
"Sih?" Ibu Rahayu memanggil putri nya yang tengah sibuk menghitung hasil jualan nya hari ini.
"Ya bu?" Narsih menghentikan aktivitas nya lalu menoleh pada sang ibu. "Mau makan sekarang ya? bentar Narsih ambil nasi sama lauk dulu." Rahayu menghentikan langkah putri nya.
"Tidak, ibu bukan mau makan, ibu mau nanya soal pemuda yang sering datang ke sini. Seperti nya anak orang kaya, mobilnya sudah berapa kali beda-beda kalau datang. Kalian sedekat apa, Sih?" sudah Narsih duga, pasti ibu nya akan menanyakan prihal Aldo.
"Sampe sejauh ini masih temanan biasa bu"
"Berarti berharap nya lebih dari temanan biasa, begitu?" potong Rahayu cepat, Narsih nampak salah tingkah.
"Tidak begitu juga bu, maksud Narsih, kami tidak ada hubungan apa-apa. Cuma teman tidak lebih, mas Aldo bantuin Narsih banyak. Hari ini aja mas Aldo bantuin jualan di kantin kampus nya. Mas Aldo baik bu, tidak pernah macam-macam, jadi Narsih berteman bukan perkara mas Aldo anak orang kaya atau tidak. Tapi sikapnya yang merakyat, dan sopan. Narsih menyukai sifatnya yang tidak angkuh, tidak neko-neko juga tidak pernah bersikap aneh-aneh ke Narsih." Terang Narsih panjang lebar. Dia tidak ingin sang ibu salah paham padanya.
"Ibu hanya khawatir kalau kau itu nanti nya menaruh hati pada nak Aldo. Kita ini ibarat langit dan bumi, perbedaan antara keluarga kita sudah terpampang nyata dengan nak Aldo. Ibu takut kau terbawa perasaan. Ibu tidak mau kau sakit hati sendiri akibat perasaan mu yang mudah baper." Lanjut Rahayu menekankan maksud nya.
"Ibu gaul juga ternyata, tau aja apa itu baper" Narsih malah cekikikan menanggapi nasihat sang ibu. "Makasih loh bu, udah di ingatin. Ibu tenang aja, Narsih sadar diri kok. Kita ini orang susah, mana mungkin bisa di sanding kan dengan mas Aldo yang segala-galanya." Timpal Narsih menenangkan hati ibu nya. Dia pun tak ingin berharap, walau Aldo sudah memperlihatkan segala km perhatian nya. Narsih bukan wanita naif, dia tau maksud perhatian Aldo padanya.
"Udah, selesai kan hitungan nya. Ingat untuk di sisih buat tabungan, beli buku sama sepatu adik-adik mu kalau cukup. Kalau tidak, tabung saja dulu. Kasian kalau cuma beli buat salah satunya, pasti bakal sedih walau tidak di nampakkan." Narsih hanya mengiyakan apa yang di katakan oleh sang ibu. Dia pun berencana untuk membeli kan tas sekalian. Sudah 4 tahun tas adik-adik nya tidak pernah di ganti. Karena sekali ganti, Narsih akan sekaligus membeli untuk kedua adiknya. Dia hanya takut menanamkan rasa iri, walau tanpa disadari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bi?"
"Hmmm?"
"Niat banget jawabnya gitu" Arumi melipat bibir nya kesal.
Keenan menghentikan pekerjaannya, sudah 2 Minggu ini pria itu memilih bekerja dari rumah. Kehamilan istri nya yang sudah memasuki bulan kelahiran, membuat Keenan was-was. Dia ingin ada di samping sang istri ketika melahirkan anaknya.
__ADS_1
"Maaf sayang, ada apa hmmm? mau jajanan rombong lagi? sate? nasi goreng? batagor? atau tek-tek?" Bujuk Keenan.
"Sate enak deh kayaknya" Arumi tampak menelan ludahnya berkali-kali "tapi nasi goreng juga enak, pake hati sama telor mata sapi. Dua-duanya nya boleh?" Arumi mengerjab kedua matanya, untuk merayu Keenan. Padahal meski tidak dirayu pun, Keenan akan membelikan nya dengan senang hati.
"Boleh, apa lagi? biar sekalian, aku juga mau beliin anak-anak. Kayanya belum pada tidur, malam mingguan gini biasanya pada begadang sama nenek Kakek dan teta nya." Keenan melirik jam dinding yang baru menunjukkan pukul setengah 9 lewat sedikit. Anak-anak nya pasti belum tidur.
"Kalo gitu banyakin satenya, anak-anak suka, bunda juga. Ayah nanti abi tanyakan sendiri, biasanya sih ngikutin seleranya bunda. Aduh, aku jadi gemes sendiri sama kesetiaan ayah sama bunda. Sweet banget tau tidak" Arumi senyum-senyum sendiri mengingat keromantisan kedua mertua nya itu.
"Khemmm" Keenan berdehem karena merasa tersindir.
"Eh? kok belum berangkat?" tanya Arumi heran.
Keenan hanya bisa menghela nafas panjang.
"Ya sudah, aku keluar dulu ya. Ada apa-apa langsung telpon, ponsel ku sudah aku stel ke volume paling besar." Arumi mengiyakan agar suaminya segera berangkat. Setiap akan keluar walau hanya ke minimarket depan komplek, pesan Keenan selalu sama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mas nya beli banyak ya, ada acara apa gimana?" tanya seorang wanita yang juga sedang mengantri sate bersisian dengan Keenan berdiri.
"Buat istri, lagi ngidam, makanya borong banyak." Terang Keenan pamer.
"Oo" sahut si wanita kecewa.
"Manja banget yah istri nya mas, padahal udah jam segini. Kasian lagi, suami udah cape pulang kerja harus nya istirahat. Malah disuruh keluar-keluar" cerocos wanita itu merasa senang, karena dirinya akan di anggap wanita yang pengertian.
"Saya tidak bekerja, makanya punya banyak waktu buat manjain istri." Balas Keenan masih acuh dan fokus pada ponselnya. Keenan sedang menatap foto yang di kirim oleh sang istri padanya.
__ADS_1
Sesekali pria itu tersenyum gemas melihat tingkah manja istri nya, yang berbeda dengan kebanyakan wanita lain.
Setiap kali Keenan keluar rumah, Arumi akan mengirimkan foto pada nya dengan pose menantang. Memakai lingerie tipis membalut tubuh berisi nya. Arumi tidak pernah merajuk karena cemburu, wanita itu akan mengatasi rasa cemburunya dengan caranya sendiri. Dan Keenan lah yang di untung kan kalau sudah begitu.
"Gemes banget sih sayang. Aku jadi pengen buru-buru pulang, mau lahap umi habis-habisan sebelum puasa panjang." send. Keenan mengirim pesan suara pada istri nya tanpa peduli tatapan orang padanya. Memang apa dosanya, mengirim pesan nakal pada istri sendiri kan pahala.
"Mas duluan ya," pamit si wanita lalu kenyelipkan note ke saku jaket Keenan. Keenan mengernyit bingung. Setelah si wanita pergi, Keenan meraih apa yang di masukkan oleh wanita tadi ke sakunya. Bukannya dia penasaran pada Wanita itu, namun Keenan tidak ingin timbul kesalahan pahaman, Ketika istri nya yang menemukan sesuatu yang aneh di sakunya itu. "ini nomor ku. Kalau sudah lahiran istri nya. Mas bisa hubungi aku saja, aku siap memuaskan mas selama 40 hari penuh."
Keenan bergidik ngeri dengan pesan tulisan di Lembaran note tersebut, kemudian membuangnya begitu saja. Dan itu di lihat oleh wanita tadi, yang rupanya masih menungg di dalam mobil. Untuk melihat reaksi Keenan akan pesan tertulis nya.
Si wanita mengeram kesal, "awas saja, aku akan buat kau bertekuk lutut padaku" ujar wanita itu geram sendiri, kalu pergi dari sana. Tadinya dia tidak berniat membeli sate, tidak level baginya. Hanya saja, penampakan Keenan yang sangat mencolok di antara para pembeli. Membuat Sely memutar arah kemudi nya, dan berhenti di pinggir jalan dimana rombong sate yang diantri Keenan berada.
Sementara di sisi lain, Letty tengah di tunggangi dari belakang oleh seorang pria paruh baya. Wanita itu memilih pekerjaan itu untuk menghidupi dirinya. Setelah di tipu Keenan habis-habisan, dan anaknya berhasil di ambil oleh Jordan berkat bantuan Keenan. Hidup nya kacau balau.
Bahkan baru sebulan habis melahirkan, Wanita itu terpaksa menerima pelanggan pertama nya. Meski area inti nya masih belum pulih benar. Mau tidak mau, dia butuh uang untuk bertahan hidup. Meneror Keenan sama saja bunuh diri. Pria itu bahkan pernah akan mengirimnya, kesebuah markas satu bulan yang lalu. Beberapa pria bertato dan bertubuh besar, mengancam akan memperkosanya jika masih mengganggu Keenan.
Itulah kenapa dia memilih melakoni pekerjaan penuh peluh itu, untuk mendapatkan pundi-pundi.
"Oohh babyy... kau nikmat..." racau pria paruh baya itu tanpa peduli darah yang keluar dari inti Letty. Dengan brutal pria itu menghentak kan miliknya semakin dalam. Setelah hampir 20 menit, akhirnya si pria mengerang panjang. Sekali lagi, benih pria asing masuk sempurna ke rahim Letty.
Lettycia yang sudah kelelahan hanya bisa pasrah, saat pria gembul itu menindih tubuhnya dari belakang. Karena hari itu dia sudah melayani 3 pria hidung belang sejak siang hari. Ditambah pria itu, maka 4 sudah batangan yang mencelupi dirinya. Tadinya dia ingin menolak, namun saat tau jika Pria yang akan menggunakan jasanya adalah tuan Raharja, maka dipun menyanggupi nya. Meski sudah mengatakan jika dirinya sedang dalam masa periode pertama nya setelah melahirkan. Walau sudah tidak banyak, hanya berupa plek-plek saja. Pria itu tidak keberatan.
"Darah mu banyak sekali baby, kau bilang sudah di hari akhir mu." Protes Raharja mengelap miliknya yang penuh noda darah.
Pria itu beringsut ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Lettycia masih tidur menelungkup. Tubuhnya lelah, miliknya terasa nyut-nyut dibawah sana. Perih, ngilu, rasanya tak dapat di gambarkan dengan kata-kata.
"Keenan sialan! akan aku balas kau nanti.." ujar Lettycia geram. Dia menyalahkan Keenan atas penderitaannya sekarang.
__ADS_1
"Bersihkan dirimu baby, aku masih ingin lagi nanti" pria itu mengambil tempat disisi Lettycia untuk membaringkan tubuh besarnya, lalu tak lama terdengar suara dengkuran keras.
Lettycia melirik jengkel "Dasar babi!" dengus kemudian beranjak ke kamar mandi, dia ingin berendam air dingin agar darah sialan itu berhenti mengalir.