
Alisya mondar mandir dalam kamar mandi, pikiran nya kalut. Bayangan malam pertama sudah menghantui pikiran nya bahkan sejak masih berdiri di pelaminan tadi.
Tok tok tok
"Sayang..? apa kau masih lama di dalam, ini sudah setengah jam lebih loh." Seru Mike dari arah luar kamar mandi.
"Sebentar, perut ku sedikit mules." Alisya sudah kehabisan ide, alasan yang tepat bagi seseorang jika menggunakan kamar mandi dalam waktu lama. Biasa nya karena masalah pencernaan.
"Biarkan aku masuk, kau bisa lemes kalau tidak segera di tangani." Alisya menepuk jidad nya semakin kalut.
"Tidak perlu, aku tidak apa-apa. Sebentar lagi aku akan keluar..!" seru Alisya dari dalam.
"Baiklah, jangan terlalu lama di dalam kau malah bisa masuk angin." Nasihat Mike yang menanggapi serius ucapan istri nya.
Klek
Setelah 5 menit berlalu akhirnya Alisya keluar juga. Wajah nya pucat dan itu membuat Mike semakin khawatir.
"Duduk sini sayang" Mike menepuk sisi ranjang, dan itu berhasil membuat kinerja jantung Alisya berdetak tak karuan.
"Ah ya.. kau tidak mandi?" Alisya berusaha mengalihkan pikiran nya dengan pertanyaan basa basi tersebut.
"Sebentar lagi, aku sudah menelepon ke bagian resepsionis untuk mengirimkan obat diare kemari. Berbaring lah dulu, aku akan mandi setelah obat mu tiba." Alisya segera merebahkan tubuh nya dengan perasaan lega. Bayangan percintaan Daru masih meneror otak nya. Tiba-tiba membayang kan hal itu yang akan dia dan Mike lakukan, Alisya ketakutan tanpa alasan. Mike yang dia tau sudah berpengalaman dalam hal ranjang, bisa-bisa diri nya di eksekusi tanpa belas kasihan oleh singa lapar tersebut.
Ting tong
"Kurasa obat mu datang, sebentar." Mike bergegas menuju pintu, dan benar saja. Bukan hanya obat, tapi juga semangkuk sup dan bubur hangat di atas troli.
"Terimakasih" ujar Mike memberikan sedikit tips pada pelayanan tersebut.
"Ayo makan dulu sayang, setelah itu kau minum obat baru beristirahat lagi." Alisya salah tingkah, dia tidak sedang diare. Dan kini harus meminum obat diare, bisa-bisa dia malah terserang sembelit.
__ADS_1
"Aku akan makan sendiri bubur nya, mandi lah. Aku tidak selemah itu, jangan menatap ku begitu" Mike mengangguk lalu menuju kamar mandi, Alisya membuka bungkus obat dan membuang nya ke dalam tas. Perut nya sedikit lapar, dengan lahap Alisya menyantap sup dan bubur nya.
10 menit kurang lebih, Mike sudah terlihat segar. Dengan hanya menggunakan handuk, pria itu mengeringkan rambut nya di depan cermin. Alisya diam-diam melirik perut sixpack suami nya.
"Apa aku terlihat tampan, sayang?" pertanyaan Mike membuat lamunan liar Alisya buyar. Wanita itu kelabakan salah tingkah.
"Mana ada seperti itu, aku hanya sedang terpikir kan sesuatu saja." Elak Alisya berusaha membantah, di taruh di mana muka nya sekarang. Pasti kelihatan memerah seperti kepiting rebus.
Mike tergelak mendengar sanggahan istri nya, kemudian menghampiri sang istri tercinta.
"Tatap aku sayang... aku tau kau sedang menghindari ku, toilet di dalam bahkan terlihat kering seperti belum pernah di gunakan. Apa kau takut menghadapi malam pertama kita, hmmm?" tanya Mike lembut sambil memegang menangkap pipi sang istri.
Alisya terlihat gugup, Mike tersenyum lembut. "Jangan takut oke, kita akan menunda nya hingga kau siap. Tidak masalah, waktu kita banyak, kita bisa melakukan kapan saja nanti jika kau sudah siap. Jangan di pikir kan lagi, ayo bersiap tidur." Mike mencium lembut kening istri penuh kasih sayang, dia paham ketakutan Alisya. Dan dia tak ingin memaksakan kehendak nya, tidak sampai istri bersedia untuk di jamah karena keinginan hati nya, bukan keterpaksaan untuk menyenangi hati dan hasrat nya semata.
Alisya mengerjab kan kedua mata nya, kalimat suami nya sedikit menyentil hati kecil nya. Harus nya dia sudah siapa lahir batin saat memutuskan untuk menikah.
"Aku siap.. aku hanya tidak tahu cara memulai nya saja, ini pengalaman pertama ku. Aku sedikit gugup... juga sedikit takut.." Alisya merendahkan suara nya di ujung kalimat, kepala nya menunduk dalam, kedua tangan meremat ujung kimono yang dia pakai.
Mike kembali tersenyum melihat tingkah menggemas kan sang istri.
"Kau yakin sayang? kita bisa menunda nya jika kau masih belum siap.." Ulang Mike berusaha meyakinkan sang istri.
"Berhentilah bertanya, aku malu.." cicit Alisya membuat Mike tak tahan untuk tidak tertawa keras. Tawa renyah Mike membuat pipi Alisya semakin memerah malu.
"Berhenti tertawa, atau kau akan tidur di sofa malam ini." Ancam Alisya akhir nya. Mike lekas menghentikan tawa nya.
"Maaf sayang, tingkah mu lucu dan sangat menggemas kan. Baik lah, kita lihat seberapa siap nya diri mu." Mike segera meraup bibir mungil istri nya. Alisya membalas Mike dengan degub jantung yang mulai berdetak kencang.
Malam pertama yang di impikan oleh setiap wanita, kini Alisya pun merasakan nya. Kedua nya mereguh kebahagiaan awal rumah tangga dengan penyatuan raga. Malam panjang yang tak akan pernah bisa Mike dan Alisya lupa kan. Malam panjang yang akan menghadirkan Mike dan Alisya junior kelak.
...~Tamat~...
__ADS_1
∆Kisah Mike dan Alisya berakhir di part ini. Mereka sudah bahagia sama seperti Keenan dan Arumi. Namun akan tetap hadir sebagai cameo di beberapa part lanjutan.
∆Part berikut nya kita akan fokus pada kehidupan percintaan Imah, Eiden, dan Elsye. Tiga bersaudara yang kompak dalam segala hal, termasuk berbagi cerita tentang perasaan mereka masing-masing.
Brukk
Tas berwarna ungu tersebut terlempar sempurna masuk ke dalam got. Untung saja got itu bersih, jika tidak bisa di pastikan nasib tas tersebut akan berakhir menyedih kan.
"Kiiyaaaa...! kau punya mata tidak! Ya ampun tas ku yang malang.." ratap gadis tersebut menjulurkan tangan nya ke dalam got dengan sedikit jijik.
"Lihat ulah mu, tas ku jadi kotor terkena air got..." tuduh nya mengacung kan tas nya ke arah orang yang telah bertabrakan dengan nya.
"CK! kau lagi.. kenapa kau selalu ada di mana pun aku berada. Apa kau membuntuti ku nona?.." tuduh nya balik. Mata Sonia membeliak melihat siapa pria baru saja membuat tas cantik nya berkenalan dengan got sialan itu.
"Kau lagi.. kenapa kau seperti penguntit, dasar pria menyebalkan..!" tunjuk Sonia dengan emosi meluap-luap.
"Turunkan telunjuk mu nona, kau yang menabrak ku apa kau tidak sadar... lagi pula kenapa kau berkeliaran di sekolah orang lain seperti ini, apa kau tidak punya pekerjaan selain menabrak kan tubuh gendut mu itu." Balas Eiden tak kalah emosi. Gadis yang menabrak dan menginjak ujung sepatu nya kini berdiri menantang nya tanpa rasa bersalah. Boro-boro minta maaf.
"Heh.. jauh kan tangan mu, sengaja ya mau mencari kesempatan untuk menyentuh jari mungil ku yang selembut sutra ini.." Tuduh Sonia semakin galak.
Eiden berdecih mendengar kalimat tuduhan tak mendasar gadis di depan nya itu.
"Kau terlalu percaya diri nona, aku bahkan tidak berminat sedikit pun pada tubuh gemuk mu ini." Tunjuk Eiden ke pipi bulat Sonia. Reflek Sonia menepis telunjuk Eiden yang sudah lancang menusuk pipi donat isi milik nya.
"Jauh kan tangan mu.. suhhh suhhhh.." ujar Sonia dengan nada marah, saat akan meninggalkan Eiden kaki nya di hentak kuat ke arah sepatu pria menyebalkan itu.
Talk
"Auww.." Eiden yang sudah hapal gelagat Sonia yang terlihat akan kembali menginjak ujung sepatu nya, segera menarik kaki nya ke belakang.
"Emang enak.. makanya jadi orang jangan suka menganiaya orang lain. Sakit? kasihan... dasar gendut..!" ledek Eiden berlari menjauh sebelum sepatu Sonia di darat kan ke kepala nya.
__ADS_1
"Dasar cowok resek, moga aja tu mulut pada sariawan." Seru Sonia kesal bukan main. Belum lagi diri nya yang kini tengah menjadi bahan tontonan anak-anak lain.
"Apa lihat-lihat ? belum pernah lihat cewe cantik nya kebangetan kaya aku ? kasihan.." ucap nya percaya diri. Suara seruan meremehkan tak Sonia peduli kan, kaki nya melangkah santai menuju kantor kepala sekolah untuk melaporkan kehadiran nya pada sang paman.