Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 22


__ADS_3

Ceklek!


Mom Yasmin dan Edward sigap berdiri saat mendengar bunyi pintu di buka. Nampak seorang dokter keluar dari ruang UGD kemudian mendekat ke arahnya.


"Suami dari Shasa Andika Pratama?" Pertanyaan dokter barusan sontak membuat mom Yasmin dan Edward terkejut setengah mati.


"Apa bapak suami ibu Shasa?" Tanya dokter tersebut seraya menunjuk Edward. Membuat Edward seketika gelagapan.


"Sa-saya dok?"


"Iya, apa bapak suami dari ibu Shasa?" Dokter mengulang pertanyaannya kembali.


"Sembarangan!" Edward melotot tajam ke arah dokter tersebut yang membuat sang dokter kebingungan. "Imut-imut gini di panggil bapak. Memangnya wajah saya kayak bapak-bapak apa!" Gerutu Edward yang langsung mendapat sikutan dari mom Yasmin.


"Kami keluarganya dok!"


"Baiklah Bu, begini, menurut pemeriksaan saya Bu Shasa saat ini sedang mengandung."


"Me-mengandung? Mak-maksud dokter Shasa hamil?" Mom Yasmin masih dalam keterkejutannya.


"Iya, apa ibu belum tau?" Mom Yasmin menggeleng.


"Untuk lebih jelasnya kami akan membawa Bu Shasa ke dokter Obygn agar bisa langsung di USG untuk memastikan. Mari Bu, pak."


"Dok, bisa gak jangan panggil saya pak. Geli tau!" Sungut Edward kesal.


"Maaf mas!" Mom Yasmin dan Edward mengekor di belakang dokter. Nampak beberapa perawat mendorong brankar Shasa keluar dari UGD lalu di dorong melewati lorong dan masuk ke dalam ruangan dokter Obygn.

__ADS_1


"Selamat siang!" Sapa seorang dokter laki-laki muda yang bernametag Andrew dengan senyum ramah.


"Siang dok!" Jawab mereka kompak.


"Ada yang bisa di bantu?" Tanya dokter Andrew yang langsung di jelaskan oleh dokter yang tadi menangani Shasa.


"Baiklah!"


"Kalau begitu kami permisi dok!" Pamit dokter tadi dan juga beberapa perawat yang tadi ikut mengantarkan Shasa karena di dalam sudah ada dua perawat yang akan membantu dokter Andrew.


Setelah kepergian dokter tadi, dokter Andrew langsung mendekat ke brankar Shasa.


"Sudah siap Bu?" Tanya dokter Andrew kepada Shasa yang sejak tersadar hanya diam saja dengan pandangan kosong, namun Shasa mengangguk lemah menjawab pertanyaan dokter Andrew. Mom Yasmin dan Edward sigap memposisikan dirinya di samping Shasa.


Dokter perlahan mengerakkan transduser setelah tadi seorang perawat mengoleskan gel ke atas permukaan perut Shasa.


"Du-Dua dok?" Beo mereka bertiga.


"Iya, itu gambarnya jelas sekali. Ada dua kantung janin."


"Kok bisa dua dok? Kemarin pas saya periksa cuma satu." Ucap Shasa kebingungan.


"Iya Bu, itu hal yang wajar. Biasanya di awal kehamilan memang belum nampak. Ini usianya sudah sebelas Minggu. Ada keluhan Bu?"


"Pusing sama mual dok."


"Iya gak papa, itu gejala umum awal kehamilan. Biasanya pada trimester pertama ibu hamil akan mengalami mual muntah, pusing dan juga nafsu makan yang menurun. Tapi ada juga yang ngebo. Hormon dan bawaan ibu hamil itu berbeda-beda. Makannya gimana?"

__ADS_1


"Dulu pas awal-awal gak nafsu makan. Tapi sekarang udah kembali seperti semula, apa pun masuk dok."


"Bagus itu, tapi harus tetap di jaga pola makannya dan juga kadar gizinya." Shasa mengangguk. Sedangkan mom Yasmin dan Edward hanya menyimak penjelasan dokter Andrew.


"Apa saya boleh pulang sekarang dok?"


"Iya boleh, tapi harus banyak istirahat."


"Apa kandungannya baik-baik saja dok?" Kali ini mom Yasmin yang bertanya untuk memastikan keadaan Shasa dan kandungannya.


"Jangan khawatir Bu, menurut catatan medis saya semuanya baik, janinnya juga sehat. Nanti saya resepkan vitamin dan penambah darah."


Setelah menerima resep dari dokter Andrew, mereka bertiga segera meninggalkan ruangan dokter Andrew untuk menebus obat ke apotik.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂

__ADS_1


__ADS_2