." Shasa menunjuk kotak nasi di atas nakas yang sudah kosong karena makanannya sudah pindah ke dalam perutnya.
"Ya sudah, sekarang kamu sarapan dulu Ndre. Mama bawain makanan dari rumah." Mama Dona menunjuk rantang yang tadi diletakkan di meja dekat sofa. Dokter Andrew pun menurut dan langsung mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Papa langsung berangkat ke kantor ya?" Pamit papa Dika setelah mendaratkan kecupan sayang di puncak kepala anaknya. Papa Dika langsung meninggalkan ruang perawatan anaknya setelah mendapat anggukan dari mereka bertiga. Dokter Andrew langsung menyantap makanan yang dibawakan oleh Mama Dona setelah kepergian Papa Dika.
Tak berselang lama, pintu ruang perawatan Shasa terdengar diketuk dari luar kemudian dibuka dan muncullah Mama Rosi beserta Mbak Tini yang menggendong baby Rendra.
"Pagi!" Sapa Mama Rosi saat masuk ke dalam ruang perawatan Shasa seraya mengulas senyum. Mama Rosi meletakkan bingkisan yang dibawanya ke atas meja.
"Pagi Ros!" Balas mama Dona.
"Pagi Tante!" Balas Shasa dan dokter Andrew.
"Senengnya yang udah punya cucu tiga." Canda mama Rosi.
"Kamu bisa aja Ros. Kamu kan juga sudah punya cucu tiga." Balas mama Dona.
__ADS_1
"Oh iya, kita samaan berarti Don." Mama Rosi dan mama Dona sama-sama terkekeh. "Gimana keadaan kamu Sha?"
"Alhamdulillah sudah baik Tan." Jawab Shasa sumringah.
"Hey cewek, namanya siapa?" Mama Rosi mendekat ke arah box inkubator.
"Queena Tante!" Jawab Shasa.
"Wah, pas banget! Queena adalah ratunya, dan ini Narendra rajanya, cucu Oma." Mama Rosi mengelus kepala baby Rendra dalam gendongan Mbak Tini.
"Wah iya, kok bisa kebetulan begitu?" Ujar mama Dona.
Mereka semua lanjut mengobrol kembali, membuat suasana di dalam ruang perawatan tersebut terasa hangat karena dipenuhi dengan candaan Mama Rosi dan mama Dona. Mereka seolah melupakan perkataan Mama Rosi tadi yang mungkin suatu saat bisa menjadi kenyataan. Karena bahwasanya setiap perkataan yang terlontar adalah sebuah doa.
Pukul setengah sebelas, si kembar tiba di rumah sakit dengan diantar oleh Pak Har dan masih menggunakan seragam sekolah.
"Hey boy, kok nggak pulang dulu?" Tegur dokter Andrew saat melihat kedua anaknya masuk ke dalam ruangan masih menggunakan seragam sekolah.
"Kami kan sudah kangen sama mommy dan dedek, dad." Jawab Jerry yang langsung menghampiri mommynya dan langsung mencium pipi mommynya diikuti oleh Gerry.
"Salim dulu sama Oma Dona." Perintah Shasa yang langsung dipatuhi oleh kedua anaknya.
__ADS_1
"Anak pinter!" Puji mama Dona kepada si kembar.
"Sama Daddy gak kangen?" Protes dokter Andrew yang merasa di lupakan oleh kedua anaknya.
"Kangen!" Jawab Gerry dan Jerry bersamaan kemudian berhambur memeluk daddy-nya, membuat semua orang yang ada di sana terkekeh. Setelah mengurai pelukannya, Gerry dan Jerry langsung mendekat ke arah box bayi di mana adiknya berada.
Lama Mama Rosi di rumah sakit hingga menjelang jam makan siang baru pamit pulang.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ââðđðđ
__ADS_1