
Erik nampak mondar-mandir di depan pintu ruangan Radit. Pasalnya sejak semalam hingga pagi ini waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, bosnya itu belum menampakkan batang hidungnya sama sekali. Erik sudah beberapa kali mengetuk pintu ruangan Radit namun tidak ada respon sama sekali. Ia takut terjadi sesuatu dengan bosnya itu karena akhir-akhir ini kondisi kesehatan Radit menurun. Radit lebih banyak tiduran di kamarnya yang ada di dalam ruang kerjanya. Radit juga menolak saat Erik ingin mengantarkannya ke rumah sakit.
Tok.. Tok.. Tok..
"Boss!" Sekali lagi Erik berteriak seraya mengetuk-ngetuk pintu ruangan bosnya.
"Pak Erik!" Sapa Sony, salah satu karyawan cowok yang lewat. "Apa terjadi sesuatu Pak?"
"Pak bos tidak keluar sejak semalam." Erik nampak gusar.
"Apa pintunya dikunci Pak?"
"YA!"
"Apa ada kunci serep Pak?"
"Kunci serepnya dipegang sama Pak bos. Saya hanya pegang saat Pak bos pergi ke luar kota."
"Apa perlu kita dobrak saja Pak? Takutnya terjadi sesuatu dengan Pak bos."
Setelah menimbang-nimbangnya, akhirnya Erik memutuskan untuk mendobrak pintu ruang kerja Radit.
Braakk!
Satu kali dobrakan pintu masih berdiri dengan kokohnya. Erik kemudian melirik pada Sony yang hanya diam saja melihatnya.
"Kenapa hanya diam saja? Cepet bantu saya mendobraknya." Geram Erik.
__ADS_1
"I-iya pak!" Sony langsung mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu ruang kerja bosnya.
Braakk!
Sekarang malah gantian Erik yang diam saja menyaksikan Sony.
"Apa nggak sebaiknya kita dobrak berdua Pak? Agar lebih kuat. Kalau cuma saya saja mah nggak bakalan kebuka Pak. Lihat badan saya saja kerempeng begini."
"Oh iya!" Erik menepuk jidatnya sendiri.
Erik dan Sony sudah mengambil ancang-ancang dari jarak yang lumayan jauh agar hantamannya jauh lebih kuat.
Satu....
Dua....
Bruugh!!
Bertepatan saat Erik dan Sony berlari menuju pintu, pintu dibuka dari dalam hingga membuat Erik dan Sony tak sempat mengerem dan langsung menubruk tubuh Radit yang berada di balik pintu. Tubuh Radit pun ambruk terjengkang ke belakang dan ditindih oleh dua orang bawahannya.
Sebenarnya Radit semalam merasakan sakit kepala yang sangat hebat hingga membuatnya tak sadarkan diri. Dan ia baru saja terbangun saat mendengar ketukan pintu dan juga seperti suara dobrakan. Radit pun menyeret tubuhnya perlahan menuju ke pintu ruang kerjanya. Namun apa yang dia dapatkan saat membuka pintu ruangannya? Sudah pasti ia terkejut, namun tubuh lemahnya tidak mampu untuk menghindar.
"Aaaaaaarrrgh!" Teriak Radit yang membuat kedua orang yang ada di atasnya langsung terlonjak dan segera bangun dari atas tubuhnya.
"Maaf boss!" Ucap Erik menunduk kemudian segera membantu bosnya untuk bangun. Sedangkan Sony sudah ketakutan setengah mati. Takutnya setelah ini dia akan dipecat oleh bosnya.
"Ma-maaf pak!" Cicit Sony takut-takut.
__ADS_1
"Pergi sana!" Usir Radit mendelik ke arah karyawannya itu setelah berhasil bangun. Untung saja punggungnya gak sampe patah karena tertimpa dua manusia yang berat badannya sudah pasti melebihi satu kwintal. Sony pun segera melesat keluar dari ruangan bosnya sebelum mendapat amukan dari bosnya tersebut.
"Loe ngapain pake dobrak pintu segala?" Radit yang geram dengan ulah sahabatnya itu langsung monoyor kepala Erik dengan kuat hingga membuat Erik terjengkang ke belakang. Sontak saja pp@@nt@@** Erik langsung mencium kerasnya lantai.
"Aduh!" Erik meringis mengusap-usap pp@@nt@@tnya kemudian segera berdiri. "Siapa suruh bikin orang khawatir!" Sewot Erik. "Gue pikir loe pingsan di dalam."
"Sana keluar, gue mau mandi!" Usir Radit dengan tegas agar sahabatnya itu tidak banyak bertanya. Radit memilih untuk diam dan tidak menceritakan kepada Erik.
"Tapi loe baik-baik saja kan bos? Wajah loe kelihatan pucat."
"Sudah sana keluar!" Radit mendorong tubuh Erik keluar dari ruangannya lalu mengunci pintunya. Radit kembali masuk ke dalam kamarnya yang ada di dalam ruang kerjanya untuk membersihkan diri. Ia harus segera sarapan agar bisa segera meminum obatnya.
*****
*****
*****
*****
*****
Lama review-nya, update dari kemarin tgl 15 tapi belum lolos, padahal udah emak sensor ðĪðð
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ââðđðđ
__ADS_1