Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 87


__ADS_3

Rumah Sakit dihebohkan dengan menghilangnya pasien atas nama Raditya Erlangga. Tadi saat Erik kembali ke ruang perawatan Radit setelah makan siang bersama Pak Yanto, Erik tidak mendapati sahabatnya itu di dalam ruangan tersebut. Sedangkan Mama Shela masih tertidur lelap di atas sofa. Erik pun segera mencari Radit ke dalam kamar mandi namun nihil, kamar mandi yang ada di dalam ruang perawatan Radit ternyata kosong. Erik kembali menghampiri bed perawatan Radit dan ternyata infus Radit masih menggantung di tempatnya. Erik yang panik langsung membangunkan Mama Shela.


"Tan, bangun tan. Radit gak ada di kamar." Mendengar suara yang tak asing di telinganya, Mama Shela segera membuka matanya dan mendapati Erik yang berdiri di sampingnya nampak terlihat panik.


"Ada apa Rik?" Mama Shela langsung terduduk.


"Radit gak ada di kamar tan."


"Hah!" Mama Shela seketika terkejut dan langsung melesat mendekati ranjang. Dan ternyata benar, anaknya itu tidak ada di sana. "RADIT!" Mama Shela langsung menjerit histeris saat tak menemukan anaknya di dalam ruangan tersebut. Mungkin ia terlalu capek sampai tak menyadari anaknya keluar dari ruang perawatan.


Erik segera melesat keluar dan bertanya kepada Pak Yanto apakah ia melihat Radit. Namun Pak Yanto mengatakan kalau ia tidak melihat Radit sama sekali, karena tadi memang Pak Yanto pergi ke kantin untuk makan siang bersama Erik.


Erik semakin panik dan langsung berlari menuju ke depan ke tempat resepsionis diikuti oleh Mama Shela dan juga Pak Yanto. Barangkali para petugas yang ada di sana melihat Radit yang keluar dari rumah sakit. Namun sesampainya di depan, para petugas yang ada di sana sama sekali tidak melihat Radit. Akhirnya mereka diarahkan oleh Pak satpam menuju ke ruang pemantauan CCTV, karena di sana mereka bisa melihat Radit yang sudah pasti terekam oleh CCTV rumah sakit.

__ADS_1


Dan benar saja, nampak jelas Radit celingukan di pintu ruang perawatannya. Kemudian segera keluar dan menyusuri koridor Rumah Sakit menuju ke pintu belakang.


"Shasa!" Pekik Mama Shela tiba-tiba. "Ayo kita ke rumah Shasa Rik. Pasti saat ini Radit sedang menuju ke rumah Shasa untuk menemui kedua anaknya." Mama Shela langsung melesat keluar dari ruangan tersebut.


"Tunggu dulu Tan!" Erik menarik pelan lengan Mama Shela, membuat Mama Shela menghentikan langkahnya. "Apa tante tau rumah Shasa?"


"Ya! Ayo, tante tahu rumah Dona. Ayo pak Yanto!" Pak Yanto pun langsung ikut berlari menuju ke tempat parkir.


Mobil yang dikendarai oleh Pak Yanto melesat membelah jalanan kota Jakarta yang siang ini nampak padat merayap karena memang jamnya makan siang.


"Iya Bu, ini jalannya rame." Ucap Pak Yanto takut-takut.


"Sabar Tan, Radit pasti baik-baik saja!" Erik menoleh ke belakang berusaha menenangkan Mama Shela yang sejak tadi tak berhenti menangisi anaknya.

__ADS_1


Sekitar hampir satu jam lamanya mereka baru sampai di kediaman Pratama karena tadi sempat terjebak macet. Dan benar saja, Radit sedang berdiri di depan pagar rumah kediaman Pratama. Hampir saja tubuh Radit terhempas ke bawah, beruntung Erik segera turun dari mobil dan langsung melesat untuk menahan tubuh Radit yang ternyata sudah tak sadarkan diri.


"Pak Yanto! Bantu aku cepat!" Teriak Erik memanggil sopir Mama Shela. Pak Yanto dan mama Shela pun langsung berlari menghampiri Erik dan juga anaknya. Tubuh Radit langsung digotong oleh Erik dan juga Pak Yanto kemudian dimasukkan ke dalam mobil. Pak Yanto langsung melesatkan mobilnya untuk kembali ke rumah sakit.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕ðŸŒđðŸŒđ


__ADS_2