Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 80


__ADS_3

"Pagi!" Sapa dokter Andrew seraya mengulas senyum saat tiba di ruang makan bersama istrinya. Dokter Andrew langsung menarik kursi agar istrinya bisa segera duduk.


"Pagi Daddy!" Balas si kembar bersamaan.


"Sayang, wajah mu pucat, kamu sakit nak?" Mama Dona beranjak dari duduknya lalu menghampiri anaknya.


"Gak papa ma, cuma masuk angin saja. Mama gak usah khawatir." Shasa mengulas senyum.


"Sudah ma, kita sarapan saja. Shasa pasti baik-baik saja, kan suaminya dokter." Sindir papa Dika yang mana membuat dokter Andrew terkekeh. Mama Dona pun kembali ke tempatnya semula.


"Ma, Shasa habis ini mau ikut ke rumah sakit." Pamit Shasa yang seketika membuat wajah mama Dona nampak pias.


"Tadi katanya cuma masuk angin Sha, kenapa harus ke rumah sakit segala?"


"Shasa cuma pengen ikut suami Shasa saja ma." Bukan hanya karena ingin periksa kesehatan, tapi entah kenapa Shasa rasanya tak mau jauh dari suaminya itu.


"Baiklah, terserah kamu saja!" Pasrah mama Dona.


"Boy, kalian mau bareng Daddy atau sama pak Har?"


"Daddy Daddy Daddy!" Jawab si kembar kompak.


"Baiklah, segera selesaikan sarapan kalian. Daddy tunggu di depan." Dokter Andrew beranjak dari duduknya. "Berangkat dulu pa, ma." Dokter Andrew mencium tangan Papa Dika dan mama Dona bergantian, diikuti oleh Shasa dan juga kedua anaknya.

__ADS_1


Akhirnya mereka berempat pergi bersama karena sekolahan si kembar searah dengan Rumah Sakit tempat dokter Andrew bekerja. Dokter Andrew terlebih dahulu mengantarkan kedua anaknya ke sekolahan setelah itu baru menuju ke rumah sakit tempat ia bekerja.


Sesampainya di rumah sakit, Shasa langsung dibimbing oleh suaminya menuju ke ruangan praktek suaminya, bukan menuju ke ruang pribadi tempat istirahat suaminya.


"Eh, apa itu?" Shasa nampak kaget saat suaminya itu mengulurkan sebuah benda pipih berukuran kecil dan panjang. Ia tau betul benda itu, pasalnya dulu ia sudah pernah menggunakannya. Seketika itu detak jantungnya melonjak drastis. "Sa-sayang, kamu bercanda kan? Eng-gak mungkin kan aku hamil?"


"Coba saja honey, ayo aku bantu." Dokter Andrew menarik tangan istrinya menuju ke toilet yang ada di dalam ruang prakteknya.


"Tu-tunggu dulu!" Shasa menghentikan langkah suaminya. "Ak-aku kan minum pil KB, mana mungkin bisa hamil?"


"Bisa!" Jawab dokter Andrew mantap tanpa keraguan, yang membuat Shasa membelalakkan matanya.


"Kok bisa?!" Tanya Shasa antara gaket dan syok.


"Karena aku sudah menukar pil KB yang biasa kamu minum dengan vitamin penyubur kandungan dua bulan yang lalu selepas kepergian Oma Sekar." Akhirnya dokter Andrew berkata jujur kepada istrinya.


"Du-dua bulan yang lalu?"


"Ya!" Dokter Andrew mengangguk. Lemas sudah tubuh Shasa mendengar ucapan sang suami. Dengan berjalan gontai Shasa memasuki toilet diikuti oleh suaminya di belakangnya.


*****


"Yess!" Seru dokter Andrew kegirangan saat mengangkat testpack tersebut dan nampak dua garis meskipun terlihat sedikit samar. Tubuh Shasa hampir saja limbung, beruntung suaminya itu sigap dan langsung merengkuhnya ke dalam pelukan kemudian menggendongnya keluar dari toilet dan langsung membaringkannya ke atas brankar.

__ADS_1


Hanya ada dokter Andrew dan istrinya saja di dalam ruangan tersebut, karena dokter Andrew sudah meminta kepada perawat yang biasa membantunya untuk tidak masuk ke dalam ruangan terlebih dahulu sampai ia mengizinkannya. Dokter Andrew segera mengoleskan gel ke atas permukaan perut istrinya untuk melakukan USG.


Perlahan dokter Andrew menggerakkan transduser di atas permukaan perut istrinya. Dan terlihat dengan jelas kantung janin dan juga titik kecil di tengahnya yang merupakan janinnya.


"Lihat itu honey." Dokter Andrew menunjuk layar monitor. Shasa pun langsung mengikuti arah tunjuk suaminya. "Usianya baru empat Minggu."


"Kok kamu tau sayang?" Sebuah pertanyaan konyol yang meluncur dari bibir Shasa, membuat dokter Andre terkekeh. Hello! Apa kamu lupa suamimu itu seorang dokter Sha?


"Kamu lupa kalau suami mu ini seorang dokter honey? Dan lagi, aku hafal betul hari pertama kamu mendapatkan haid dan juga hari terakhir kamu mendapatkan haid."


"Hehe.. iya aku lupa kalau suami ku yang tampan ini adalah seorang dokter."


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Sasha langsung kembali ke ruang istirahat suaminya karena suaminya itu tak mengizinkan ia pulang sendirian. Sedangkan dokter Andrew melanjutkan kembali prakteknya. Mereka akan pulang bersama-sama nanti saat waktu istirahat dan makan siang tiba.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕ðŸŒđðŸŒđ


__ADS_2