
Seminggu berlalu akhirnya Shasa dan baby Queen sudah diperbolehkan pulang. Sebenarnya Shasa sudah diperbolehkan pulang dua hari yang lalu. Namun karena ia yang tak tega meninggalkan anaknya sendirian di rumah sakit, Shasa meminta kepada suaminya agar diizinkan untuk pulang bareng Baby Queen saja.
Berat badan Baby Queen yang sudah bertambah menjadi 2600 gram dan sudah keluar dari inkubator hingga sudah diperbolehkan untuk pulang.
Mobil yang dikemudikan oleh dokter Andrew melaju meninggalkan pelataran rumah sakit, membelah jalanan kota Jakarta yang selalu nampak padat merayap.
Tiga puluh menit kemudian, mereka tiba di kediaman Pratama. Rumah nampak sepi seperti tanpa penghuni.
"Orang-orang pada ke mana Pak, kok sepi?" Tanya Shasa kepada Pak Har saat baru saja turun dari mobil. Dokter Andrew yang baru saja keluar dari mobil langsung mengambil alih Baby Queen dari gendongan sang istri.
"Ada di dalam non." Pak Har membuka pintu mobil bagian belakang untuk mengambil barang-barang, kemudian membawanya masuk ke dalam rumah lewat pintu samping yang tembus dengan dapur.
"Loh, kenapa Pak Har lewat samping, nggak lewat depan saja?" Shasa merasa heran.
"Sudahlah honey, ayo kita masuk saja. Mama pasti sudah nungguin di dalam." Shasa pun menurut dan langsung melangkah menuju ke pintu rumahnya diikuti suaminya di belakangnya yang menggendong Baby Queen.
Ceklek!!
__ADS_1
Shasa langsung mendorong pintu rumahnya yang ternyata tidak dikunci.
"SURPRISE!" Teriak semua orang yang ada di dalam rumah menyambut kedatangan Baby Queen. Hujan kertas pun bertebaran ke udara bersamaan dengan bunyi terompet yang ditiup oleh kedua bocah kembar tersebut hingga memenuhi ruang tamu.
"Preeeeeeettt!"
"Welcome to the home baby Queen!" Ucap mereka serempak. Jangan lupakan spanduk segede gaban yang bertuliskan "WELCOME TO THE HOME BABY QUEEN" beserta fhoto baby Queen yang menempel di dinding. Shasa hanya bisa melongo karena terkejut. Ia tak menyangka akan mendapat sambutan dari keluarganya dan juga asisten rumah tangganya.
"Kamu suka honey?" Bisik dokter Andrew tepat di telinga istrinya hingga memulihkan kesadaran sang istri.
"Su-suka!" Jawab Shasa tergagap. "Apa ini semua ide kamu hon?" Dokter Andrew mengangguk. Ya, memang semua itu adalah ide dari dokter Andrew dan si kembar yang ingin menyambut kedatangan adiknya. Namun jangan lupakan pak Har, Santi dan Lely, asisten rumah tangga mereka yang merealisasikan semua itu. Karena tidak mungkin dokter Andrew yang mengerjakan semua itu, sebab dokter Andrew tak pernah beranjak sedikitpun dari sisi istrinya selama di rumah sakit.
"Honey, mau pindah kamar di bawah atau di atas saja?" Tawar dokter Andrew.
"Di atas aja nggak papa."
"Ya sudah ayo!" Tanpa aba-aba dokter Andrew langsung menggendong sang istri hingga membuat Shasa memekik karena terkejut.
__ADS_1
"Aaaaaaaa!"
Mama Dona hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya. Dokter Andrew perlahan menaiki tangga membawa sang istri menuju ke kamar mereka yang ada di lantai atas, tanpa menghiraukan Mama Dona dan Papa Dika yang nampak sedang berebut untuk menggendong Baby Queen.
...~TAMAT~...
*****
*****
*****
*****
*****
Alhamdulillah bisa menyelesaikan cerita ini hingga tamat. Cerita Shasa emak tutup sampai disini ya, Shasa sudah bahagia bersama suami dan anak-anaknya. Terimakasih yang sudah mau membaca tulisan receh emak ð Kita lanjut ke kisah Anja & Laras, oke! ðĪ
__ADS_1
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ââðđðđ