
Shasa memutuskan untuk ikut kembali ke Singapura bersama tantenya siang itu juga. Setelah tadi pagi sempat berunding dengan seluruh keluarganya, akhirnya tepat pukul sebelas siang mereka semua meninggalkan kediaman Pratama menuju ke bandara kota Jakarta.
Sebenarnya Mama Dona dan Papa Dika tidak ingin lagi berpisah dengan kedua cucunya, apalagi Oma Sekar yang nampak berat berpisah dengan kedua cicitnya. Oma Sekar sebenarnya ingin disisa hidupnya itu bisa berkumpul dengan anak cucu serta cicitnya.
Namun karena takut Radit akan menemui anak dan cucunya, Papa Dika akhirnya mengizinkan Shasa untuk kembali lagi ke Singapura.
"Hati-hati sayang, jaga baik-baik cucu mama." Mama Dona memeluk erat anaknya itu seperti enggan untuk berpisah kembali. Shasa hanya mengangguk dalam pelukan sang mama.
"Titip anak dan cucu om, dok!" Papa Dika menepuk bahu dokter Andrew.
"Baik om, panggil Andrew saja." Dokter Andrew mengangguk kemudian segera mencium tangan Papa Dika dan juga mama Dona.
Mereka semua segera masuk ke dalam pesawat saat mendengar pemberitahuan bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi sebentar lagi akan segera take off.
*****
Pukul satu siang, Papa Dika dan mama Dona sudah tiba kembali di rumah. Baru saja mobil yang di kendarai oleh sopir oma Sekar itu memasuki halaman kediaman Pratama, di depan sudah ada sebuah taksi yang berhenti tepat di depan pintu gerbang.
Nampak seseorang turun dari taksi tersebut kemudian melenggang masuk karena pintu gerbang yang masih terbuka lebar. Papa Dika dan mama Dona yang baru saja turun dari mobil pun terkejut melihat Siapa yang datang menghampiri mereka.
"Siang om, Tante!" Sapa orang tersebut ramah.
__ADS_1
"Mau apa kamu datang ke sini!" Teriak papa Andika marah.
"Izinkan saya bertemu Shasa om." Radit memohon kepada Papa Dika. Ya, orang tersebut adalah Radit yang tadi sempat berpamitan kepada bu Mayang untuk pergi sebentar dan ternyata Radit pergi untuk mencari Shasa, dan mungkin untuk mencari kedua anaknya. Radit tadi sempat menelpon Nara untuk meminta alamat rumah Shasa. Nara pun memberikannya karena Nara berharap mereka bisa segera menyelesaikan permasalahan diantara mereka.
"Hahaha.... untuk apa lagi kamu mencari Shasa? Bukankah selama ini kamu tidak menginginkannya."
"Saya mohon om, saya hanya butuh penjelasan Shasa."
"Penjelasan? Penjelasan apalagi yang kamu inginkan?" Teriak papa Dika lagi. "Bukankah tanpa dijelaskan sekalipun kamu harusnya tahu. Apa mata mu buta? Apa kamu tidak melihat wajah kedua cucu saya?"
"Maaf om, sekali lagi saya minta maaf."
*****
Dengan mengendarai taksi, Radit kembali ke hotel terlebih dahulu sekedar untuk mandi dan berganti pakaian, karena barang-barang mereka masih berada di hotel.
Saat memasuki kamar hotel yang ditempatinya, bayang-bayang dirinya yang mendorong istrinya hingga menabrak nakas dan mengakibatkan lampu yang ada di atas nakas terjatuh tepat di atas perut sang istri hingga mengakibatkan istrinya keguguran kembali berputar-putar di kepalanya.
"Aaaaaaarrrgh!" Teriak Radit frustasi seraya m3r3m@$ rambutnya sendiri. "Maafkan aku Ras, maafkan aku Sha." Perlahan tubuh Radit meluruh ke lantai. Radit terisak-isak dengan berjuta penyesalannya yang sudah tiada guna lagi.
Apakah sekarang kamu merasa hebat, karena sudah berhasil menyakiti kedua wanita sekaligus?
__ADS_1
Sekarang nikmatilah penyesalan mu yang sudah tiada guna lagi!
Bahkan jika kamu menangis darah pun keadaan tidak akan pernah kembali lagi seperti semula!
CAMKAN ITU! Wahai Raditya Erlangga yang terhormat!
*****
*****
*****
*****
*****
Masih kurang gak karmanya buat Radit? Kalau masih kurang entar emak tambahin lagi ðĪðð
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð
__ADS_1