Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 54


__ADS_3

Setelah menempuh waktu sekitar tiga puluh menit dengan kecepatan tinggi, taksi yang ditumpangi oleh Radit dan Laras serta Bu Mayang dan Seno pun akhirnya tiba di pelataran sebuah rumah sakit. Radit langsung turun dari taksi kemudian berlari memasuki lobby rumah sakit seraya berteriak diikuti oleh Bu Mayang di belakangnya.


"Tolong!"


Melihat seorang laki-laki yang berlari dengan menggendong seorang perempuan, para perawat yang bertugas malam itu segera mengambil brankar. Radit segera merebahkan tubuh istrinya ke atas brankar tersebut, kemudian mereka bersama-sama mendorongnya menuju ke ruang UGD.


Seno masih tertinggal di belakang karena baby Camelia tertidur lelap di pangkuannya.


"Maaf pak, argonya belum di bayar." Ucap sopir taksi tersebut saat Seno hendak turun dari taksi. Saking paniknya sampai Radit lupa membayar taksi yang ditumpanginya. Seno pun segera membayarnya kemudian menyusul masuk ke dalam rumah sakit.


Laras langsung ditangani oleh dokter jaga malam itu. Bu Mayang dan Radit duduk di kursi tunggu depan UGD dengan harap-harap cemas. Seno berjalan menuju ruang UGD kemudian duduk di samping Bu Mayang dengan memangku anaknya yang masih terlelap.


"Kenapa gak kembali ke hotel saja? Kasihan cucu Oma." Bu Mayang mengelus kepala baby Camelia yang ada di pangkuan sang ayah.


"Sebenarnya apa yang terjadi Bu?"


"Ibu juga tidak tau." Jawab Bu Mayang masih dengan linangan air mata.


"Loe hutang banyak penjelasan sama gue bro!" Seno menatap marah ke arah Radit. Radit pun mengusap wajahnya kasar.


"Oke, nanti gue jelasin kalau keadaan Laras sudah membaik."


Ceklek!

__ADS_1


Radit, Bu Mayang serta Seno serempak menoleh saat mendengar pintu ruangan di sampingnya di buka. Radit dan Bu Mayang segera beranjak menghampiri dokter yang nampak keluar dari ruang UGD tersebut. Sedangkan Seno masih tetap duduk di kursi tunggu karena tidak ingin mengganggu tidur lelap sang anak.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?"


"Maaf Bu, janin yang ada di kandungan pasien tidak bisa di selamatkan."


Jedeeeeeeeeeerrrrrr!


Ucapan dokter barusan layaknya sebuah sambaran petir bagi Radit dan juga Bu Mayang. Bu Mayang semakin tergugu dalam tangisnya.


"Ja-janin dok? Istri saya hamil?"


"Gue bersumpah! Tidak akan ada anak keturunan loe yang terlahir kecuali dari rahim gue!"


"Gue bersumpah! Tidak akan ada anak keturunan loe yang terlahir kecuali dari rahim gue!'


"Sepertinya istri saya sendiri juga belum mengetahuinya dok."


"Baiklah, kami akan segera melakukan kuretas. Saya permisi dulu Pak, Bu." Dokter tersebut kembali masuk ke dalam ruang UGD.


Satu jam lebih berlalu akhirnya pintu ruang UGD kembali terbuka. Radit dan Bu Mayang pun langsung beranjak menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?

__ADS_1


"Apa sebelumnya pasien pernah mengalami keguguran?"


"Iya, dua tahun yang lalu dok." Jawab Radit sendu.


"Huuuuuft, kemungkinan istri anda untuk hamil lagi sangat kecil karena rahimnya sedikit bermasalah. Apalagi sudah dua kali ini pasien mengalami keguguran. Apa tadi perut pasien terbentur sesuatu?" Tanpa menjawab pertanyaan dokter, Radit langsung terduduk di kursi tunggu dengan pikiran kosong. Sedangkan Bu Mayang sudah menangis tergugu. Seno yang mendengar keadaan Laras pun hatinya ikut tersayat. Biar bagaimanapun laras adalah sahabat istrinya. Seno sudah menganggapnya seperti saudara sendiri begitupun dengan Anja, Seno sudah menganggapnya seperti adik sendiri.


"Kalau begitu saya permisi dulu, pak, Bu, pasien akan segera kami pindahkan ke ruang perawatan." dokter tersebut segera berlalu.


"Sebaiknya kamu kembali ke hotel Sen, kasihan Camelia. Ini sudah larut malam."


"Tapi bu-"


"Sudah ada ibu dan Radit di sini yang menjaga Laras. Sebentar lagi juga Laras akan dipindah ke ruang perawatan, pulanglah." Seno pun tidak bisa lagi membantah ucapan Bu Mayang. Akhirnya Seno memutuskan pamit kembali ke hotel di mana tempat mereka menginap.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2