Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 29


__ADS_3

"Ma, pa, kenalin ini Laras, calon istri Radit." Ucap Radit saat sudah kembali ke dalam kamar orang tuanya bersama Laras. Laras segera meraih tangan mama Shela kemudian menciumnya dengan takzim. Setelah itu Laras beralih ke papa Angga. Namun uluran tangan Laras tak di hiraukan oleh papa Angga. Laras pun segera menurunkan tangannya seraya menunduk mundur.


"Pa, jangan begitu." Mama Shela merasa tak enak hati dengan kelakuan suaminya yang secara tak langsung menolak Laras.


"Pa, Radit mohon, Restui kami." Mohon Radit pada papa Angga namun papa Angga hanya diam saja.


"Pa!" Mama shela yang melihat anaknya memohon pun ikut membujuk suaminya. "Biarkan Radit menentukan pilihannya sendiri pa."


"TIDAK!" Tolak papa Angga seraya bangkit dari tidurnya.


"Pa!" Sanggah mama Shela.


"Setuju atau tidak, Radit akan tetap menikahi Laras meski tanpa restu papa."


"DASAR ANAK KURANG AJAR KAMU!" Teriak papa Angga menggelegar bersamaan dengan tubuhnya yang ambruk ke atas tempat tidur. "Aaarrrgh!" Mata papa Angga melotot seraya memegangi dadanya.


"Papa!"


"Pa!" Radit dan mama Shela langsung menghampiri papa Angga.

__ADS_1


"Papa, sadar pa. Radit, ayo kita bawa papa ke rumah sakit" Mama Shela sudah berlinang air mata. Radit langsung melesat keluar kamar.


"Pak Yanto!" Teriak Radit mencari pak Yanto. Pak Yanto pun tergopoh-gopoh menghampiri Radit.


"Iya den!"


"Bantu saya angkat papa, kita bawa ke rumah sakit." Tanpa banyak tanya, pak Yanto dan Radit langsung melesat ke kamar orang tuanya. Papa Angga sudah tak sadarkan diri di pangkuan mama Shela.


"Radit cepat, papa pingsan." Radit dan pak Yanto langsung membopong tubuh lemah papa Angga untuk di masukkan ke dalam mobil. Mama Shela mengekor di belakang dan langsung ikut masuk ke dalam mobil. Radit langsung masuk ke dalam mobil lalu melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan Laras yang sejak tadi hanya diam dengan linangan air mata. Teh Nur yang sejak tadi melihat Laras pun tak tega, akhirnya teh Nur menghampiri Laras yang sudah kembali duduk di sofa ruang tamu.


"Mbak Laras mari saya antar ke kamar tamu biar bisa istirahat dulu." Teh Nur yang tadi sempat berkenalan dengan Laras pun mencoba mengakrabkan diri.


"Mas Radit memang begitu kalau lagi panik lupa sama yang ada di sekitarnya. Ayo mbak!" Laras pun beranjak mengekor teh Nur.


*****


"Sus tolong!" Teriak Radit saat tiba di loby rumah sakit. Beberapa suster dan perawat laki-laki dengan sigap mengambil brankar lalu menghampiri mobil. Dengan bantuan perawat, Radit merebahkan tubuh papa Angga ke atas brankar lalu mendorongnya menuju ke ruang UGD. Beberapa dokter langsung sigap saat brankar yang membawa papa Angga tiba di UGD.


Radit dan mama Shela duduk menunggu di depan ruang UGD. Radit memeluk mamanya yang sejak tadi tak hentinya menangis.

__ADS_1


"Ma, sudah, kita berdoa saja, semoga papa baik-baik saja." Radit mengurai pelukannya saat tersadar jika ia telah mengabaikan Laras. Radit segera merogoh ponsel di sakunya guna menghubungi Laras.


[Ras maaf, bukan maksud aku mengabaikan mu. Tapi tadi aku lagi panik. Semoga saja kamu mengerti. Minta tolong teh Nur anterin ke kamar tamu biar bisa istirahat. Nanti aku pulang kalau kondisi papa udah membaik] -Radit-


Radit memilih mengirim pesan kepada Laras. Tak lama balasan pesan dari Laras pun masuk.


[Ya, aku ngerti! Aku udah di dalam kamar] -Laras-


Setelah membaca balasan pesan dari Laras, Radit langsung memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2