Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 82


__ADS_3

"Ada apa lagi pak?" Sony menghampiri Erik saat melihat atasannya itu berdiri lagi di depan ruangan bosnya. Mendengar suara Sony, Erik pun sontak menoleh.


"Pak boss belum keluar lagi, padahal ini sudah satu jam lebih dari waktu kita masuk ke dalam ruangan ini." Erik nampak gusar, raut khawatir tergambar jelas di wajahnya.


"Apa di kunci lagi pak?"


"Ya!"


"Bagaimana kalau kita dobrak lagi aja Pak?" Usul Sony.


"Nanti gimana kalau kayak tadi lagi. Bisa tamat riwayat gue sama loe!" Erik mendelik ke arah Sony yang membuat nyali Sony menciut. "Kita tunggu sekitar setengah jam lagi, kalau Pak bos tidak juga keluar nanti kita dobrak." Sony mengangguk. "Sekarang kembali sana!" Usir Erik. Sony pun bergegas kembali ke depan.


Sudah setengah jam berlalu namun Radit belum juga menampakkan batang hidungnya. Erik semakin gusar, ia pun segera mencari Sony untuk kembali lagi ke ruangan bosnya.


"Sony!" Panggil Erik saat melihat Sony menenteng sebuah nampan berisi gelas-gelas kosong.


"Ya pak!"


"Cepat letakkan di belakang dan ikut saya! Ajak Aldi sekalian, kita dobrak ruangan Pak boss!" Erik langsung berlalu menuju ruangan Radit. Sony pun segera melesat ke belakang untuk menaruh gelas-gelas kotor kemudian mencari Aldi. Aldi memang memiliki perawakan yang tinggi kekar, atau biasa disebut macho.


"Ayo cepetan!" Teriak Erik saat melihat Sony dan Aldi yang berjalan ke arahnya. Karena dalam pandangan Erik mereka terlihat lelet.


"Iya pak!" Teriak Sony dan Aldi bersamaan seraya berlari menghampiri atasannya itu.


"Langsung kalian dobrak saja!" Ucap Erik yang membuat Sony dan Aldi saling pandang. "Nanti aku yang tanggung jawab kalau kalian dipecat." Ujar Erik saat melihat keraguan dari kedua karyawannya itu.


"Baik pak!" Sony dan Aldi mengangguk kemudian mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu ruangan kerja bosnya.

__ADS_1


Satu..


Dua..


Braakk!!!


Satu..


Dua..


Braakk!!!


"Sekali lagi, oke!" Ucap Erik saat melihat kedua karyawannya itu belum berhasil mendobrak pintu ruang kerja Radit. Sony dan Aldi mengangguk kemudian mengambil ancang-ancang kembali dari jarak yang lebih jauh agar hantaman mereka semakin kuat.


Satu..


Dua..


Braakk!!!


Dan berhasil! Pintu ruang kerja Radit yang berdiri kokoh itu sudah terbuka. Meskipun Sony dan Aldi hampir saja nyungsep, tapi mereka mampu menahan tubuhnya. Erik langsung merangsek masuk ke dalam mencari Radit.


"Boss!" Teriak Radit saat tak menemui bosnya di ruang kerjanya. Ia pun segera melangkah menuju kamar pribadi Radit yang ada di dalam ruang kerja tersebut.


Ceklek!


Beruntung pintu kamar tak dikunci oleh bosnya itu. Kalau saja di kunci, tubuh kedua karyawannya itu bakalan memar-memar besok karena menghantam dua pintu sekaligus.

__ADS_1


"Boss!" Teriak Erik saat memasuki kamar Radit, membuat Sony dan Aldi berlarian menghampirinya.


Tubuh Radit sudah tergeletak di depan pintu kamar mandi dengan wajah pucat dan hanya menggunakan sehelai handuk. Beruntung handuk yang hanya dililitkan di pinggangnya itu tak sampai merosot.


"Siapkan mobil!" Teriak Erik menggema di dalam ruangan tersebut, membuat Sony dan Aldi kalang kabut.


"Kuncinya mana pak?" Tanya Sony yang juga ikutan panik.


"Cari saja di meja!" Teriak Erik sekali lagi.


"Loe bantu Pak Erik ngangkat pak bos Al, gue siapin mobil." Sony segera menyambar kunci mobil Radit yang tergeletak di atas meja kerja bosnya itu kemudian melesat keluar.


Erik dan Aldi segera menggotong tubuh Radit ke atas ranjang untuk dipakaikan baju terlebih dahulu. Setelah itu mereka berdua langsung menggotong tubuh Radit keluar dari ruangan Radit hingga membuat pengunjung cafe heboh karena melihat pemilik cafe yang digotong tak sadarkan diri.


*****


*****


*****


*****


*****


Maaf kemarin nggak bisa update karena emak sibuk di dunia nyata ðŸĪ—


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕ðŸŒđðŸŒđ


__ADS_2