Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 70


__ADS_3

Malam itu juga Radit dan mama Shela langsung kembali ke Bandung. Jarak tempuh selama kurang lebih tiga jam bukan masalah buat Radit. Cincailah, di banding jarak rumah Riani yang membutuhkan waktu tempuh selama kurang lebih lima jam saja ia bisa pulang pergi dalam sehari, apalagi yang cuma tiga jam.


Sebenarnya tadi mama Shela sudah menawarkan kepada Radit untuk menginap di hotel tersebut barang semalam, besok pagi baru kembali ke Bandung. Takutnya anaknya itu kecapean kalau harus bolak-balik pulang pergi Jakarta-Bandung, namun Radit menolaknya.


Pukul satu dini hari, mobil yang dikendarai oleh Radit tiba di kediaman Erlangga.


"Radit, wajah kamu pucat nak?"


"Gak papa ma, cuma sedikit pusing saja. Radit ke atas dulu ma. Mama cepet istirahat." Radit langsung menaiki tangga menuju kamarnya yang ada di lantai atas. Mama Shela pun langsung memasuki kamarnya.


Radit langsung mengunci pintu kamarnya rapat. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aaaarrgh! Kenapa sakit sekali." Radit menjambak rambutnya sendiri. Sebenarnya sejak tadi Radit sudah menahan rasa sakit di kepalanya yang tiba-tiba muncul. Ia menyalurkan rasa sakitnya dengan mencengkram kemudinya erat-erat sepanjang perjalanan. "Obat, mana obat?" Radit segera keluar dari kamar mandi untuk mencari obatnya di dalam tas kecil yang di bawanya dari Surabaya, namun ia tidak menemukan obanya di dalam tas tersebut. "Aah, sial! Pake lupa segala." Radit mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang. "Tenang Radit, tenang. Tarik nafas, buang." Beberapa kali Radit melakukannya untuk menenangkan pikirannya guna mengurai rasa sakit di kepalanya namun tak kunjung mereda.


Perlahan dilangkahkan kakinya keluar dari kamar seraya berpegang pada dinding yang dilewatinya. Dengan berpegang pada pembatas tangga, ia menuruni tangga satu persatu menuju ke dapur untuk mengambil air minum hangat. Mungkin setelah minum air hangat rasa sakitnya bisa sedikit mereda, pikir Radit.

__ADS_1


Pyaaaaaaaaaaarrrr!


Belum sempat Radit meneguk air dalam gelas yang di pegangnya, namun gelas tersebut sudah terlebih dahulu lolos dari tangannya.


"Aaaaargh!" Rasa sakit di kepalanya semakin menjadi. Radit menjambak rambutnya sendiri dengan kedua tangannya.


Mama Shela yang mendengar suara pecahan kaca dan juga teriakan, tergopoh-gopoh keluar dari kamarnya mencari sumber suara dan mendapati anaknya sedang berada di dapur. Mama Shela langsung berlari mendekati anaknya tersebut yang terlihat kesakitan seraya menjambak rambutnya.


"Astaghfirullah Radit, kamu kenapa nak?"


"Sakit ma, sakit!"


Mendengar teriakan majikannya, Pak Yanto yang memang belum tertidur kembali setelah membukakan pintu gerbang tadi, langsung berlari masuk ke dalam rumah lewat pintu samping yang langsung tembus dapur.


"Iya Bu!"

__ADS_1


"Aaaarrgh!" Radit kembali berteriak kesakitan.


"Pak, siapkan mobil. Kita bawa Radit ke rumah sakit sekarang!" Saking paniknya mama Shela sampai tak sadar berteriak kepada Pak Yanto. Pak Yanto langsung berlari keluar dari rumah kembali menuju garasi untuk mengeluarkan lagi mobil yang baru saja masuk ke dalam garasi.


Perlahan mama Shela memapah anaknya keluar dari rumah dan langsung masuk ke dalam mobil. Pak Yanto sudah siap di balik kemudi dan langsung melesatkan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕ðŸŒđðŸŒđ


__ADS_2