
Sepasang raja dan ratu malam ini tampak duduk di atas pelaminan yang megah. Jangan lupakan ratu kecil yang berada di tengah-tengah mereka, siapa lagi kalau bukan si comel Radha. Dengan senyum yang mengembang, mereka berdua menyambut ucapan selamat dari para tamu undangan yang hadir malam ini. Si comel Radha pun tak mau ketinggalan, ia ikut mengulurkan tangannya kepada setiap orang yang melintas di depannya. Membuat orang-orang yang ada di sana merasa gemas dengan tingkahnya. Jika Radha merasa lelah, ia akan meminta gendong daddy-nya daripada harus duduk di kursi pelaminan.
Prosesi ijab kabul sudah dilaksanakan tadi pagi di kediaman Wijaya yang hanya dihadiri oleh keluarga inti saja. Bu Mayang, Laras, Radit dan juga Seno turut menghadiri prosesi ijab kabul tersebut.
Ya, mereka semua sudah datang sejak kemarin sore. Laras, Radit, Bu Mayang dan Seno serta baby Camelia langsung diantar oleh supir jemputan menuju ke kediaman Wijaya. Sedangkan ketiga karyawan rumah makan Bu Mayang langsung diantar oleh mobil jemputan yang lainnya ke hotel milik keluarga Wijaya yang malam ini digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan Nara dan Anja.
Memang bukan undangan pernikahan yang disebarkan oleh Nara, melainkan undangan resepsi pernikahan. Orang-orang pun mengira Radha adalah anak kandung Nara. Mungkin memang selama ini mereka baru mengadakan resepsi pernikahan, pikir orang-orang yang ada di sana.
Saat MC mengumumkan acara selanjutnya yaitu acara pemberian selamat kepada kedua mempelai, Laras langsung maju di garda terdepan.
"Selamat ya Nja, semoga kamu bahagia selalu." Laras langsung memeluk erat sahabatnya itu. Isak tangis terdengar dari bibir mereka berdua.
"Sudah jangan nangis, ini kan hari bahagia kamu sayang." Bu Mayang mengelus kepala Anja dari belakang punggung Laras. Laras pun segera mengurai pelukannya kemudian beralih menjabat tangan Nara.
"Titip mereka berdua Mas, bahagiakan mereka berdua dan jangan pernah menyakitinya." Ucap Laras masih dengan air mata yang berlinang. Nara pun mengangguk.
"Ibu titip anak dan cucu ibu Ra, semoga kalian bahagia." Ucap Bu Mayang dengan mata berkaca-kaca, kemudian memeluk Anja dengan erat. Setelah Laras dan Bu Mayang, kemudian di belakang menyusul Radit dan Seno serta para karyawan rumah makan Bu Mayang. Kemudian disusul lagi dengan para tamu undangan yang lainnya.
__ADS_1
Suasana pesta yang sudah lumayan tenang karena sesi pemberian selamat sudah selesai, kembali heboh dengan kedatangan dua balita kembar yang nampak menggemaskan. Membuat orang-orang yang ada di sana ingin mencubit pipi gembul kedua balita tersebut.
Shasa berjalan dengan anggun layaknya seorang princess yang diapit oleh dua orang pengawal yang ada di sisi kanan dan kirinya. Di sebelah kanan ada dokter Andrew yang menggendong Jerry yang bersedekap dengan angkuhnya dan di sebelah kiri ada Edward yang menggendong Gerry yang juga bersedekap dengan angkuhnya. Para tamu undangan tanpa dikomando langsung memberikan jalan kepada mereka, membentuk seperti sebuah lorong.
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung beberapa orang yang ada di sana layaknya dihantam oleh batu besar saat melihat wajah kedua balita kembar tersebut. Bukan hanya Radit, Laras pun seketika pias saat melihat wajah kedua balita kembar tersebut.
Seketika itu Laras langsung berlari meninggalkan pesta menuju kamar hotel tempat mereka akan menginap malam ini. Ya, malam ini mereka semua akan menginap di hotel tersebut. Radit yang melihat istrinya berlari keluar dari ballroom hotel langsung mengejarnya.
Shasa nampak acuh dan tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya. Ia tetap melangkah menuju ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Dokter Andrew dan Edward serta Mama Dona dan Papa Dika, mom Yasmin dan Dad Erwin setia mengikuti di belakang Shasa.
"Mbak Shasa!" Anja langsung menubruk tubuh Shasa yang masih sedikit bohay itu hingga membuat sang empunya terhuyung dan hampir saja terjatuh. Beruntung ada dokter Andrew yang menahan tubuh Shasa dari belakang. "Terima kasih sudah datang Mbak, hiks.. hiks.." Isak Anja di pelukan Shasa.
__ADS_1
"Iiih cengeng, tahu gitu tadi aku nggak datang." Shasa mengusap punggung Anja yang tampak bergetar.
"Jangan balik dulu ke Singapura pokoknya. Aku mau ngobrol banyak sama Mbak Shasa dulu. Mbak Shasa hutang banyak penjelasan sama aku."
"Ogah! Gue besok balik." Canda Shasa yang langsung berhadiah pelototan dari Anja. "Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu Nja." Ucap Shasa tulus. Shasa memeluk Anja sekali lagi kemudian beralih memeluk Nara. "Titip mereka berdua Mas." Nara pun membalas pelukan Shasa seraya mengangguk. Setelah itu Shasa segera turun dari pelaminan karena di belakangnya masih banyak yang mengantri terutama keluarganya.
*****
*****
*****
*****
*****
Episode ini juga ada di novel "I Love You My Baby" Bab ILYMB 26 ðĪ
__ADS_1
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð