Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 89


__ADS_3

Tin.. Tin..


Braakk!


"Daddy!" Teriak Gerry dan Jerry menghentikan kegiatannya saat melihat sang Daddy baru saja tiba di rumah. Gerry langsung menghambur ke arah daddy-nya meninggalkan bola yang sudah siap ditendang olehnya, begitupun Jerry juga ikut berlari meninggalkan gawangnya. Dokter Andrew langsung merentangkan kedua tangannya menyambut kedua anaknya.


"Eeeemm bau acem, pasti anak-anak Daddy belum mandi?" Gerry dan Jerry serempak meringis.


"Daddy, Daddy, ayo periksa mommy Daddy." Jerry mengurai pelukannya kemudian langsung menggelandang tangan daddy-nya, di ikuti Gerry yang juga ikutan menggelandang tangan daddy-nya untuk segera masuk ke dalam rumah.


"Mommy sakit?" Dokter Andrew nampak pias.


"Kata mommy, mommy pilek, hidungnya merah." Jerry menjelaskan apa yang tadi sempat di katakan oleh mommy-nya.


"Lel!" Panggil dokter Andrew kepada Lely yang sejak tadi menemani si kembar bermain.


"Iya, tuan." Lely segera menghampiri majikannya.


"Bawa Meraka ke kamar."


"Baik tuan!"


"Anak-anak Daddy mandi dulu biar ganteng, Daddy mau ke kamar lihat kondisi mommy. Nanti setelah mandi baru kalian nyusul ke kamar Daddy dan mommy. Oke boy?"


"Oke!" Jawab si kembar serempak kemudian langsung berlari menaiki tangga satu persatu menuju kamar mereka diikuti oleh Lely di belakangnya. Dokter Andrew pun segera menaiki tangga menuju kamarnya.


"Honey," Dokter Andrew segera melepas sepatunya dan menggulung kemejanya hingga ke siku kemudian menghampiri istrinya yang masih terlelap di atas ranjang. "Honey," Dokter Andrew mengelus pelan kepala istrinya. Merasa ada yang mengusap kepalanya, Shasa perlahan membuka matanya.


"Sudah pulang?" Shasa beringsut menegakkan tubuhnya.

__ADS_1


"Kata anak-anak kamu sakit?" Dokter Andrew memperhatikan wajah istrinya yang nampak sembab di kedua matanya.


"Enggak kok, tadi cuma pusing dikit." Elak Shasa.


"Tadi katanya pilek, hidungnya merah?"


"Owh, tadi memang hidung sempat tersumbat."


"Apa perlu aku resepkan obat?"


"Enggak usah, udah baikan kok."


"Owh, ya udah aku mandi dulu." Dokter Andrew beranjak setelah mendaratkan satu kecupan di kening sang istri.


Saat membuka pintu kamar mandi, sudah ada kedua anak kembarnya di atas tempat tidur sedang bercanda dengan istrinya.


"Daddy, apa mommy sudah di periksa?" Jerry langsung mengalihkan perhatiannya kepada sang Deddy.


"Benarkah mom?" Nampaknya Jerry masih belum puas dengan ucapan Daddy-nya.


"Sudah sayang, lihat mommy udah sehat. Mommy udah baik-baik saja."


Mereka berempat bersenda gurau hingga menjelang makan malam baru turun setelah Lely memberitahukan bahwa Mama Dona dan papa Dika sudah menunggu di ruang makan.


*****


"Honey,"


"Heemm!"

__ADS_1


Saat ini keduanya sudah berada di dalam kamar bersiap untuk tidur. Dan kebiasaan mereka sebelum tidur adalah mengobrol terlebih dahulu.


"Tadi Rumah Sakit dihebohkan dengan menghilangnya Radit, apa tadi Radit datang ke sini?"


"Aku tidak tahu, tapi tadi pak Har sempat bilang kalau ada orang teriak-teriak di depan pagar pakai baju pasien rumah sakit dan kepalanya botak. Orang itu memanggil-manggil nama ku dan juga si kembar. Kata pak Har itu orang gila dan aku nggak sempat melihatnya karena pas aku keluar orang itu sudah tidak ada di depan." Jelas Shasa panjang lebar.


"Ya, mungkin pak Har sudah tidak mengenali Radit lagi karena memang sekarang kepada Radit sudah botak akibat kemoterapi. Tubuh Radit sekarang juga kurus kering. Dan lagi, aku kemarin sempat berbincang dengan dokter Marchel yang menangani Radit. Kata dokter Marchel, perkiraan sisa umur Radit hanya tinggal sekitar satu tahun ini."


Deg!


Tak terasa air mata Shasa mengalir membasahi kedua pipinya. Dokter Andrew segera merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


"Tapi semua itu hanya perkiraan dokter saja, dan hanya Tuhan lah penentu segalanya."


Punggung Shasa nampak bergetar dalam pelukan suaminya. Dokter Andrew pun semakin mengeratkan pelukannya.


"Sudah ya, mungkin ini sudah jalan takdirnya Radit seperti ini. Sekarang kita tidur. Oke!" Shasa mengangguk. Dokter Andrew segera menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Tangan dokter Andrew menyusup masuk ke dalam piyama istrinya lalu mengusap lembut perut sang istri.


*****


*****


*****


*****


*****


Maaf beberapa hari gak update karena lagi liburan ke rumah saudara. Emak jadi gak bisa menghalu ria ðŸĪ­ðŸ˜‚😂

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕ðŸŒđðŸŒđ


__ADS_2