
Alisya mengerjab kedua matanya, wanita itu mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kamar. Seingat nya, semalam dirinya tertidur di kursi di taman belakang. Lalu kenapa sekarang dia malah tidur nyenyak dan nyaman di atas ranjang.
"Mike?" gumam Alisya. Pasti pria itu yang memindahkan nya ke kamar.
Alisya bergegas mandi, hari ini dia ingin mengunjungi beberapa tempat wisata.
Mike tengah sibuk membuat kan sarapan, dengan sedikit keahlian hasil menjomblo bertahun-tahun. Mike mencoba membuat nasi goreng spesial untuk Alisya.
"Bawang putih, kunyit, sedikit bawang merah.. oke lengkap semua.." gumam Mike kemudian mengulek bumbu ala dirinya.
Alisya turun dari lantai atas dengan penampilan yang sempurna. Baju kaos berwarna putih polos dipadu dengan jaket denim, juga celana jeans dan sepatu sneaker. Tak lupa, tas punggung yang berisi berbagai kebutuhan nya selama diperjalanan nanti.
Mike tanpa sengaja menangkap pantulan Alisya melalui kaca dapur. Mike menatap kagum untuk kesekian kalinya.
"Ayo sarapan dulu" ajak Mike menaruh sepiring nasi goreng buatan nya, sudah lengkap beserta perintilannya.
Alisya duduk di kursi yang Mike tarik untuk nya lalu mengucapkan terimakasih.
"Kau bangun pagi hanya untuk membuat kan nasi goreng ini?" Alisya menatap Mike yang hanya mengenakan celana pendek dan baju kaos. Pria itu seperti nya juga belum mandi.
Mike menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, akibat terlalu meresapi aroma lavender yang menguar dari tubuh Alisya semalam. Membuat Mike harus bersolo karir di dalam kamar mandi. Namun itu juga tidak membuat nya cepat tidur, berbagai macam khayalan mesumnya seputar bokong montok Alisya yang tanpa sengaja dia sentuh semalam. Otak Mike traveling kemana-mana.
__ADS_1
"Kau suka?" tanya Mike berusaha mengurai kegugupan nya.
"Aromanya enak, aku harap rasanya seenaknya yang tercium oleh hidung ku." Alisya mulai menyendok nasi goreng spesial pakai cinta, eh, hati maksud nya. Setelah mengunyah beberapa saat, Alisya menatap Mike intens. Mike semakin gugup, seakan dirinya kini tengah mengikuti ajang lomba masak tingkat provinsi.
"Ini... enak. Aku suka, ada gunanya juga kau lama menjomblo. Keahlian memasak mu patut di acungi jempol." Mike menjatuhkan rahangnya, mendengar kalimat pujian yang pada akhirnya menjatuhkan nya hingga babak belur.
Mike mulai memakan makanan nya sendiri, pria itu menatap sebal ke arah Alisya yang seolah-olah tak menyadari kesalahannya.
"Aku sudah selesai. Terimakasih banyak, Mike. Untuk semalam juga sarapan nya. Aku mau jalan-jalan dulu, baik-baik lah di villa, aku akan menghubungi tour guide untuk menemani mu berkeliling. Aku khawatir kau akan tersesat dan di adopsi macan kumbang." Ujar Alisya membawa piring kotor nya menuju wastafel. Tanpa tau, jika wajah Mike semakin berlipat akibat ucapan nya yang terkesan meremehkan.
Selesai mencuci piring nya, Alisya berpamitan pada Mike, yang hanya di balas deheman oleh pria itu. Mike menatap punggung kecil Alisya, tak menyangka, jika wanita itu begitu berani menjelajahi alam seorang diri.
Mike bergegas masuk, hari ini dia akan mandi ala burung. Persetan dengan aroma keringat nya nanti, beruntung dia membawa dua botol parfum.
Di tengah hutan, Alisya duduk di batang pohon yang tumbang, wanita itu terlihat kelelahan. Sambil mengusap keringat di kening nya, Alisya menyambi menyeka air matanya juga.
flashback
Alisya terlihat begitu anggun dengan dress yang dia kenakan. Malam ini dirinya akan membuat sedikit kejutan, untuk sang kekasih yang sudah di pacarinya selama 7 tahun ini.
Sesaat setelah mobil nya terparkir rapi di basement apartemen sang kekasih, Alisya sejenak mengatur nafasnya. Wanita itu menoleh ke arah jok belakang, senyum nya mengembang. Ada dua buah paper bag, juga satu kotak sedang berisi kue ulang tahun.
__ADS_1
Setelah memastikan semua barang bawaan nya tidak ada yang tertinggal, Alisya naik ke unit apartemen sang kekasih. Berbekal access card, Alisya tidak perlu repot-repot menghubungi sang kekasih saat dia akan berkunjung ke sana.
Sesampai di pintu apartemen Daru, Alisya menarik nafas panjang. Entah kenapa dirinya menjadi gugup, jelas-jelas jika sang kekasih lah yang sedang berulang tahun.
Suara lock terbuka, menyadarkan lamunan Alisya. Wanita itu masuk dengan sedikit riweh, namun dahinya berkerut hebat. Saat melihat ceceran pakaian di lantai apartemen sang kekasih. Mulai dari sepatu high heels, dress, dan dalam*an seorang wanita. Tidak lupa, pakaian sang kekasih juga ikut bertumpuk di sana. Hati Alisya mendadak panas dingin, samar-samar dari arah Kamar Daru terdengar suara lenguhan bersahutan.
Dengan sedikit ketegaran nya, Alisya berjalan perlahan menuju kamar sang kekasih yang sedikit terbuka.
Mata Alisya melotot sempurna, saat melihat kedua insan yang sedang bergumul di atas tempat tidur. Perlahan tangannya meraih ponsel dari dalam tas, dengan satu tangan nya, Alisya mengatur kamera ke mode video.
Dengan hati yang tak baik-baik saja, Alisya mendorong pelan pintu kamar lalu masuk ke dalam munuju sofa. Kedua insan yang sedang berbagi peluh itu masih belum menyadari kehadiran nya. Alisya menaruh ponsel nya di vas bunga, lalu membuka kotak cake yang dia bawa. Menyalakan lilin nya, lalu mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Gerakan Daru terhenti, wanita yang tengah di tunggangi nya dari arah belakangpun menoleh, keduanya begitu syok. Daru melepaskan penyatuan mereka, lalu bergegas meraih apa saja yang bisa dia gunakan untuk menutupi tubuh naked nya. Si wanita pun meringkuk di bawah selimut tebal dengan tubuh gemetar ketakutan. Apalagi setelah selesai bernyanyi solo, Alisya terlihat mengambil pisau buah diatas meja tersebut.
"Kenapa berhenti sayang?" tanya Alisya dengan wajah polos "lanjutkan saja, aku ingin menikmati cake ini sambil menonton adegan 21+ secara live. Kapan lagi aku bisa menyaksikan nya secara gratis, ya tidak?" lanjut Alisya mulai memotong cake lalu menaruh di dalam piring kecil yang dia bawa.
"Ayo! lanjutkan saja lagi.. Jangan hiraukan aku, anggap saja aku hanya manekin hidup yang kebetulan sedang kelaparan." Ujar Alisya terkekeh hambar. Tangannya terus menyuapi setiap sendok cake ke dalam mulutnya.
"Al..." suara Daru lirih, ditatapnya wanita baik hati yang sudah menemani nya jatuh bangun selama 7 tahun ini. Hatinya berdenyut nyeri, ketegaran yang di perlihatkan oleh kekasihnya tidak lebih, dari sekedar untuk mengalihkan rasa sakit hatinya.
"Ya?" tanya Alisya menatap Daru "kau tidak ingin melanjutkan nya sayang? lanjutkan! aku ingin melihat mu mengerang nikmat saat kau mengalami ejakulasi. Bukankah itu rasanya luar biasa? aku akan coba praktekkan nanti dengan pria ku rasa cocok untuk fantasi se*ks ku." Tukas Alisya tenang, cake nya bahkan sudah habis dari piring nya.
__ADS_1