
Pagi sekali saat matahari belum menampakkan sinarnya, Radit sudah rapi dengan setelan kemeja batik layaknya orang mau kondangan. Ya, hari ini adalah hari pernikahan Riani dan Seno. ia harus segera berangkat ke desa tempat tinggal Riani, karena acara resepsinya di adakan di rumah Riani.
Laras, Bu Mayang serta pekerja warung sudah berangkat kesana sejak kemarin dengan menggunakan travel. Tinggal dirinya sekarang yang harus segera berangkat.
Dengan mengendarai mobilnya, Radit menyusuri jalanan yang masih sunyi sepi karena masih terlalu pagi. Suasana jalan raya yang lenggang membuatnya lebih leluasa mengemudi dengan kecepatan tinggi. Dengan berbekal GPS Radit menuju lokasi yang sudah di shareloc oleh Laras.
*****
Di tempat lain....
Shasa sedang asyik berenang saat ponselnya berdering beberapa kali seperti bunyi notif pemberitahuan. Ia yang mendengarnya langsung menepi kemudian naik dan duduk di tepi kolam dengan posisi kaki yang menggantung di air. Diraihnya ponsel yang ada di meja kecil dekat kolam kemudian segera membukanya. Ternyata itu notif pemberitahuan bahwa saat ini akun sosial medianya sedang ditandai oleh seseorang yang tak lain adalah Laras.
Akun media sosial Shasa, Anja, Radit, Riani dan Seno di tandai dalam sebuah unggahan foto pernikahan yang di upload oleh Laras. Dimana di dalam foto itu terdapat kedua mempelai yang di kanan dan kirinya diapit oleh Laras dan Radit. Dan foto itu di beri caption "Riani & Seno Wedding".
"Semoga kalian bahagia." Senyum nampak tersungging di bibir Shasa. Namun sedetik kemudian senyumnya berubah menjadi kecut saat melihat Radit yang tersenyum lebar.
"Sepertinya memang benar, kamu jauh lebih bahagia tanpa ada aku." Tak terasa setitik air mata jatuh membasahi pipinya. Shasa langsung mengusapnya dengan tangannya kemudian tangannya beralih mengusap perutnya yang terlihat membuncit. Kehamilan kembar itu membuat perutnya dua kali lipat lebih besar di bandingkan dengan kehamilan tunggal.
"Gak papa sayang, jangan khawatir, ada mom. Mom akan selalu ada untuk kalian, mom akan menyayangi kalian dengan limpahan kasih sayang. Mom pastikan, kalian tidak akan pernah kekurangan kasih sayang meskipun tanpa ayah kalian." Shasa bangkit menyambar kimono untuk menutup tubuhnya terutama bagian perutnya. Melangkah masuk ke dalam rumah, Shasa menuju ke dapur. Rasa haus menyerang pangkal tenggorokannya hingga terasa kering.
Saat hendak membuka kulkas guna mencari air dingin, tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya hingga membuatnya terlonjak karena kaget.
Pluk!
__ADS_1
"Kak!"
"Bisa gak, gak usah ngagetin." Shasa menggeram marah.
"Hehe, cari apa?"
"Cari baju!" Ketus Shasa.
"Masa cari baju di lemari es kak? Yang benar saja!"
"Bisa diam gak, udah tau kalau ini lemari es, ngapain nanya!"
"Iya, iya, huuhh... Dasar bumil sensian." Edward meninggalkan dapur seraya bersungut-sungut kesal.
"Ngamar!" Edward berteriak balik sambil menaiki tangga tanpa menoleh.
"Emangnya gak kuliah?" Teriak Shasa lagi.
"Udah pulang dari tadi!" Edward ikut berteriak lagi.
"Eh, eh, ini ada apa kok pada teriak kayak di hutan." Mom Yasmin mendekati Shasa.
"Hehe, gak papa Tan. Shasa masuk kamar dulu Tan, mau mandi."
__ADS_1
"Lah, ini pake jubah bukannya habis mandi Sha?"
"Tadi habis renang Tan."
"Owh, ya udah sana cepetan nanti masuk angin." Shasa segera melesat masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri, Shasa merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Ia membuka kembali postingan Laras, ingin rasanya ia menyematkan komentar pada postingan tersebut namun urung. Ia tidak mau nantinya Laras dan Riani akan mencecarnya dengan segudang pertanyaan. Ia sudah memutuskan untuk pergi, jadi sebisa mungkin ia tidak mau berinteraksi lagi dengan mereka. DM dan Imel mereka dulu saja tak pernah ia balas. Nomor telepon juga sudah ia ganti dengan yang baru, hanya keluarganya saja yang tau.
*****
*****
*****
*****
*****
Nyambung di novel "Candamu Canduku" Bab Riani & Seno 01 Pernikahan Riani & Seno.
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð
__ADS_1