Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 69


__ADS_3

Sebuah pesta mewah di gelar di sebuah ballroom hotel Prasasti milik Wijaya Group yang ada di ibukota. Ya, pesta resepsi pernikahan Shasa dan dokter Andrew di selenggarakan di hotel keluarga Wijaya yang dulu juga di pakai oleh Nara dan Anja melangsungkan resepsi pernikahan.


Sepasang raja dan ratu nampak berdiri dengan senyuman yang terus tersungging di bibir keduanya, menerima ucapan selamat dari para tamu undangan yang hadir disana. Sedangkan dua balita kembar yang juga berpakaian kembar seperti daddy-nya sedang asyik duduk di pelaminan seraya memainkan ponsel di tangan masing-masing tanpa menghiraukan keadaan di sekitarnya.


Dua hari yang lalu Shasa dan dokter Andrew serta kedua anaknya tiba di Indonesia. Keluarga Gutawa pun juga ikut bareng bersama mereka. Dan jangan lupakan keluarga Leonard, yang ikut mengantarkan kepindahan anaknya ke Indonesia. Andrew Leonard adalah pemilik akun @andrew_leo yang selalu mengikuti postingan Shasa, dan selalu meninggalkan jejak Love dan Comentnya.


"Selamat ya sayang." Mama Rosi langsung bercipika-cipiki dengan Shasa saat naik ke atas pelaminan untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


"Terimakasih Tante." Shasa nampak celingukan mencari sesuatu. "Anja mana tant?"


"Maaf sayang, Anja gak bisa ikut karena harus bedrest total."


"Apa Anja dan kandungannya baik-baik saja Tante?" Selama ini Shasa dan Anja memang sering bertukar kabar.


"Alhamdulillah sekarang udah baikan, meskipun kemarin sempat terjadi kontraksi dini dan flek."


"Ma, di belakang antri!" Ucap papa Hadi memperingatkan Mama Rosi yang sedang asyik ngobrol bersama mempelai wanita.


"Eh iya sampe lupa. Sekali lagi selamat ya sayang." Mama Rosi memeluk Shasa sekali lagi kemudian segera meninggalkan panggung pelaminan.


Shasa bernafas lega, akhirnya antrian yang tadinya mengular sudah bubar.

__ADS_1


"Capek honey?" Tanya dokter Andrew saat melihat istrinya itu membungkuk memijat betisnya. Ia pun ikut membungkuk dan memberi pijatan pelan pada betis istrinya.


"Heemm!" Shasa masih memberi pijatan-pijatan kecil pada kedua betisnya bergantian. Saat Shasa kembali menegakkan tubuhnya, pandangannya langsung dikejutkan dengan seseorang yang melangkah mendekati pelaminan bersama seorang wanita paruh baya yang sudah dianggapnya seperti mamanya sendiri. Tanpa sadar ia mencengkram lengan suaminya dengan erat. Dokter Andrew yang menyadari itu mencoba menenangkan istrinya.


"Tenanglah honey, ada aku di sini." Bisik dokter Andrew pelan.


Semakin dekat seseorang tersebut ke arah pelaminan, maka semakin berdebar dadanya. Bukan debaran cinta, bukan! Tapi sebuah rasa yang tidak bisa diungkapkan, sesak! Begitulah kira-kira yang di rasakan Shasa saat ini. Ia tidak pernah menyangka kalau mantan tunangannya itu akan datang di pesta pernikahannya.


"Sayang," Mama Shela langsung memeluk erat Shasa yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri. "Maaf, maafin mama nak. Maaf, kalau saja Mama tahu dari awal mungkin semua ini nggak akan pernah terjadi." Mama Shela tidak bisa menahan tangisnya.


"Sudah ma, Shasa sudah ikhlas. Mungkin ini yang terbaik." Shasa ikut terisak dalam pelukan Mama Shela.


"I-iya ma, namanya Gerry dan Jerry."


"Apa mama boleh memeluknya sebentar?" Mama Shela langsung menghampiri kedua balita tersebut setelah mendapat anggukan persetujuan dari Shasa. Sedangkan Radit hanya diam saja memperhatikan interaksi mamanya dengan kedua anaknya tanpa berani menghampiri anaknya.


"Selamat Sha." Radit mengulurkan tangannya ke arah Shasa. Shasa terlebih dahulu meminta persetujuan suaminya. Dan lagi-lagi dokter Andrew mengangguk seraya tersenyum. Shasa pun perlahan menjabat tangan Radit yang terulur padanya.


"Terima kasih!"


"Semoga kamu bahagia." Shasa hanya mengangguk kemudian segera melepas tautan tangannya. Radit berpindah mengulurkan tangannya ke arah dokter Andrew. Dokter Andrew pun langsung menerima uluran tangan dari Radit.

__ADS_1


"Selamat, aku titip mereka. Tolong jaga anak-anak ku."


"Anak? Hey, dia anak-anak ku bung. Aku yang membantu persalinannya. aku yang pertama kali menggendongnya. dan akulah yang mengadzani mereka berdua."


Jleb!


Ya, Radit sadar kalau dirinya tidak pantas menyebut kedua balita kembar itu sebagai anaknya. Karena sejak mereka tumbuh di dalam kandungan Shasa, ia tidak mau mengakuinya bahwa itu adalah benihnya.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂

__ADS_1


__ADS_2