Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 57


__ADS_3

Menjelang siang Laras sudah tersadar, mungkin yang diberikan oleh dokter hanya suntikan penenang dengan dosis rendah.


"Anak ku, hiks.. hiks.." Laras menangis tersedu seraya memegangi perutnya. Bu Mayang, Seno, serta ketiga karyawan Bu Mayang langsung beranjak dari duduknya. Anja, Nara dan mama Rosi serta Radha sudah pulang sejak Laras belum sadar tadi. Rencananya, Anja akan kembali lagi nanti sore.


"Maaf! Maafkan aku." Radit yang duduk di samping Laras mencoba menggenggam tangan istrinya, namun langsung di tepis oleh sang istri.


"Pergi kamu! Pergi dari sini pembunuh!" Teriak Laras lagi.


"Sebaiknya loe keluar dulu, biar Laras tenang." Seno berucap dengan tatapan tajamnya. Radit yang tidak ingin istrinya kembali histeris pun memilih untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Sudah ya, jangan seperti ini." Bu Mayang mencoba menenangkan anaknya lagi.


"Anak ku ma, anak ku pergi lagi. Hiks.. hiks.."


"Buna," Lirih baby Camelia dalam gendongan Seno dengan mata berkaca-kaca saat melihat Laras yang dianggap bundanya menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Sayang, sini nak!" Laras menepuk sisi ranjangnya meminta Seno untuk mendudukkan baby Camelia disisinya. Seno pun langsung mendudukkan anaknya disisi Laras. "Jangan tinggalin Buna ya nak!" Laras menciumi baby Camelia membuat orang-orang yang ada di sana teriris hatinya. Baby Camelia mengeratkan tangan mungilnya ke leher Laras.


"Jangan sedih lagi, ada kami semua yang sayang sama kamu." Seno mengelus puncak kepala Laras. Laras mengangguk.


"Sebaiknya kalian bersiap, tadi ibu udah minta tolong sama Nara buat urus kepulangan kalian ke Surabaya." Para karyawan Bu Mayang mengangguk serempak. "Tadi kata Nara, akan ada sopir yang menjemput kalian untuk kembali ke hotel terlebih dahulu untuk bersiap-siap, baru setelah itu sopir akan mengantar kalian ke bandara. Ibu titip warung pada kalian, nanti ibu akan kembali setelah kondisi Laras membaik." Mereka mengangguk lagi.


"Apa gak sebaiknya kamu ikut pulang saja Sen? Kasihan cucu ibu, lagian disini sudah ada ibu dan Radit yang menjaga Laras. Anja juga pasti akan kesini setiap hari."


Setelah menimbang-nimbangnya, akhirnya Seno memutuskan untuk ikut pulang bersama karyawan Bu Mayang.


"Ibu titip warung ya Sen, jangan pulang dulu sebelum kami kembali." Ucap Bu Mayang saat Seno pamit karena supir jemputan sudah datang. Seno mengangguk, kemudian meraih tangan Bu Mayang untuk di ciumnya. Bu Mayang pun langsung menghujani baby Camelia dengan ciuman. "Cucu Oma gak boleh nakal ya, doain Buna cepet sembuh biar cepet pulang."


Seno dan baby Camelia serta ketiga karyawan Bu Mayang akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit untuk bersiap pulang ke Surabaya. Tertinggal Bu Mayang dan Radit yang saat itu masih duduk di kursi tunggu depan ruang perawatan istrinya.


Selepas kepergian Seno, Radit mencoba mengintip ke dalam ruangan lewat kaca kecil yang ada di pintu. Terlihat Bu Mayang yang duduk di kursi sebelah Laras. Di bukanya perlahan pintu tersebut agar tidak menimbulkan suara yang bisa mengganggu istrinya.

__ADS_1


"Ma!" Radit hanya menyembulkan kepalanya saja. Bu Mayang pun menoleh. "Titip Laras sebentar." Setelah mendapat anggukan dari mertuanya, Radit segera menutup pintunya kembali kemudian pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.


*****


*****


*****


*****


*****


Kira-kira ada yang tau gak, Radit mau kemana? Mungkinkah mau kembali ke hotel untuk mengambil pakaian ganti?


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2