Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 40


__ADS_3

"Siapa namanya Sha?" Tanya mama Dona setelah kedua bayi kembar Shasa tenang dan terlelap di pangkuan mama Dona dan papa Dika.


"Gerry Sha Pratama dan Jerry Sha Pratama!" Jawab Shasa mantap. Membuat semua orang manggut-manggut.


"Nama yang bagus!" Puji papa Andika.


"Apa kamu tidak ingin menyematkan nama ayahnya?" Tanya mama Dona tiba-tiba yang membuat semua orang bungkam kecuali papa Dika.


"Tidak perlu!" Tegas papa Dika


"Ayahnya tidak menginginkannya ma, hanya aku orang tuanya. Aku ibunya sekaligus ayahnya!" Tegas Shasa dengan berlinang air mata kembali. Mama Dona segera meletakkan Jerry, bayi kedua Shasa ke dalam box bayi kemudian segera memeluk anaknya. Sedangkan Gerry sang kakak masih berada di pangkuan papa Dika.


*****


Radit dan Erik saat ini berada di club tempat Kris bekerja. Tadi ketika Kris pamit untuk bekerja sekitar pukul sembilan malam, Radit memutuskan untuk ikut bersama Kris. Tak lupa ia juga menyeret Erik. Erik yang tau kalau saat ini bosnya dalam keadaan kacau hanya menurut saja karena tidak mau mendapat amukan dari bos sekaligus temannya itu.

__ADS_1


Memang tidak pernah ada kata yang terlontar dari mulut bosnya tersebut tentang Shasa. Namun semenjak ia menemukan foto USG Shasa yang tertinggal di ruangan Radit, Erik sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi. Di tambah melihat ekspresi Radit tadi saat melihat foto Shasa dan kedua baby twinsnya. Erik memilih diam saja dan gak mau ikut campur sebelum Radit sendirilah yang memintanya.


"Kamu gak pulang Dit? Ini sudah larut malam." Erik melihat jam pada pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. "Laras pasti menunggu mu di rumah. Ingat, sekarang kamu sudah menjadi seorang suami."


Radit yang mendengar ucapan Erik pun tersadar, saat ini pasti Laras istrinya sudah menunggunya. Padahal ia tadi hanya izin sebentar. Rasa pusing yang dirasakannya saat ini semakin berdenyut. Meskipun ia tidak sampe mabuk namun tetap saja ia butuh bantuan Erik untuk mengantarkannya ke apartemen.


Pukul dua belas malam Radit tiba di apartemen. Ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya di samping sang istri.


Laras yang merasa ada pergerakan di sampingnya pun membuka matanya dan mendapati suaminya disana.


"Heemm!" Jawab Radit singkat. Laras langsung memeluk suaminya itu dan menyerukan kepalanya di dada bidang sang suami yang polos tanpa memakai kaos. Kebiasaan Radit yang tidur hanya mengenakan boxer saja tanpa memakai atasan. Radit yang mendapatkan perlakuan dari Laras tersebut awalnya kaget, namun sedetik kemudian ia mulai membalas pelukan Laras.


Beberapa puluh menit berlalu terdengar hembusan nafas Laras yang teratur pertanda ia sudah tertidur lelap. Radit yang belum bisa tertidur meraih ponselnya yang tadi ia letakkan di atas nakas. Dibukanya sosial medianya kemudian mencari foto yang siang tadi membuat gempar seantero jagad Maya.


Dipandanginya lamat-lamat foto tersebut hingga membuat dadanya kian sesak dan kepalanya kian berdenyut. Rasa bersalah merajai hatinya saat ini. Dengan bodohnya ia menghina Shasa sedemikian rupa tanpa mau mendengar penjelasannya dulu. Bagaimana jika benar itu adalah anaknya?

__ADS_1


"Ah, bukan sepenuhnya salah ku, dia kan gak bilang kalau berondong itu sepupunya? Lagian, bisa saja kan dia hamil dengan laki-laki lain? Usia kehamilannya saja berbeda dengan saat itu, kalau memang benar saat itu kami melakukannya." Batin Radit masih dengan meninggikan keegoisannya.


Radit berusaha memejamkan matanya menyusul sang istri ke alam mimpi.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2