
Bruukk!
"Aaaaaaarrrgh!"
Bu Mayang yang kala itu mengikuti Laras ke kamar mandi segera mempercepat langkahnya saat mendengar jeritan dari arah dapur.
"Ya Allah, sayang!" Jerit Bu Mayang kala melihat anaknya yang tergeletak di kamar mandi seraya memegangi perutnya. Nampak darah segar mengalir di sela kaki Laras dan juga di lantai kamar mandi, membuat Bu Mayang semakin histeris.
"Laras!" Bu Mayang segera memangku kepala anaknya. Di tepuk-tepuknya pipi Laras yang kesadarannya sudah mulai menghilang. Semakin histerislah Bu Mayang saat melihat anaknya yang sudah tak sadarkan diri. Bu Mayang segera meletakkan kembali kepala anaknya ke lantai kamar mandi, karena ia tidak kuat jika harus mengangkat Laras sendirian. Bu Mayang segera berlari keluar untuk mencari bantuan.
Saat itu para pekerja di rumah makannya sengaja diliburkan sampai pembangunan selesai dan rumah makan sudah siap untuk dibuka kembali. Dengan bantuan para pekerja yang sedang menggarap rumah makan, Bu Mayang membawa Laras ke rumah sakit dengan mengendarai taksi.
Sekitar tiga puluh menit lamanya berkendara dengan kecepatan tinggi, akhirnya taksi yang ditumpangi oleh Bu Mayang dan Laras tiba di rumah sakit. Laras langsung dilarikan ke ruang UGD dan langsung ditangani oleh beberapa dokter dan perawat.
Bu Mayang yang saat itu duduk cemas di kursi tunggu depan UGD segera menghubungi Radit suami Laras guna memberitahukan keadaan Laras saat ini.
Radit yang pagi itu berada di pabrik seketika syok saat mendengar kabar istrinya dari sang mertua. Radit menyesal telah meninggalkan istrinya kala itu, pasalnya ia sudah tahu kalau istrinya saat itu mengeluh kurang enak badan, tapi ia tetap saja meninggalkannya.
Radit segera mengalihkan pekerjaannya kepada orang kepercayaannya, kemudian ia segera pulang ke rumah mama Shela untuk memberitahukan keadaan istrinya saat ini kepada Mama Shela.
"Radit, kenapa lari-lari?" Tanya Mama Shela saat melihat anaknya berlarian memasuki rumah.
__ADS_1
"Ma, huh.. huh.. huh.." Radit berusaha mengatur nafasnya sebelum akhirnya ia menjelaskan kepada mamanya. Mendengar penjelasan anaknya, seketika Mama Shela ikutan panik. Mama Shela memutuskan untuk ikut bersama Radit terbang ke Surabaya.
Pukul dua siang Radit dan mama Shela tiba di rumah sakit tempat Laras dirawat. Dan saat itu Laras sudah dipindahkan ke ruang perawatan.
Ceklek!
Radit langsung masuk ke dalam ruang perawatan istrinya diikuti oleh Mama Shela yang mengekor di belakangnya. Melihat suaminya yang sudah datang Laras langsung menangis sesenggukan. Radit segera merengkuh tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya.
"Apa yang terjadi? Kata mama kamu jatuh di kamar mandi." Laras tak sanggup menjelaskan keadaannya saat ini kepada suaminya. Akhirnya Bu Mayang lah yang menjelaskannya kepada Radit dan besannya.
"Laras keguguran." Ucap Bu Mayang sendu.
Deg!
"Gue bersumpah! Tidak akan ada anak keturunan loe yang terlahir kecuali dari rahim gue!"
Radit terduduk di kursi samping brankar perawatan istrinya. Kepalanya saat ini dipenuhi dengan ucapan Shasa yang berputar-putar memenuhi otaknya.
"Gue bersumpah! Tidak akan ada anak keturunan loe yang terlahir kecuali dari rahim gue!"
"Gue bersumpah! Tidak akan ada anak keturunan loe yang terlahir kecuali dari rahim gue!"
__ADS_1
"Araaaaarrgh!" Teriak Radit spontan hingga membuat istrinya tersentak kaget. Begitupun Mama Shela dan Bu Mayang yang duduk di sofa ikut berjingkat.
"Radit!" Mama Shela beranjak menghampiri anaknya, kemudian mengusap kepala anaknya yang masih terduduk di samping menantunya. "Sabar nak, ini ujian buat rumah tangga kalian. Jangan menyerah, kalian masih muda masih banyak kesempatan."
"Maaf, karena aku tidak bisa menjaganya." Ucap Laras takut-takut. Radit yang menyadari ketakutan istrinya, segera memeluk Laras kembali.
"Bukan salah kamu, maaf jika aku membuat mu takut. Aku yang harusnya minta maaf karena tidak bisa menjaga kalian." Radit menciumi puncak kepala istrinya.
Setelah istrinya tertidur, Radit segera mengirim pesan kepada Erik untuk memberitahukan bahwa ia sudah tiba di Surabaya, dan saat ini sedang menjaga istrinya di rumah sakit. Mama Shela pergi ke kantin untuk membeli makanan karena mereka belum sempat makan siang. Sedangkan Bu Mayang pamit pulang karena harus mengawasi pembangunan rumah makannya.
*****
*****
*****
*****
*****
Ini udah aku Update dari tgl 26, tapi sampe sekarang belum lolos juga review-nya. Padahal gak ada kata-kata vulgarnya ðĒðĒ
__ADS_1
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð