Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 28


__ADS_3

Taksi yang membawa Radit dan Laras tiba di depan pintu gerbang kediaman Erlangga. Radit dan Laras turun dari taksi tersebut setelah membayar argonya.


"Ayo!" Radit meraih tangan Laras untuk di genggamnya. Tangan Laras terasa dingin, menandakan bahwa saat ini ia sedang grogi.


"Pak Yanto!" Teriak Radit pada tukang kebun yang merangkap jadi supir mama Shela jika ingin bepergian. Merasa namanya di panggil, pak Yanto kala itu yang sedang duduk di samping rumah pun menoleh. Pak Yanto nampak celingak-celinguk mencari arah sumber suara yang di kenalinya.


"Pak Yanto, tolong buka gerbangnya." Panggil Radit sekali lagi. Seketika itu pak Yanto berlari menuju pagar untuk membukanya.


"Owalah den Radit, bapak kira siapa. Udah lama gak pulang den?"


Radit langsung masuk ketika pagar sudah terbuka.


"Sibuk pak!" Jawab Radit singkat. "Mama ada pak?"


"Ada den, baru aja datang. Tadi habis belanja. Bapak juga ada den." Radit mengernyit, pasalnya ini baru jam setengah satu. Apa mungkin papanya itu pulang untuk makan siang di rumah? Tumben?


"Papa gak ke pabrik pak?"


"Sudah seminggu ini bapak di rumah den, kemarin sempat di rawat di rumah sakit selama lima hari."


"Papa sakit?"


"Iya, apa ibu gak ngabari den Radit?" Radit menggeleng kemudian segera menarik tangan Laras untuk di bawanya masuk ke dalam rumah.


Saat memasuki rumah, Radit langsung mengedarkan pandangannya begitupun Laras.

__ADS_1


"Kamu duduk disini dulu, aku ke dalam dulu." Laras mengangguk.


"Teh Nur!" Panggilnya pada pembantu rumahnya yang bekerja hanya siang hari saja. Merasa namanya di panggil, teh Nur pun segera menghampiri sang pemanggil yang ternyata anak majikannya yang sudah lama tak pulang.


"Iya mas, mas Radit kapan datang?"


"Barusan teh, tolong buatin minum buat calon istri saya di depan. Sekalian temani dulu. Saya mau ketemu mama dulu. Mama ada di kamar teh?"


"Ada mas, bapak juga lagi sakit." Radit langsung melesat ke kamar orang tuanya.


Tok.. tok.. tok..


"Ma! Ini Radit ma."


Ceklek!


"Mama!" Radit langsung berhambur memeluk mamanya yang nampak berkaca-kaca. Mungkin selama ini mama Shela memendam kerinduannya kepada anak semata wayangnya itu.


"Kenapa mama gak ngabari Radit kalau papa lagi sakit?" Radit mengurai pelukannya.


"Mama ingin kasih tau kamu, tapi papa mencegahnya. Mama gak boleh lagi menghubungi kamu."


"Ma!" Suara papa Angga mengalihkan perhatian Radit. Radit segera menghampiri papa Angga yang terbaring di ranjang.


"Ingat pulang kamu!" Meskipun dalam keadaan sakit, tapi suara papa Angga masih terdengar menggelegar di dalam kamar.

__ADS_1


"Pa!" Sanggah mama Shela.


"Maafin Radit pa. Maaf kalau Radit sudah mengecewakan papa."


"Mau apa kamu datang kemari, anak tidak tau di untung!"


"Pa! Ingat kondisi papa, papa baru saja sembuh, jangan teriak-teriak begitu." Mama Shela khawatir dengan kondisi papa Angga yang belum pulih seratus persen.


"Keluar kamu dari sini!" Teriak papa Angga lagi.


"Pa, Radit mau bicara sama papa dan mama. Radit mau meminta restu sama papa dan mama. Radit mau menikah, Radit datang dengan calon istri Radit. Sekarang dia ada di depan."


"Apa!" Teriak papa Angga dan mama Shela barengan. Bukan hanya papa Angga yang syok, tetapi mama Shela juga terlihat kaget. Pasalnya setelah putusnya pertunangan antara Radit dan Shasa. Papa Angga tak lagi mengizinkannya untuk menghubungi Radit anaknya. Dan sekarang tiba-tiba Radit datang bersama calon istrinya untuk meminta restu.


Radit keluar dari kamar orang tuanya, namun tak berselang lama ia kembali dengan membawa Laras bersamanya.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2