Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 36


__ADS_3

Oweeeeeekk........


Suara jerit tangis baby Shasa yang pertama yang berjenis kelamin laki-laki memenuhi ruang persalinan tersebut.


"Jagoan Bu, lihat, tampan sekali." Dokter Andrew memperlihatkan bayi tersebut kepada mom Yasmin yang sejak tadi berada di samping Shasa menggenggam tangannya erat. Dokter Andrew segera menyerahkan bayi tersebut kepada salah seorang suster yang membantunya untuk di bersihkan. Sesaat kemudian di susul jerit tangis baby Shasa yang kedua yang berjenis kelamin laki-laki juga.


Oweeeeeekk........


"Wooooaahh, jagoan lagi Bu. Selamat ya Bu!" Ucap dokter Andrew sumringah. Ya, dokter Andrew lah yang membantu persalinan Shasa bersama beberapa orang perawat. Shasa sudah tidak memikirkan siapa yang membantu persalinannya. Mau itu dokter perempuan atau laki-laki pun ia tidak peduli. Yang terpenting sekarang kedua anaknya sudah terlahir dengan selamat.


"Alhamdulillah." Mom Yasmin berucap syukur, begitupun Shasa yang sudah menitikkan air matanya saat melahirkan bayi pertamanya tadi. Ada rasa haru bercampur rasa sedih yang menyeruak di dadanya jika mengingat hari ini Raditya, ayah dari kedua bayi yang dilahirkannya sedang berbahagia merayakan pesta pernikahannya. Sedangkan ia disini sedang berjuang, bertaruh nyawa untuk melahirkan kedua anaknya.


Dokter Andrew segera menyerahkan bayi kedua Shasa kepada perawat yang lainnya. Sedangkan perawat yang satunya membantu dokter Andrew menjahit jalan lahir Shasa yang tadi di lewati dua bayi sekaligus.


Perjuangan seorang ibu yang harus rela kesakitan dan bertaruh nyawa demi melahirkan anaknya. Kalau Shasa ibarat mempertaruhkan satu nyawa demi menyelamatkan dua nyawa.


"Bayi pertama beratnya 2600 gram dok, dan yang kedua 2500 gram." Ucap seorang perawat, kemudian kedua perawat tersebut meletakkan kedua bayi Shasa di atas dada Shasa sebelah kiri dan kanan untuk inisiasi menyusui dini (IMD). Meskipun Shasa melahirkan di usia kandungannya yang baru menginjak delapan bulan, tapi kedua bayinya sehat, dan berat badannya juga sudah memenuhi standard. Mungkin karena ibunya yang doyan makan, jadi anaknya gak kekurangan berat badan.


Dua jam kemudian Shasa dan kedua bayinya sudah di pindahkan ke kamar perawatan. Dad Erwin yang tadi sempat di hubungi Edward juga sudah tiba di rumah sakit. Sedangkan bik Leni dan pak supir sudah pulang duluan setelah tadi memberikan ucapan selamat kepada Shasa.


Shasa meminta mom Yasmin untuk memfoto mereka bertiga dengan posisi baby twins ada di samping kanan kiri sang mom. Shasa ingin mempostingnya ke sosial medianya. Saat ini Shasa sudah tidak peduli lagi jika kedua orang tuanya tau. Ia akan menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah seorang mom yang hebat.


Saat sudah mengambil ancang-ancang bidikannya, tiba-tiba Edward menyerobot duduk di kursi samping ranjang lalu tersenyum manis ke kamera membuat mom Yasmin dan Dad Erwin geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu. Alhasil fotonya jadi berempat, bukan bertiga.


Shasa segera meng-upload foto tersebut dengan caption "Jagoan Twins" tanpa menandai teman-temannya bahkan Edward sekalipun.

__ADS_1


Sebentar lagi jagad Maya pasti akan digemparkan dengan kemunculan Shasa beserta kedua baby twinsnya!


*****


Dan benar saja, orang-orang yang saat ini sedang menikmati makan siangnya di warung Bu Mayang mendadak heboh saat mendengar pekikan Riani.


"Astagaaaaaa Shasa!" Jerit Riani kemudian membekap mulutnya dan sedetik kemudian air matanya mengalir deras hingga sesenggukan membuat orang-orang semakin bingung.


Seno yang ada di sebelah istrinya itu langsung meraih ponsel dari genggaman Riani dan seketika itu matanya membulat.


"Astagaaaaa! Ini beneran Shasa kan?"


Seeett!


Gantian Laras yang merebut ponsel tersebut. Dan seketika itu ia juga memekik karena terkejut.


Radit yang penasaran pun langsung meraih ponsel Riani, dan seketika itu.....


Deg!


Jantung Radit serasa di hantam dengan palu Godam hingga dadanya terasa nyeri. Radit terduduk di kursi dengan pikiran kosong yang membuat semua orang bertanya-tanya dalam hatinya tak terkecuali mama Shela.


"Ada apa sayang?" Mama Shela bertanya kepada Laras. Laras pun langsung menyerahkan ponsel Riani yang tadi di letakkan Radit ke atas meja.


"Shasa? Ini Shasa kan? Jadi selama ini Shasa menghilang karena hamil?" Tanya mama Shela namun semua memilih bungkam karena memang tidak tahu.

__ADS_1


"Ini kan Edward sepupunya Shasa, anaknya Yasmin. Adiknya Dona."


Deg!


Jantung Radit kembali berdenyut saat mendengar penuturan mama Shela.


"Apa mungkin Shasa pergi ke Singapura?" Lanjut mama Shela.


"Singapura?" Beo Laras, Riani serta Seno bersamaan.


"Iya, Yasmin tantenya Shasa menetap di Singapura ikut suaminya, Erwin."


Acara makan siang itu akhirnya selesai dengan keterdiaman Radit. Semua orang bersiap-siap menuju ke "RADITYA CAFE & RESTO" untuk melanjutkan acara resepsi yang sebentar lagi akan berlangsung.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2