Maaf, Untuk Lukamu!

Maaf, Untuk Lukamu!
Anak-anak ku


__ADS_3

Dua Minggu sudah Keenan beralih profesi menjadi seorang guru TK. Selama itu pula, Keenan berusaha untuk dekat dengan anak-anak nya. Memahami apa yang keduanya Ingin kan, serta mencari tau apa yang menjadi hobby dan kesukaan kedua anaknya.


"Ken? Apa aku boleh menumpang pulang? Mobilku mogok tadi pagi, dan sekarang masih di bengkel." Suara Diana mengagetkan Keenan. Membuat pria itu menoleh ke samping. Dilihat nya wanita yang sudah dua Minggu ini menjadi mentor nya itu, sedang menatap nya dengan penuh harapan.


"Aku akan memesankan taksi untuk mu, tenang saja, aku yang akan membayar nya nanti" ujar Keenan menolak halus. Gila saja, wanita ini adalah orang yang paling di hindari nya, memberi nya tumpangan sama halnya membuat Diana berharap lebih padanya.


"Tidak bisakah aku menumpang mobilmu saja, Ken? Rumahku lumayan jauh, aku tidak terbiasa naik taksi. Aku sedikit ngeri jika hanya berduaan dengan orang asing" balas Diana setengah memaksa dengan wajah memelas.


"Bukankah aku juga orang asing, maksud ku kita tidak sedekat itu. Aku tidak ingin membuat kekasih mu salah paham." Keenan berusaha untuk mencari alasan yang tepat.


"Aku tidak punya kekasih. Lagi pula, bukankah kita sudah cukup dekat, maksud ku, kau adalah partner kerjaku. Kita teman bukan? Dan teman harus saling menolong. Hanya kali ini saja Ken, boleh ya?" Diana tetap kukuh pada pendiriannya. Dia ingin memiliki peluang agar bisa dekat dengan pria tampan itu.


Keenan terdiam sejenak, dia sedang berpikir, bagaimana cara menolak wanita disampingnya ini.


"Baiklah hanya kali ini saja, maaf bukannya apa-apa. Aku hanya tidak ingin kekasih ku salah paham. Setiap hari setelah pulang mengajar, aku akan menjemputnya untuk makan siang bersama. Begitu pun hari ini. Jadi, kita akan menjemput kekasih ku terlebih dahulu, baru setelah itu aku akan mengantarmu pulang. Bagaimana?" ucapan Keenan seakan lemparan pisau ke jantung Diana. Wanita itu langsung pias, kecewa juga sakit hati.


"Emmm... Tidak bisakah kau mengantar ku terlebih dahulu saja, jika harus menjemput kekasih mu akan memakan waktu, bukan?" Entah keberanian dari mana, Diana mencoba peruntungan dengan menego pada Keenan.


"Ya atau tidak sama sekali!" Tegas Keenan tak terbantahkan.


Dengan lesu dan wajah kecewa, akhirnya Diana menyetujui tawaran Keenan. Walau di hatinya terucap banyak sumpah serapah pada kekasih pria yang di sukai nya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu sudah menunjukkan pukul 11:30, Keenan bersiap untuk pulang. Namun sebelum itu, dia menghampiri kedua anaknya yang sedang menunggu jemputan. Setiap hari itulah yang di lakukan Keenan, dia masih belum punya keberanian untuk mengantar keduanya pulang.


Sebuah mobil Pajero sport berhenti tepat di hadapan mereka, membuat napas Keenan mendadak sesak. Apalagi ketika melihat kedua anaknya, yang tampak begitu gembira menyambut pria itu.


"Daddyyy... Kenapa lama sekali? Kami bosan menunggu, untung saja ada pak guru ganteng yang selalu menemani kami di sini" celoteh Elsye panjang lebar dengan mulut mengerucut.

__ADS_1


"Anda?" Mike menunjuk ke arah Keenan dengan ekspresi terkejut.


"Ah ya, aku bekerja di sini sebagai guru pendamping." Jelasnya menjawab keterkejutan Mike.


"O.. Ternyata Jakarta sesempit ini, rupanya. Dan aku ingat pernah berhutang janji padamu. Apa kau ingin pulang bersama, kita bisa mampir di restoran dekat sini. Bagaimana?" tawar Mike sopan.


"Emmm... baiklah jika itu tidak merepotkan. Aku akan mengikuti dari belakang, mobil ku masih di parkiran." ujar Keenan berusaha setenang mungkin, hati nya sedikit memanas melihat betapa manjanya sang putri pada Mike.


" Baiklah kami akan duluan, restoran Marita, tau?." Balas Mike segera menggendong Elsye masuk ke dalam mobil.


Keenan hanya mengangguk mantap, artinya bahwa dia tau tempatnya.


Keenan segera menuju parkiran, namun sesaat langkahnya terhenti, saat melihat seorang wanita tengah bersender di pintu mobilnya.


"Astaga! Bagaimana aku bisa lupa, jika wanita pemaksa ini ingin menumpang mobilku." Gumam Keenan kesal.


Diana yang melihat Keenan mendekati nya, segera berdiri tegak dan merapikan roknya yang nampak sangat ketat itu.


"Aku habis mengantar anak-anak ku" balas Keenan tanpa sadar.


"Anak-anak mu?" ulang Diana meyakinkan pendengaran nya.


"Heh? Kau ini bicara apa? Masuklah jika yak ingin ku tinggal." Ujar Keenan sedikit tak bersahabat.


"Ah ya, baiklah." Segera Diana masuk dan duduk di kursi depan. Dengan begitu dia bisa lebih dekat dengan pria itu.


Diam-diam Diana ternyata sedang memotret dirinya dan Keenan dari samping, dia menggeser kan duduknya hingga mendekat ke arah Keenan. Membuat pria itu menoleh karena risih, dan posisi yang terlihat seperti sedang berciuman itupun tak di sia-sia kan oleh Diana.


"Bisa kah kamu menjauh dariku dan duduk yang benar. Atau kau lebih suka aku turun kan di tengah jalan, dan melanjutkan perjalanan mu dengan menggunakan taksi." Ujar Keenan sinis dan dingin.

__ADS_1


Diana segera memperbaiki duduknya, bisa gawat jika Keenan menurunkan nya di tengah jalan.


"Aku akan makan siang bersama temanku, dia sudah menunggu ku di sana. Bisakah kau pergi berbelanja atau apa, aku tidak ingin temanku salah paham padamu." Ujar Keenan lagi dengan datar.


"Aku sedang tidak membawa uang lebih, aku sudah membayar biaya servis mobil ku tadi pagi. Bisakah aku ikut saja, aku janji tidak akan bertingkah macam-macam." Sekali lagi, wanita itu mulai memaksa Keenan. Dia merasa senang karena pria itu pada akhirnya nya akan menuruti keinginan nya. Walau harus mengorbankan harga diri nya, tidak masalah. Tangkapan besar, maka pengorbanan nya pun harus besar.


"Ck, tidak bisa . Kenapa kau suka sekali memaksa. Tidak jika kau tidak ingin pergi berbelanja, maka tunggu saja di mobil. Aku tidak mau tau." pungkas Keenan tak ingin di bantah.


Dengan lesu Diana akhirnya menyetujui saran Keenan, untuk menunggu di mobil.


Mobil yang Keenan kendarai sudah tiba di halaman depan restoran yang di katakan oleh Mike. Pria itu memarkirkan mobilnya tanpa mematikan, mengingat Diana yang akan tinggal didalam mobil selama dia di dalam restoran.


"Tunggu lah, jangan buat ulah. Atau kau akan tau akibatnya." Ancam Keenan dengan wajah serius.


Diana hanya bisa mengangguk samar, susah payah wanita itu menelan ludahnya yang terasa keras di tenggorokan.


Keenan keluar dari mobil dan segera bergegas masuk ke dalam restoran.


"Maaf, aku sedikit terlambat. Ada sedikit gangguan tadi." Ujar Keenan tak enak hati.


"Tidak masalah, makanan kami juga baru di antar. Pesan lah, aku tak tau apa kesukaan mu." Balas mike ramah.


Drrrttt drrrttt drrrttt


"Hai sayang, kau sudah kemari?"


"............"


"Baiklah, hati-hati di jalan. Aku mencintaimu"

__ADS_1


Deg


__ADS_2