Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 17


__ADS_3

Sesuai janji Shasa seminggu yang lalu kepada mamanya, hari ini ia siap menemani mama Dona untuk bertemu Tante Rosi.


"Telpon Tante Rosi dulu ma, sekarang ada di rumah apa di rumah sakit."


"Memangnya siapa yang sakit Sha? Om Hadi apa Nara?" Tanya mama Dona kaget. Pasalnya selama beberapa kali telponan dengan Tante Rosi mereka tak pernah membahas orang sakit.


"Mamanya Radha ma." Jawab Shasa.


"Radha siapa?"


"Memangnya Tante Rosi gak pernah cerita sama mama?"


"Cerita apa sich? Jangan bikin Mama penasaran. Rosi cuma bilang kalau ia akhir-akhir ini sibuk, kalau mau main ke rumahnya di suruh ngabarin dulu takutnya ia pas lagi gak di rumah."


"Nah itu makanya sekarang telpon dulu, tanyain ke Tante Rosi sekarang ada di rumah gak."


"Baiklah, mama telpon Rosi dulu." Mama Dona langsung merogoh ponsel yang ada di dalam tasnya.


"Hallo!"


"Hallo Ros, sekarang ada dimana?"


"Aku lagi gak di rumah Don, kalau mau ketemu datang aja ke rumah sakit."


"Baiklah, aku ke sana sama Shasa."


"Oke aku tunggu!"

__ADS_1


Tut!


Mama Dona langsung memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas dan langsung mengajak Shasa pergi ke rumah sakit.


"Pak Har, anterin kita ke rumah sakit ya." Pinta mama Dona kepada supir Oma Sekar.


"Baik Bu, mari!" Pak Har membukakan pintu mobil untuk mama Dona sedangkan Shasa membuka sendiri pintu sebelah dan langsung duduk di jog belakang samping mamanya.


Selama perjalanan, Shasa menceritakan tentang baby Radha dan mamanya yang terbaring koma kepada mama Dona. Mama Dona yang mendengar cerita Shasa dari awal tak kuasa menahan air mata.


"Jadi kamu kenal sama Anja Sha?"


"Bukan hanya kenal ma, tapi kami berempat bersahabat."


"Berempat?" Beo mama Dona.


"Kenapa dulu kamu gak pernah ajak mereka main ke rumah?"


"Anja dan Riani kerja ma, mereka berdua kerja di rumah makan Bu Mayang ibunya Laras. Kalau Laras teman kuliah tapi beda jurusan."


"Dan satu lagi yang perlu mama tau, Anja pernah keguguran karena Shasa."


"Apa!" Mama Dona terkejut setengah mati mendengar ucapan anaknya. Shasa pun menceritakan kembali awal mula pertemuan mereka hingga terjadinya insiden keguguran itu.


"Iya, waktu itu Shasa cemburu lihat Radit perhatian sama Anja. Padahal Anja tak meresponnya sama sekali."


"Emang dasar buaya si Radit!" Geram mama dona.

__ADS_1


"Saat itu Shasa pikir Anja masih lajang, eh ternyata udah punya suami. Dan Shasa juga gak tau kalau saat itu Anja sedang hamil." Jelas Shasa panjang lebar.


"Terus, kok kalian akhirnya bisa sahabatan?" Tanya mama Dona penasaran.


"Itu karena hati Anja yang seluas samudra, mau memaafkan kesalahan Shasa yang bahkan Shasa sendiri saja gak bisa maafin diri sendiri kalau ingat kejadian itu."


"Kasihan, orang sebaik itu kenapa takdirnya kurang beruntung?" Ucap mama Dona sendu.


"Sudah sepatutnya kita bersyukur ma, kita memiliki keluarga yang utuh."


"Iya, mama tak henti-hentinya bersyukur."


Pembicaraan mereka berakhir saat mobil memasuki halaman rumah sakit. Shasa dan mama Dona memilih turun di depan saja, dan pak Har langsung mencari tempat parkir yang masih kosong.


Shasa dan mama Dona masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai lima dimana ruangan tempat Anja di rawat saat ini. Setelah melewati lorong, akhirnya sampailah mereka di depan pintu ruang perawatan Anja.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2