
Mom Yasmin dan Dad Erwin serta Edward pamit untuk makan siang terlebih dahulu. Tertinggal suster Elsa yang setia menemani Shasa yang tertidur setelah makan siang. Baby twins pun juga terlihat lelap di dalam box bayi.
"Bagaimana ini dad?" Tanya mom Yasmin kepada dad Erwin saat mereka bertiga sampai di kantin rumah sakit yang sudah mulai sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Edward hanya mengedikkan bahunya, ia tak mau ambil pusing dengan urusan orang tua.
"Sebaiknya kita kabari saja kak Dika dan kak Dona mom, daripada nanti tau dari orang lain. Lagian tadi Shasa juga sudah memposting fotonya di sosial media. Sebelum mereka yang menghubungi kita, sebaiknya kita dulu yang menghubunginya." Ujar dad Erwin bijak.
Akhirnya mom Yasmin memutuskan untuk menghubungi mama Dona di Indonesia.
*****
Mama Dona yang siang itu sedang makan siang bersama papa Andika di rumah segera beranjak dari kursinya saat mendengar bunyi nyaring ponselnya. Mama Dona melangkah menuju ke ruang tengah karena tadi ponselnya ia letakkan di meja yang ada di ruang keluarga.
Tertera nama Yasmin di layar ponselnya. Takut ada sesuatu yang penting, mama Dona segera mengangkatnya.
"Hallo Yas ada apa? Tumben siang-siang begini telpon, apa si bakpao bikin ulah?"
"Kak, eemm......"
"Ada apa? Bicara yang jelas!"
"Anu kak!"
"Anu apanya yang anu? Bisa gak, gak usah ona anu gak jelas begitu."
__ADS_1
"Begini kak, Yas mau bicara tapi jangan kaget! Apa kak Dika ada di rumah?"
"Ya, kami sedang makan siang."
"Bagus! Jadi Yas gak perlu dua kali menjelaskan. Sekarang nyalakan spikernya dan dengarkan baik-baik. Jangan menyela sebelum Yas selesai bicara!"
"Ada apa sich? Ribet banget! Udah aku nyalain spikernya."
Mom Yasmin mulai menjelaskan keadaan Shasa saat ini yang telah melahirkan anak kembar. Mama Dona dan papa Dika pun seketika terkejut.
"Apa? Melahirkan?" Mama Dona langsung meluruh ke lantai bersamaan ponselnya yang ikut meluncur. Papa Dika yang masih terduduk di kursinya pun segera menghampiri mama Dona kemudian membopongnya dan membaringkannya di sofa ruang tengah. Beruntung tadi Oma Sekar gak ikut makan siang di ruang makan. Kalau saja tadi Oma Sekar juga ada di ruang makan bisa langsung ngedrop kondisinya.
"Lely! Santi!" Teriak papa Dika memanggil kedua pembantu rumah tangganya. Santi dan Lely berlarian dari arah dapur menuju ruang tengah. Seketika itu mereka kaget melihat majikannya terkapar di sofa.
"Biarkan saya saja pak!" Ucap Lely saat sudah kembali dengan minyak kayu putih di tangannya. Papa Dika langsung bangkit dari duduknya dan di ganti oleh Santi. Lely mengoles pangkal hidung dan pelipis mama Dona. Sedangkan Santi yang mengoles kaki mama Dona serta memijatnya pelan.
"Apa tadi mama udah tidur?" Tanya papa Dika khawatir. Takutnya Oma Sekar mendengar pembicaraan mereka dengan mom Yasmin di telepon.
"Sudah pak, setelah makan siang tadi Oma Sekar langsung istirahat. Setelah terlelap baru saya tinggalkan." Jawab Lely sopan.
"Syukurlah!"
Tak berselang lama mama Dona membuka matanya, air mata langsung mengalir di kedua pipinya.
__ADS_1
"Ma!" Santi beranjak dari duduknya dan digantikan papa Dika lagi.
"Mama tadi hanya mimpi kan pa?" Ucap mama Dona yang masih tergeletak lemas di sofa.
"Pa!" Panggil mama Dona karena tak ada jawaban dari suaminya itu.
"Ya!"
"Mama tadi hanya mimpi kan?" Tanya mama Dona sekali lagi.
"Papa gak tau ma!" Papa Dika memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Santi dan Lely pamit ke belakang setelah majikannya tersebut sadar.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð