
"Cucu Omaaaaaaaa!" Teriak Mama Dona seraya berlari menghampiri kedua cucu kembarnya saat baru saja turun dari mobil.
"Omaaaaaaaaaa!" Kedua anak kembar itu pun berlarian menghampiri Omanya.
Bruukk!
Karena kurang hati-hati, Gerry tersandung kakinya sendiri dan terjatuh di atas kerasnya paving halaman rumah kediaman Pratama.
"Sayang!" Teriak Shasa, mom Yasmin dan mama Dona bersamaan. Dokter Andrew langsung sigap berlari menghampiri Gerry yang sudah menangis.
"Hey, anak cowok nggak boleh nangis. Nanti gantengnya ilang." Dokter Andrew langsung membawa Gerry ke dalam gendongannya. Perlahan Gerry pun menghentikan tangisannya.
Jerry yang melihat abangnya terjatuh bukannya menolongnya malah menjulurkan lidahnya seolah membalas kelakuan saudara kembarnya tadi. Setelah itu ia kembali berlari menghampiri Omanya. Mama Dona yang ingin menghampiri Gerry pun menjadi urung karena Jerry sudah berlari ke arahnya. Ia pun merentangkan kedua tangannya untuk menyambut cucunya tersebut ke dalam pelukannya.
"Sayang!" Shasa meraih Gerry dari gendongan dokter Andrew. "Mana yang sakit?" Shasa m3r@b@-r@b@ tubuh anaknya. Namun Gerry menggeleng.
"Abang kan cowok mom, Abang kuat!" Gerry mengangkat lengannya serta mengepalkan tangannya membuat Shasa dan semua orang yang ada di sana terkekeh.
"Ayo masuk dulu." Mama Dona mempersilahkan mereka semua untuk masuk terlebih dahulu. Dokter Andrew langsung menghampiri Mama Dona dan segera mencium tangannya, membuat Mama Dona terharu dengan sikap sopan dokter Andrew tersebut.
"Apa kabar tant?"
"Baik nak Andrew. Ayo masuk dulu." Mama Dona menepuk punggung dokter Andrew.
"Papa mana ma?" Tanya Shasa saat berjalan beriringan masuk ke dalam rumah bersama mama Dona.
"Masih di kantor. Tapi tadi katanya mau setengah hari saja. Mau menyambut kedatangan cucunya. Eh nggak tahunya cucunya udah datang duluan." Mama Dona tergelak membuat Shasa ikut tertawa.
Tin.. tin..
Braakk!
__ADS_1
Bunyi klakson disusul dengan bunyi pintu mobil yang ditutup dengan keras terdengar dari arah luar. Ulah siapa lagi kalau bukan Papa Dika. Terlihat Papa Dika berlari masuk ke dalam rumah.
"Mana kedua jagoan opa?" Teriak Papa Dika saat masuk ke dalam rumah.
"Geli Geli."
"Jeli Jeli."
Gerry dan Jerry serempak mengacungkan tangannya sambil melompat-lompat, kemudian berlarian menghampiri opanya.
"Hey sayang, jangan lari-lari, nanti jatuh lagi." Teriak Shasa namun tidak digubris oleh kedua anaknya. Papa Dika pun langsung merentangkan kedua tangannya menyambut kedua cucu kembarnya.
"Awas encok pa." Ujar Shasa saat melihat papa Dika menggendong kedua cucunya sekaligus. Gerry yang ada di sebelah kiri dan Jerry yang ada di sebelah kanan.
"Tenang, masih aman. Baru dua, belum juga sepuluh."
"Apanya yang sepuluh? Kucing?" Mama Dona menimpali candaan suaminya.
"Eh, nak Andre ikut juga?" Dokter Andrew hanya mengangguk seraya tersenyum menanggapi pertanyaan Papa Dika.
"Tuch cucu om yang minta." Edward menunjuk baby twins yang ada di gendongan papa Dika.
"Ayo kita makan siang dulu, setelah itu istirahat." Mama Dona memberi instruksi.
*****
Suasana ruang makan kediaman Pratama nampak rame malam ini sebab diwarnai dengan celotehan baby twins. Karena tidak muat berada dalam satu meja makan, akhirnya para anak muda terpaksa menggelar karpet di samping meja makan.
Jerry langsung duduk di pangkuan dokter Andrew saat dokter Andrew baru saja mendudukkan tubuhnya ke atas karpet. Gerry yang tak mau kalah segera menarik tangan adiknya tersebut.
"Sayang, jangan begitu." Shasa memperingatkan Gerry. "Jerry turun dulu, nanti dokter Andrew gak bisa makan. Jerry duduk sendiri ya?" Namun Jerry menggeleng.
__ADS_1
"Sudah, biarkan saja." Dokter Andrew mengelus kepala Jerry yang ada di pangkuannya.
"Itu tandanya kakak harus nyuapin dokter Andrew." Ucap Edward yang langsung mendapat pelototan dari Shasa.
Usai makan malam, semua orang kembali ke kamarnya masing-masing. Tertinggal dokter Andrew dan kedua orang tua Shasa yang saat ini sedang berada di ruang keluarga.
"Ehem!" Dokter Andrew terlebih dahulu berdehem sebelum memulai percakapannya.
"Om, Tante, maksud kedatangan saya kemari selain karena permintaan Gerry dan Jerry, adalah ingin meminta izin kepada om dan juga Tante untuk lebih dekat dengan Shasa."
"Maksud nak Andrew?" Tanya mama Dona yang belum mengerti maksud dokter Andrew.
"Maksud saya begini tante, sebenarnya saya ingin menikahi Shasa, tapi Shasa bilang kalau ia ingin memantapkan hatinya terlebih dulu. Maka dari itu saya memohon izin kepada tante dan om untuk melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan Shasa." Papa Dika dan mama Dona terlihat manggut-manggut.
"Kalau itu maksud tujuan kamu Om mengijinkannya." Dokter Andrew terlihat bernafas lega. "Tapi-" Papa Dika menjeda ucapannya membuat wajah dokter Andrew terlihat sedikit pias. "Itupun jika Shasa mau melakukan pendekatan dengan nak Andrew." Dokter Andrew mengangguk seraya bernafas lega.
Setelah mengobrol banyak dengan Papa Dika, dokter Andrew segera pamit untuk beristirahat.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð
__ADS_1