Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 26


__ADS_3

"Aaaww!" Shasa meletakkan kembali buah pir yang baru di kupasnya setengah itu.


"Aduh, non Shasa sih, udah bibik bilangin biar bibi aja yang ngupas. Kan, kena tangan non Shasa jadinya." Bik Leni terlihat panik melihat darah yang mengucur di jari Shasa. "Ayo non sini di cuci dulu sampe bersih darahnya. Setelah itu nanti bibik obati." Bik Leni menuntun Shasa ke wastafel yang ada di dapur.


"Ada apa bik?" Mom Yasmin yang ingin mengisi botol air minum ke dapur tak sengaja melihat bik Leni menuntun Shasa. "Ya ampun, ini darah apa?" Mom Yasmin kaget melihat banyak darah yang tercecer di lantai. Ia pun mengikuti asal darah tersebut dan ternyata dari meja makan yang di atasnya terdapat pisau dan buah pir yang berlumuran darah.


"Ini nya, non Shasa tangannya kena pisau. Tadi mau saya kupasin gak mau, eh sekarang malah kena tangannya." Bik Leni menuntun Shasa ke kursi ruang makan yang lain.


"Ya udah bibik bersihkan saja itu, biar Shasa aku yang obati. Tapi ambilkan dulu kotak obatnya." Bik Leni langsung bergegas mengambil kotak obat lalu menyerahkan kepada majikannya.


"Tadi kan bisa minta tolong sama bibik Sha, lihat ini lukanya dalem, hiiii....." Mom Yasmin bergidik ngeri melihat luka di jari Shasa yang lumayan dalam. Dibalutnya luka tersebut dengan kain kasa setelah di beri obat merah. Kemudian baru di kasih plaster.


"Perasaan ku gak enak Tan, apa terjadi sesuatu ya di rumah?"


"Coba hubungi mama kamu, takutnya terjadi sesuatu." Ucap mom Yasmin setelah selesai membalut jari Shasa.


"Makasih Tan, kalau gitu Shasa ke kamar dulu." Shasa bergegas menuju kamar untuk menghubungi mamanya.

__ADS_1


"Mbok, nanti kupaskan pir yang baru mbok. Anterin ke kamar Shasa."


"Siap nya!"


"Oh ya, usahakan kalau malam ada buah yang sudah di kupas di dalam kulkas atau sesuatu yang bisa dimakan lainnya, kue misalnya. Orang hamil biasanya kalau malam sering kelaparan."


"Baik nya!" Mom Yasmin kembali masuk ke dalam kamarnya setelah mengisi botol minumnya.


Shasa langsung meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas untuk menghubungi mamanya. Namun saat ia melirik jam yang ada di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, ia mengurungkan niatnya tersebut. Selisih waktu satu jam antara Indonesia dan Singapura yang berarti di Indonesia saat ini sudah pukul setengah sebelas malam. Diletakkan kembali ponselnya ke atas nakas kemudian ia segera naik ke atas tempat tidur. Ia tidak ingin mengganggu orang tuanya yang mungkin saat ini baru saja terlelap. Bukankah masih ada esok hari?


Tok.. tok.. tok..


Ceklek!


Nampak bik Leni berdiri di depan pintu dengan sepiring buah pir yang sudah di kupas dan di potong-potong kecil.


"Ini non." Bik Leni menyodorkan piring tersebut ke arah Shasa. Shasa pun langsung menerimanya karena saat ini perutnya memang terasa lapar.

__ADS_1


"Makasih bik."


"Sama-sama non, kalau gitu bibik permisi." Bik Leni segera pergi setelah mendapat anggukan dari Shasa.


Shasa segera melahap habis potongan buah pir tersebut. Sepertinya buah pir tersebut lebih dari satu, terlihat dari banyaknya potongan yang memenuhi piring tersebut.


Setelah merasa kenyang, Shasa langsung merebahkan tubuhnya kembali ke atas tempat tidur dan bersiap menjemput mimpi indahnya yang akhir-akhir ini tak lagi terasa indah.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2