Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 90


__ADS_3

Tak terasa kandungan Shasa sudah berusia tujuh bulan. Di kehamilan yang kedua ini tubuh Shasa tak sebohai dulu saat ia hamil si kembar. Shasa sangat menikmati kehamilannya saat ini, berbeda dengan yang dulu. Bukannya ia tak menikmatinya saat hamil si kembar, hanya saja di kehamilannya yang kedua ini Shasa jauh lebih merasa bahagia karena ada suami siaga yang sangat perhatian dan sangat menyayanginya. Bahkan saat naik turun tangga pun, ia selalu di gendong suaminya jika sang suami berada di rumah. Namun jika dokter Andrew sedang bekerja, maka Santi lah yang selalu siaga berada di samping Shasa. Sedangkan Lely yang bertugas mengawal si kembar.


Dokter Andrew dan kedua orang tua Shasa sebenarnya sudah menyarankan agar mereka pindah ke kamar tamu yang ada di bawah saja untuk sementara waktu, namun Shasa menolaknya. Alhasil Santi lah yang harus siaga menemani Shasa kemanapun.


"Mau bareng Daddy atau dianter pak Har boy?" Dokter Andrew mengambil tissu guna menyeka mulutnya setelah menyelesaikan sarapannya.


"Daddy Daddy Daddy!" Teriak si kembar bersamaan.


"Ya sudah, cepat selesaikan sarapan kalian! Honey, aku berangkat dulu ya?" Dokter Andrew beralih menatap sang istri yang ada di sampingnya.


"Iya hati-hati!" Shasa meraih tangan suaminya kemudian menciumnya.


"Hari ini mau di bawain apa? Anak Daddy pengen makan apa sayang?" Dokter Andrew mengelus perut buncit istrinya.


"Entahlah, nanti saja kalau pengen sesuatu aku kabari." Pagi ini memang Shasa tidak menginginkan sesuatu. Biasanya ia akan memberitahukan keinginannya saat jam makan siang, agar suaminya itu bisa sekalian mencarikan sesuatu yang diinginkan olehnya. Dan jangan lupakan malam harinya, Shasa selalu merasa lapar saat tengah malam. Alhasil ia selalu membangunkan suaminya untuk mencarikan makanan yang diinginkan olehnya. Beruntung dokter Andrew selalu siaga dan tidak pernah protes sedikitpun.


"Ya sudah aku berangkat, cup!" Tanpa rasa sungkan dokter Andrew mendaratkan kecupan manis di kening sang istri kemudian beranjak dari duduknya menghampiri kedua mertuanya. "Aku berangkat dulu Pa, ma." Pamit dokter Andrew mencium tangan Papa Dika dan juga mama Dona bergantian.

__ADS_1


"Hati-hati!" Pesan mama Dona.


"Iya ma, ayo boy, let's go!" Gerry dan Jerry berlarian menyusul daddy-nya setelah mencium tangan mommynya dan juga tangan Opa serta Omanya.


*****


"Ma, boleh Radit minta sesuatu?" Lirih Radit yang kondisinya semakin hari semakin menurun. Sebulan setelah kejadian di depan pagar kediaman Pratama, kondisi Radit dinyatakan membaik dan sudah diperbolehkan pulang. Mama Shela pun langsung membawa anaknya pulang ke Bandung. Namun semalam Radit dilarikan ke rumah sakit yang ada di Bandung karena sempat tak sadarkan diri. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, malam itu juga Radit langsung dirujuk ke rumah sakit yang ada di Jakarta dengan dokter yang menangani Radit sebelumnya.


Mama Shela yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut segera bangkit dan melangkah mendekati anaknya.


"Apapun sayang, katakan?"


"Jangan berkata begitu nak, kamu pasti sembuh." Air mata mama Shela sudah tidak dapat di bendung lagi. Mama Shela duduk di kursi samping brankar anaknya kemudian menggenggam erat tangan sang anak. "Katakan, apa yang kamu inginkan?"


"Radit ingin memeluk kedua anak Radit untuk yang pertama dan terakhir kalinya."


"Iya, kali ini Mama tidak akan lagi menghalangi mu. Jika perlu, Mama akan bersujud memohon kepada Shasa agar mengizinkan kamu bertemu dengan kedua anak mu." Ucap mama Shela dengan sesenggukan.

__ADS_1


"Terimakasih ma!" Mama Shela hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Sebentar ya, mama mau ke kantin dulu." Mama Shela segera keluar dari ruang perawatan Radit setelah mendapat anggukan dari anaknya.


*****


*****


*****


*****


*****


Hay.. hay.. hay.. emak come back gaess, Insyaallah sekarang udah bisa update tiap hari ya ðŸĪ—


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕ðŸŒđðŸŒđ


__ADS_2