
Pukul sebelas siang Seno dan baby Camelia tiba di rumah Bu Mayang. Ya, pagi-pagi sekali tadi Seno berangkat dari desa bersama sang anak menuju ke Surabaya dengan menggunakan travel. Rencananya mereka nanti sore akan terbang ke Jakarta untuk menghadiri pesta pernikahan Nara dan Anja yang akan di laksanakan besok.
Seno dengan menggendong baby Camelia masuk ke dalam rumah makan melalui pintu depan.
"Bunaaaaaaa!" Teriak Camelia kecil melorot dari gendongan sang ayah kemudian berlari saat melihat Laras di dalam rumah makan tersebut. Sontak saja suara teriakan anak kecil tersebut menjadi pusat perhatian pengunjung rumah makan disana, apalagi ini sudah jamnya makan siang, sudah bisa di pastikan warung sedang ramai-ramainya. Laras yang mendengar suara anak kecil pun menoleh dan mendapati baby Camelia berlari ke arahnya. Segera ia merentangkan kedua tangannya untuk menyambut baby Camelia ke dalam pelukannya. Laras memang sudah mengenali baby Camelia meskipun mereka belum pernah bertemu. Karena Laras selalu meminta Seno mengirimkan foto-foto anaknya. Tapi yang ia herankan, kenapa baby Camelia juga mengenalinya? Apakah Seno juga menunjukkan foto-foto dirinya kepada baby Camelia? Entahlah....
Bruukk!
Baby Camelia langsung nemplok memeluk Laras dengan erat. Kedua tangan mungilnya melingkar erat di leher Laras.
"Hey sayang!" Laras mengelus kepala dan punggung baby Camelia dalam pelukannya.
"Buna tok dak puyang? Hiks.. hiks.."
"Hey kenapa menangis?" Laras mengurai pelukannya kemudian mengusap air mata baby Camelia yang membasahi wajah imut baby Camelia.
"Mel tanen tama Buna, hiks.. hiks.." Laras kembali merengkuh baby Camelia ke dalam pelukannya seraya berlinang air mata.
__ADS_1
"Maaf!" Ucap Seno saat sudah berada di dekat Laras dan putrinya. "Setiap hari Camel selalu memandangi foto kalian bertiga yang ada di meja kamar. Ia menganggap bundanya ada tiga, jadi saat melihat kamu pertama kali, Camel mengira kalau kamu bundanya." Jelas Seno yang semakin membuat Laras sesenggukan.
"Ayo kita ke rumah saja mas." Dengan menggendong baby Camelia, Laras melangkah menuju ke rumah diikuti Seno di belakang mereka.
"Ma!" Bu Mayang yang saat itu sedang menonton televisi menoleh saat mendengar anaknya memanggilnya.
"Eh, cucu cantik Oma sudah datang?" Bu Mayang segera beranjak dari duduknya kemudian meraih baby Camelia dari gendongan Laras, lalu menghujani baby Camelia dengan ciuman bertubi-tubi. Baby Camelia yang merasa belum mengenal Bu Mayang hanya diam saja dalam gendongan Bu Mayang.
"Ini Oma sayang." Laras mengenalkan Bu Mayang kepada baby Camelia.
"Oma?" Beo baby Camelia.
"Oma!"
"Iya sayang, ini Oma." Bu Mayang kembali mencium baby Camelia dengan air mata yang sudah berlinang. "Makanlah dulu Sen, baru istirahat. Nanti sore kita berangkat sama-sama ke Jakarta, tunggu Radit pulang dulu." Seno mengangguk kemudian segera kembali ke warung meninggalkan putrinya bersama Laras dan Bu Mayang.
*****
__ADS_1
Untuk pertama kalinya Shasa menginjakkan kembali kakinya di tanah air setelah tiga tahun lebih lamanya ia meninggalkan negara kelahirannya. Mereka semua beriringan menuju keluar bandara karena mobil jemputan sudah tiba di depan bandara.
Ya, seluruh anggota keluarga Gutawa dan suster Elsa juga ikut datang ke Indonesia untuk menghadiri resepsi pernikahan Nara dan Anja. Selain karena mom Yasmin adalah adik Mama Dona sahabat Mama Rosi, dad Erwin adalah salah satu kolega bisnis papa Hadi. Perusahaan keluarga Wijaya memang menjalin kerjasama dengan perusahaan keluarga Gutawa yang berasal dari Singapura tersebut. Dan jangan lupakan dokter Andrew yang turut serta datang ke Indonesia atas permintaan si kembar. Bagai pucuk dicinta ulam pun tiba, niat hati dokter Andrew yang ingin meminta Restu kepada kedua orang tua Shasa pun sepertinya direstui oleh alam semesta.
Sejak pesawat yang di tumpangi oleh mereka landing, Gerry dan Jerry berebut minta di gendong oleh dokter Andrew. Namun karena Jerry kalah start dengan Gerry sang kakak, sebab saat itu Jerry masih tertidur, akhirnya Jerry harus menerimanya saat uncle Edward menggendongnya, sedangkan Gerry sudah berada di gendongan dokter Andrew. Tak lupa Gerry menjulurkan lidahnya kepada saudara kembarnya. Begitulah kebiasaan anak kembar tersebut jika merasa dirinya menang.
*****
*****
*****
*****
*****
Sumpah ini emak lagi mumet bin ngelu ðĪ ini nanti konfliknya Shasa-Radit tapi acaranya punya Nara-Anja ðΧ Gimana donk ðĪ
__ADS_1
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠðĪŠ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð