Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 27


__ADS_3

Hari ini dengan meneguhkan hatinya yang sedikit bimbang, Radit datang ke rumah Bu Mayang untuk meminta izin mempersunting Laras menjadi istrinya.


Pukul sepuluh pagi mobil Radit sudah terparkir cantik di halaman rumah makan Bu Mayang. Setelah berhasil menenangkan degub jantungnya yang seperti ingin meledak, ia akhirnya keluar dari dalam mobil.


Melangkah melewati halaman samping warung yang memang rumah Bu Mayang letaknya berada di samping warung namun agak masuk ke belakang karena halaman depan rumah dijadikan taman bunga oleh Bu Mayang dan Laras yang sama-sama pecinta bunga. Radit tiba di teras yang mana sudah di sambut Laras dengan senyum lebarnya. Semalam memang Radit sudah memberi tau Laras kalau dirinya akan datang ke rumah pagi ini.


Laras mengajak Radit masuk ke dalam rumah dan menyuruhnya duduk di kursi tamu.


"Sebentar, aku panggil mama dulu." Laras berlalu setelah mendapat anggukan dari Radit.


"Ma, mama!" Teriak Laras memanggil Bu Mayang yang sedang asyik menonton televisi.


"Gak usah teriak, mama belum budek."


"Hehe, Radit udah datang ma." Bu Mayang nampak mengernyit.


"Memangnya ada apa? Apa hubungannya sama mama? Bukannya dia nyari kamu?" Bu Mayang yang memang belom tau maksud kedatangan Radit menjadi heran dengan tingkah anaknya yang cengengesan.


"Anu, eem, anu....."


"Heh, ngomong yang jelas, jangan ona anu ona anu aja."


"Hehe, Radit mau ketemu sama mama. Ayo cepetan, biar Laras ambil minum dulu." Bu Mayang nampak semakin heran dengan tingkah anaknya. Namun ia tetap beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Ada perlu apa memangnya tu anak? Bukannya biasanya yang di cari Laras? Lah ini malah emaknya yang di cari." Bu Mayang bermonolog sendiri seraya melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu.


"Eh nak Radit, ada perlu apa Dit?" Radit langsung berdiri saat mendengar sapaan dari Bu Mayang. Ia lalu meraih tangan Bu Mayang kemudian mencium punggung tangannya.


"Silahkan duduk Dit." Bu Mayang pun duduk di sofa depan Radit. "Tadi kata Laras, kamu mau ketemu ibu, ada perlu apa?"


"Begini Bu, maksud kedatangan saya kemari ingin meminta Laras sama ibu. Mak-maksud saya, saya ingin menikahi Laras kalau ibu mengijinkan." Bu Mayang nampak kaget. Pasalnya, setahunya Radit adalah tunangan Shasa. Ya meskipun ia tau kalau anaknya selama ini suka dengan Radit namun tetap saja ia kaget. Sepertinya ia ketinggalan info mengenai hubungan antara Radit, Shasa dan Laras.


"Tapi Dit, bukannya kamu sudah bertunangan dengan Shasa?"


"Kami sudah putus beberapa bulan yang lalu Bu."


"Owalah, maaf ibu gak tau. Jangan bilang Laras menjadi orang ketiga di antara kalian."


"Sama sekali tidak Bu, kami mengakhiri hubungan kami secara baik-baik karena kami tidak ingin merusak persahabatan yang sudah kami rajut sedari kecil."


"Minum dulu Dit." Ucap Laras seraya meletakkan minuman ke atas meja.


"Terima kasih!"


"Di minum dulu Dit." Ucap Bu Mayang mempersilahkan.


Setelah meminum minumnya beberapa teguk, Radit kembali melanjutkan pembicaraannya yang sempat terjeda tadi.

__ADS_1


"Bagaimana Bu, apakah ibu merestui kami?"


"Kalau ibu terserah Laras saja. Toh yang menjalaninya kan dia. Gimana Ras?" Tanpa pikir panjang Laras langsung mengangguk mantap.


"Kalau begitu ibu merestui kalian."


"Alhamdulillah." Ucap Radit dan Laras bersamaan.


"Kalau begitu saya minta izin buat bawa Laras ke Bandung besok Bu, saya ingin meminta restu kepada kedua orang tua saya."


"Iya Dit, restu orang tua itu penentu keberkahan dan kebahagiaan rumah tangga kalian."


Akhirnya Radit pulang dengan mengantongi restu dari Bu Mayang. Entah ia harus bahagia atau bagaimana, yang pasti saat ini ia tidak tau dengan apa yang ia rasakan. Ia hanya berharap apa yang dilakukannya bisa menghapus bayang-bayang Shasa dari hidupnya. Karena dia berfikir Shasa sudah bahagia dengan berondongya, maka ia harus bisa bahagia juga.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2