Luka Hati Luka Diri

Luka Hati Luka Diri
Episode 101


__ADS_3

Setelah kepergian mama Rosi, ruang perawatan Shasa kembali sepi karena mama Dona dan si kembar juga pamit pulang. Sebenarnya tadi si kembar menolak untuk pulang, namun setelah Shasa berhasil membujuk mereka dan mengatakan kalau si kembar boleh datang lagi ke rumah sakit nanti sore, akhirnya si kembar pun menurut dan ikut pulang bersama mama Dona.


"Mau makan?" Tawar dokter Andrew selepas kepergian perawat yang mengantarkan makan siang ke ruangan Shasa.


"Iya, bukannya aku harus banyak makan agar bisa memproduksi ASI yang banyak?" Jawab Shasa membuat dokter Andrew terkekeh. Dokter Andrew langsung meraih kotak nasi yang tadi diletakkan perawat di atas nakas samping bed perawatan Shasa, kemudian menyuapi sang istri.


"Kamu gak makan Hon?"


"Iya nanti, setelah kamu makan aku akan pergi ke kantin untuk membeli makanan." Rantang makanan yang tadi pagi dibawa oleh Mama Dona sudah dibawa pulang lagi oleh Mama Dona. Karena tak mungkin mama Dona membiarkan menantunya itu memakan makanan sisa tadi pagi.


"Kenapa nggak makan ini aja? Kita kan bisa makan sekotak berdua seperti di rumah, makan sepiring berdua."


"Mana kenyang honey, ini nasinya cuma seporsi. Kalau di rumah meskipun kita makan sepiring berdua tapi kan porsinya untuk dua orang."


"Hehe.. aku sekarang jadi rakus ya?"


"Hey, itu wajar. Ibu menyusui memang membutuhkan asupan makanan yang bergizi lebih banyak." Dokter Andrew mengelus kepala istrinya. "Sekarang habiskan ya, biar ASInya tambah banyak. Biar nanti Baby juga cepat besar dan bisa cepat keluar dari inkubator." Dokter Andrew menunjuk baby Queena yang berada di dalam box inkubator. Setelah itu dokter andrew kembali menyuapi sang istri hingga makanan yang ada di dalam kotak tersebut tandas.


*****

__ADS_1


Sore harinya, Anja, Nara, Laras, Bu Mayang dan Seno serta Camelia dan Radha mengunjungi Shasa di rumah sakit. Sekitar pukul setengah lima mereka tiba di rumah sakit dengan dua mobil sekaligus karena tidak muat dalam satu mobil.


Nara terlebih dahulu bertanya kepada resepsionis letak ruang perawatan Shasa. Setelah mendapat informasi letak ruang perawatan Shasa, mereka bertujuh berjalan beriringan menyusuri koridor rumah sakit dan berhenti tepat di depan pintu ruang perawatan Shasa.


Tok.. tok.. tok..


Anja perlahan mendorong pintu ruang perawatan Shasa setelah mendapat sahutan dari dalam.


"Sore!" Anja masuk ke dalam diikuti oleh Bu Mayang, Laras, Seno yang menggandeng Camelia anaknya dan terakhir Nara yang menggandeng Tangan Radha.


"Sore!" Balas Shasa, dokter Andrew dan Mama Dona bersamaan. Ya, Mama Dona dan si kembar ternyata sudah kembali lagi ke rumah sakit.


"Sha, maafin gue!" Laras berdiri tepat di samping brankar Shasa.


"Kenapa harus minta maaf?" Shasa mencoba membesarkan hatinya.


"Maaf karena sudah merebut Radit dari kamu." Air mata Laras lolos begitu saja.


"Bukan kamu yang merebut Radit, tapi aku yang memilih pergi karena Radit tidak pernah menginginkan ku." Sekuat hati Shasa menahan air matanya akhirnya lolos juga.

__ADS_1


"Maafkan aku, maaf! Hiks.. hiks.."


"Kemarilah!" Shasa merentangkan kedua tangannya. Laras yang melihat itu langsung berhambur ke pelukan sahabatnya itu. "Lupakan masa lalu, aku sudah bahagia bersama suami dan anak-anak ku. Kamu juga harus bahagia." Kedua sahabat itu meluapkan rasa dalam tangisnya.


"Pasti, aku pasti akan bahagia! Kita tetap sahabat kan?" Shasa mengangguk dalam pelukan. "Terimakasih!" Laras semakin mengeratkan pelukannya.


"Ikuuuuuut!" Anja ikut menghambur memeluk kedua sahabatnya. Membuat semua orang yang ada di sana terkekeh melihat tingkah Anja. "Sayangnya Riani sudah gak ada." Celetuk Anja tiba-tiba seraya meneteskan air matanya, mengenang sahabatnya yang sudah terlebih dahulu berpulang. Seno yang mendengar ucapan Anja barusan nampak memerah matanya. Sayangnya dia adalah laki-laki yang ditakdirkan untuk tetap kuat. Jadi sebisa mungkin ia harus tetap terlihat baik-baik saja.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘ðŸĪŠðŸĪŠ

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕ðŸŒđðŸŒđ


__ADS_2