
Papa Andika dan mama Dona akhirnya malam itu tiba di Singapura setelah menempuh perjalanan darat dan udara selama empat jam lamanya. Dengan di jemput olek pak Didik supir keluarga Gutawa, mereka langsung menuju rumah sakit tempat Shasa melahirkan.
Tepat pukul delapan malam mama Dona dan papa Dika tiba di loby rumah sakit. Pak Didik langsung sigap berjalan di depan menuntun saudara majikannya itu hingga ke depan pintu ruang perawatan Shasa, setelah itu pamit untuk kembali lagi ke mobil.
Sejenak mama Dona menarik nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya memberanikan diri mendorong pintu ruang perawatan Shasa diikuti papa Dika yang mengekor di belakangnya.
Deg!
Jantung mama Dona serasa di remas saat melihat pemandangan yang tersaji di depan matanya. Yaitu Shasa yang saat itu sedang menyusui bayinya. Shasa pun yang mendengar pintu di buka reflek menoleh dan.....
Deg!
Pandangan Shasa bertemu dengan mama Dona yang membuatnya terkejut dan tenggorokannya terasa tercekat.
__ADS_1
"Ma-ma?" Mom Yasmin dan Dad Erwin serta Edward dan suster Elsa yang duduk di samping box bayi serempak ikut menoleh ke arah pintu dan mendapati mama Dona dan papa Dika yang mematung di ambang pintu.
Setelah berhasil menenangkan degup jantungnya, perlahan kaki mama Dona melangkah mendekat ke ranjang dengan air mata yang perlahan menetes. Begitupun papa Dika yang juga ikut melangkah di belakang istrinya.
"Kenapa gak cerita sama mama?" Ucap mama Dona saat sudah berada di samping ranjang Shasa. Shasa yang tenggorokannya tercekat tak kuasa menjawab pertanyaan mamanya. Pun dengan papa Andika yang masih syok juga hanya diam saja. Ada rasa sesak tapi juga bahagia yang saat ini ia rasakan. Di satu sisi ia merasa sakit saat mendapati kenyataan bahwa selama ini anaknya mengandung dan melahirkan tanpa suami dan juga tanpa sepengetahuannya. Namun disisi lain, saat ia melihat bayi mungil yang ada di pangkuan anaknya dan sedang menyusu itu rasanya ada kebahagiaan tersendiri.
Beginilah rasanya menjadi seorang kakek?
"Hiks.. hiks.." Mama Dona langsung menubruk badan anaknya dan memeluknya dengan erat membuat Shasa seketika langsung menangis.
Salah satu bayi Shasa yang ada di dalam box bayi menangis kencang karena merasa terganggu dengan Suara berisik yang ada di sekitarnya. Mama Dona mengurai pelukannya dan beralih beradu pandang dengan papa Dika. Sedetik kemudian papa Dika berjalan menghampiri box bayi dan melihat ada bayi di dalamnya. Rasa tak percaya seketika menyergapnya. Papa Dika mengucek matanya beberapa kali membuat mom Yasmin dan Dad Erwin juga Edward tak kuasa menahan tawanya hingga tangisan bayi tersebut semakin kencang dan membuat papa Dika seketika tersadar. Perlahan papa Dika memberanikan diri mengangkat bayi mungil tersebut.
"Dua?" Beo papa Dika melongo memandangi orang-orang yang ada disana, dan membuat mereka semua semakin terpingkal seraya mengangguk-angguk. Awalnya memang mereka sempat tak percaya saat mom Yasmin mengabarkan bahwa Shasa melahirkan bayi kembar, namun setelah kini papa Dika dan mama Dona melihat sendiri dengan mata kepalanya akhirnya mereka percaya bahwa saat ini mereka memiliki cucu kembar.
__ADS_1
Papa Dika berjalan menghampiri ranjang dengan menggendong bayi mungil tersebut.
"Kembar?" Beonya sekali lagi. Dan lagi-lagi itu membuat semua orang tergelak hingga bayi yang baru terlelap di pangkuan Shasa ikut menangis. Dan terjadilah aksi lomba menangis antara kedua bayi Shasa tersebut di dalam ruang perawatan Shasa. Dan siapa yang lebih kencang menangisinya maka dialah pemenangnya.
*****
*****
*****
*****
*****
__ADS_1
Lope-lope sekebun Pare ðððĪŠðĪŠ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ââðð