Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 86


__ADS_3

Setelah menjalani kemoterapi, Radit kembali lagi ke ruang perawatannya dengan menggunakan kursi roda yang didorong oleh Erik. Sedangkan mama Shela mengekor di belakang mereka.


"Ma, Radit ingin bertemu kedua anak Radit ma." Mohon Radit kepada mamanya setelah kembali berbaring ke atas ranjang perawatan.


"Iya, Mama pasti akan menemani. Tapi tidak sekarang! Tunggu sampai kondisi kamu pulih." Putus mama Shela.


"Radit udah baikan ma, lagian kan ada Erik." Ucap Radit ngeyel.


"Tidak Radit!" Tolak Mama Shela tegas. "Dengarkan Mama kali ini saja!" Mohon mama Shela yang sudah berlinang air mata, membuat Radit mengalah karena tidak tega melihat mamanya.


"Baiklah, Radit akan nurut sama mama."


"Tan, saya ke kantin dulu. Apa Tante mau nitip sesuatu? Atau sekalian nanti Erik bawakan makan siang?"


"Ya, kalau nggak merepotkan bawakan saja makan siang buat tante. Tante mau istirahat dulu." Mama Shela merebahkan tubuhnya ke atas sofa yang ada di ruang perawatan anaknya.

__ADS_1


"Istirahatlah, gue ke kantin dulu." Erik langsung meninggalkan ruang perawatan Radit setelah mendapat anggukan dari Radit.


Terdengar suara dengkuran halus dari arah sofa, pertanda bahwa Mama Shela sudah terlelap dalam tidurnya. Perlahan Radit mencabut jarum infus yang menempel di tangannya, kemudian menekan plester yang ada di tangannya agar darah yang keluar tidak sampai menetes. Radit dengan tubuh lemahnya, perlahan turun dari ranjang dan langsung menyambar ponsel serta dompetnya yang tergeletak di atas nakas samping brankarnya.


Radit melangkah menghampiri mamanya yang berbaring di sofa lalu menggoyangkan tangannya di atas wajah mama Shela untuk mengecek apakah mama Shela benar-benar sudah terlelap apa belum. Dan ternyata mama Shela sudah benar-benar terlelap. Radit perlahan melangkah menuju pintu dan membukanya pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara yang dapat membangunkan sang mama.


Radit nampak celingak-celinguk memperhatikan sekitar. Rupanya Tuhan mendukung niatnya tersebut, terbukti saat ini Pak Yanto yang biasanya duduk di kursi tunggu depan ruangannya tidak ada di tempatnya. Mungkin tadi Pak Yanto pergi ke kantin bersama Erik. Radit segera menyusuri koridor rumah sakit untuk mencari pintu belakang. Karena ia tidak mungkin lewat pintu depan dengan menggunakan baju pasien. Sudah pasti ia langsung akan tertangkap dan akan langsung dikembalikan lagi ke ruang perawatannya.


Berhasil! Radit sudah berhasil keluar dari rumah sakit lewat pintu belakang, dan saat ini ia sedang menunggu taksi yang lewat. Tak berselang lama, taksi pun lewat di depannya. Radit segera melambaikan tangan dan langsung masuk ke dalam taksi tersebut setelah taksi itu berhenti. Taksi segera melesat setelah Radit menyebutkan alamat tujuannya.


Taksi yang ditumpangi Radit berhenti tepat di depan pintu gerbang kediaman Pratama. Radit pun segera turun dari taksi tersebut. Perlahan tapi pasti Radit melangkah mendekati pintu gerbang kediaman Pratama. Radit segera memencet bel yang ada di samping pintu gerbang.


"Maaf pak, mau cari siapa?" Tanya Pak Har sedikit was-was, takutnya orang yang saat ini berdiri di depan pagar adalah pasien Rumah Sakit Jiwa. Rupanya Pak Har tidak mengenali siapa yang saat ini berdiri di depan pagar. Mungkin karena orang itu nampak kurus dan juga kepalanya dicukur botak.


"Saya mau ketemu anak-anak saya Pak, tolong izinkan saya masuk sekali ini saja Pak." Mohon Radit yang membuat Pak Har terhenyak. "Apakah ini mas Radit? Tapi kok pakai pakaian rumah sakit dan juga kepalanya dicukur botak? Ah, gak mungkin! Pasti ini orang gila." Pikir pak Har.

__ADS_1


"Maaf pak, sebaiknya bapak pergi dari sini sebelum majikan saya marah."


"Tolong pak, kali ini saja! Saya ingin bertemu dengan anak-anak saya, Saya ingin memeluknya."


"Maaf pak, silahkan pergi!" Ucap Pak Har tegas kemudian berbalik meninggalkan pintu gerbang. Radit pun berteriak-teriak seraya menggedor-gedor pintu gerbang memanggil Shasa dan kedua anaknya. Membuat Pak Har semakin yakin bahwa orang yang ada di depan pintu gerbang adalah pasien rumah sakit jiwa yang melarikan diri.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕ðŸŒđðŸŒđ


__ADS_2