Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 46


__ADS_3

Dua bulan selepas keguguran, Laras dan Radit sudah kembali lagi ke apartemen mereka. Kemanapun Radit pergi, Radit akan selalu membawa istrinya bersamanya. Radit tidak akan membiarkan istrinya itu sendirian di apartemen, kecuali kalau itu memang urgent maka dia baru akan menitipkan Laras kepada bu mayang ibu mertuanya.


Pembangunan rumah makan Bu Mayang juga sudah selesai dan pagi ini Laras mendapat kabar dari Seno kalau meja dan kursi yang ia pesan sudah jadi dan siap untuk dikirim hari ini juga. Laras meminta kepada suaminya untuk diantarkan ke rumah ibunya. Radit pun langsung menyetujui permintaan istrinya tersebut setelah Laras menjelaskannya.


*****


"Hay Sha, sendirian?" Sapa seseorang saat Shasa berjinjit hendak mengambil kotak susu yang ada di rak bagian atas. Saat ini Shasa berada di minimarket yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah mom Yasmin. Shasa pun menoleh dan mendapati dokter Andrew sudah berdiri tegak di dekatnya.


"Iya dok." Shasa mengangguk kemudian berjinjit kembali akan mengambil susu tersebut, namun ada tangan yang lebih dulu terulur untuk mengambilnya. Shasa pun akhirnya menurunkan tangannya dan tak jadi mengambil susu tersebut.


"Ini!" Dokter Andrew memberikan susu tersebut kepada Shasa. Shasa pun perlahan menerimanya. "Nanti setelah usia baby twins menginjak enam bulan harus ganti susunya dengan yang ini." Dokter Andrew menunjuk kotak susu yang tertera tulisan 6-12 bulan. "Sekarang kan baru lima bulan, jadi masih minum yang ini." Dokter Andrew kembali menunjuk kotak susu yang ada di tangan Shasa.


Otak Shasa terasa ngelag sejenak, ia terbengong dengan penuturan dokter Andrew barusan. Ada banyak pertanyaan yang saat ini menari-nari di kepalanya. Lagi-lagi dokter Andrew tau usia anaknya saat ini. Namun ia berusaha menghargai dokter Andrew dengan tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.


"Dokter kok bisa ada disini?" Inilah salah satu pertanyaan yang sejak tadi menari-nari di kepala Shasa.

__ADS_1


"Saya juga mau beli sesuatu. Minimarket ini yang paling dekat dengan apartemen saya." Dokter Andrew menunjuk bangunan tinggi yang ada di seberang jalan, lebih tepatnya gedung tinggi yang letaknya tepat di depan minimarket tersebut. Shasa yang terkejut seketika membulatkan matanya, membuat dokter Andrew gemas dan langsung mencubit hidung Shasa hingga sang empunya tersadar.


"Jadi selama ini rumah Tante Yasmin dekat dengan apartemen dokter Andrew? Pantas saja, aku pikir dokter Andrew sedang stalkingin aku. Duh Sha, GR amat loe jadi orang." Batin Shasa bermonolog, seraya menelan ludahnya sendiri.


"Kenapa kaget begitu? Gak nyangka ya, selama ini ternyata kita dekat." Ucap dokter Andrew masih menikmati ekspresi keterkejutan Shasa.


"I-iya, eh," Shasa segera membekap mulutnya membuat dokter Andrew terkekeh.


"Boleh donk kapan-kapan aku main ke rumah? Kangen nie sama baby twins."


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu dok, mari." Shasa segera berlalu pergi. Namun baru beberapa langkah namanya sudah dipanggil kembali.


"Sha!" Shasa pun menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke belakang. "Kamu udah lihat komenku dua bulan yang lalu?" Tanya dokter Andrew yang di angguki oleh Shasa. "Aku serius Sha!"


Deg!

__ADS_1


Shasa terpaku di tempatnya berdiri. Tenggorokannya terasa tercekat. Bahkan ia sampai tidak menyadari dokter Andrew berjalan mendekatinya.


"Aku tidak menuntut jawabanmu sekarang, aku akan setia menunggunya. Sekarang pulanglah baby twins sudah menunggumu." Bisik dokter Andrew tepat di telinga Shasa yang membuat bulu kuduk Shasa merinding. Tanpa menoleh lagi, Shasa langsung mempercepat langkahnya menuju kasir.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2