Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 55


__ADS_3

"Apakah dia orangnya?" Tanya dokter Andrew tiba-tiba di belakang Shasa yang membuat Shasa terkejut. Saat ini Shasa dan dokter Andrew sedang berada di balkon ballroom hotel tersebut. Ya, setelah memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai tadi, Shasa langsung izin untuk ke toilet sebentar. Dokter Andrew yang melihat Shasa pergi segera memberikan Jerry kepada Papa Dika, kemudian mengikuti Shasa karena dokter Andrew tidak percaya jika Shasa akan pergi ke toilet. Dan benar saja, Shasa bukannya pergi ke toilet melainkan menuju ke balkon.


Shasa yang terkejut dengan kehadiran dokter Andrew yang tiba-tiba segera mengusap air matanya. Namun entah mengapa air matanya tak juga mau berhenti. Sekuat apapun Shasa mencoba untuk tegar, tetap saja dia hanya seorang wanita yang memiliki sisi lemah. Dokter Andrew segera merengkuh tubuh Shasa ke dalam pelukannya. Shasa pun langsung menangis tergugu di dada bidang dokter Andrew yang membuat kemeja yang dikenakan dokter Andrew basah oleh air matanya.


"Sudah, laki-laki b@jin9@n seperti itu tidak pantas kamu tangisi. Aku janji akan memberikan kebahagiaan untuk kalian bertiga." Dokter Andrew menciumi pucuk kepala Shasa. Shasa pun semakin mengeratkan pelukannya.


"Ayo kita kembali, nanti anak kita mencari mom dan daddy-nya." Dokter Andrew mengurai pelukannya kemudian mengusap sisa-sisa air mata di pipi mulus wanita idamannya itu.


"Anak kita?" Beo Shasa.


"Iya, bukankah mereka berdua memanggil kita dengan sebutan mom and dad? Bukankah itu artinya aku adalah daddy-nya?" Dokter Andrew meraih dagu Shasa kemudian mengecup bibirnya sekilas. Yang mana membuat Shasa terkejut dan membelalakkan matanya. Namun keterkejutannya itu hilang ketika dokter Andrew menggenggam tangannya kemudian mereka beriringan masuk ke dalam ballroom hotel lagi.


Pukul sepuluh Shasa dan keluarganya pamit pulang karena baby twins sudah terlihat mengantuk dan kelelahan.


*****

__ADS_1


Shasa melangkahkan kakinya menuju ke ruang televisi saat samar-samar telinganya mendengar suara TV yang menyala. Dan benar saja, ada dua makhluk yang sedang tertidur lelap di depan televisi dengan posisi terduduk di sofa dan TV masih menyala menayangkan siaran bola. bukan orang yang menonton televisi namun televisi lah yang menonton orang tersebut.


Shasa langsung mematikan sambungan televisi tersebut kemudian ingin membangunkan Edward dan juga dokter Andrew. Namun saat tangannya terulur ingin menepuk pundak dokter Andrew, tiba-tiba saja tangannya sudah ditarik oleh dokter Andrew hingga Ia terduduk di atas pangkuan dokter Andrew. Seketika itu Shasa langsung memekik karena terkejut, namun dokter Andrew segera membungkam bibir Shasa dengan bibirnya.


"Aaa eemb-" Mata Shasa langsung terbelalak kemudian segera mendorong kepala dokter Andrew hingga ciuman mereka berdua terlepas.


"Makanya jangan berisik." Ucap dokter Andrew santai. Shasa pun semakin melotot tajam ke arah dokter Andrew. "Sepertinya kamu betah berlama-lama berada di pangkuanku." Bisik dokter Andrew tepat di telinga Shasa yang membuat Shasa sadar dan segera berdiri dari pangkuan dokter Andrew.


"Apa sich dok, masuk kamar sana istirahat." Shasa beralih menghampiri Edward kemudian mengguncang tubuh Edward hingga sang empunya terbangun.


"Masuk kamar sana kalau mau tidur." Seketika itu Edward baru menyadari di mana ia berada saat itu. Tanpa banyak bicara Edward langsung menaiki tangga menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


"Dokter kenapa masih ada di sini?"


"Kamu kok belum tidur?" Bukannya menjawab pertanyaan Shasa dokter Andrew malah balik bertanya.

__ADS_1


"Mau ambil minum!" Jawab Shasa ketus karena masih kesal dengan dokter Andrew. Shasa kemudian berlalu meninggalkan dokter Andrew menuju ke dapur untuk mengambil minum.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂

__ADS_1


__ADS_2