Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 59


__ADS_3

Pukul empat sore, Radit sudah kembali lagi ke rumah sakit dengan keadaan yang jauh lebih segar karena sudah terlebih dahulu mandi dan berganti pakaian.


Perlahan ia membuka pintu ruang perawatan istrinya, dan mertuanya itu masih setia duduk di samping brankar istrinya seperti saat ia meninggalkannya tadi. Mendengar ada yang membuka pintu, Bu Mayang dan Laras pun spontan menoleh ke arah pintu dan mendapati Radit melangkah ke arah mereka. Laras sudah tidak histeris lagi seperti tadi, namun ia langsung memalingkan wajahnya saat melihat siapa yang datang.


Sakit rasanya, sakit! Bahkan hanya sekedar melihat wajahnya saja, dada Laras serasa di remas. Sampai mati pun ia tidak akan pernah memaafkan orang yang telah membunuh calon anaknya itu.


"Ma, apa gak sebaiknya mama balik dulu ke hotel untuk membersihkan diri. Biar aku yang jaga di sini." Laras perlahan mengeratkan genggaman tangannya yang sejak tadi digenggam oleh mamanya. Ia seolah memberikan isyarat tanpa kata, kalau ia tidak ingin ditinggal sendirian dengan suaminya itu. Bu Mayang yang mengerti itu pun membalas genggaman anaknya.


"Gak papa, mama disini saja. Mama gak mau jauh dari anak mama." Radit pun menghela nafas pelan kemudian mendudukkan dirinya di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.


Tak berselang lama pintu kembali terbuka, nampak Anja dan Nara masuk ke dalam ruang perawatan Laras.


"Sore!" Sapa Anja dengan senyum lebarnya. Anja langsung menghampiri bed perawatan Laras. Sedangkan Nara langsung duduk di sebelah Radit.


"Mana cucu Oma Nja?"


"Radha gak ikut Nja?"


Laras dan Bu Mayang serempak menanyakan baby Radha. Anja menggeleng.

__ADS_1


"Ibu kok nggak ganti baju? Apa nggak bawa baju ganti?" Anja memperhatikan Bu Mayang yang masih mengenakan baju semalam.


"Mandi saja belum Nja." Bu Mayang mengangkat tangannya yang digenggam oleh Laras. Anja yang mengerti maksud Bu Mayang pun langsung menoleh ke arah suaminya yang sedang duduk bersama Radit.


"Mas!"


"Heem, apa?"


"Berikan kunci mobilnya kepada Mas Radit, biar Mas Radit anterin Bu Mayang balik dulu ke hotel. Aku yang akan menjaga Laras di sini." Tanpa harus dua kali berbicara, Nara langsung menyerahkan kunci mobilnya kepada Radit.


"Ayo ma, Aku anter balik ke hotel dulu." Radit beranjak dari duduknya. Bu Mayang terlebih dahulu meminta izin kepada anaknya. Setelah mendapat anggukan dari anaknya, Bu Mayang segera beranjak kemudian mengekori Radit menantunya keluar dari ruang perawatan Laras.


"Apa kalian punya nomornya Shasa?" Tanya Laras menatap Anja dan Nara bergantian.


"Untuk apa?" Anja sedikit was-was.


"Aku ingin meminta maaf kepadanya karena sudah merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya. Hiks.. hiks.." Tiba-tiba saja Laras terisak. "Aku ingin mengembalikan miliknya Nja."


"Sssssttt! Ini bukan salah kamu. Kamu kan tidak tahu sebelumnya. Bukan hanya kamu, tapi kita semua bahkan tidak tahu kalau waktu itu Mbak Shasa sedang mengandung anak Mas Radit." Anja mencoba menenangkan Laras. "Dan Mbak Shasa juga belum tentu mau menerima Mas Radit. Kalau aku yang jadi Mbak Shasa, lebih baik aku membesarkan anak ku sendiri daripada harus menerima laki-laki br3n9$3k seperti Mas Radit." Ucap Anja berapi-api saat mengingat kelakuan br3n9$3k Radit. "Sudah, nggak usah dipikirin. Pikirkan saja kesehatan mu sekarang."

__ADS_1


"Aku ingin bercerai Nja, aku gak mau hidup dengan orang yang sudah membunuh anak ku!" Teriak Laras berapi-api saat mengingat orang yang telah menyebabkan kegugurannya adalah suaminya sendiri.


"Sssstttt! Itu pikirkan nanti saja. Sekarang fokus dengan kesehatan mu." Anja mengelus pelan bahu Laras.


Pukul setengah tujuh malam, bu Mayang dan Radit sudah kembali lagi ke rumah sakit. Anja dan Nara pun langsung pamit untuk pulang karena takut jika baby Radha rewel dan mencari mereka.


*****


*****


*****


*****


*****


Sambungan dari novel "I Love You My Baby" Bab ILYMB 33 ðŸĪ—


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2