
Wajah Letty nampak tak suka dengan keputusan Keenan. "Kenapa harus tunggu melahirkan, Ken? apa aku sudah tidak menarik lagi, kalau begitu aku gugurkan saja anak ini agar kembali langsing seperti dulu." Lettycia mulai protes dan menggenggam pisau buah dengan erat.
Keenan terkesiap, dia kecolongan, kenapa juga pisau itu bisa ada di sana.
"Tidak seperti itu Letty, kau masih sama cantik seperti dulu, hanya saja aku tidak ingin khilaf dan menyakiti calon anak kita" bujuk Keenan memegang tangan Letty yang sedang menggenggam pisau buah.
"Aku ingin kau kupaskan buah ini Letty, bisakah" Keenan memohon dengan wajah sendu, Letty pun luluh. Namun sialnya saking dia merasa tertekan dengan keadaan, keenan meneguk habis minuman yang di buat oleh Lettycia.
Kemudian matanya melotot sempurna, selesai sudah batinnya merutuki kebodohan nya.
Setelah buah selesai dipotong, Keenan melahap nya dengan rakus. Untuk mengalihkan pikiran nya yang sudah mulai kehilangan akal.
"Minta air es, Letty aku haus" pinta Keenan berusaha bersikap biasa saja.
Lettycia segera bangun dan menuju dapur wanita itu kembali dengan sebuah botol dan gelas. Keenan segera meraih nya dan meneguk habis isi botol tersebut.
"Kau seperti nya sedang sangat haus keen" Letty berbicara dengan nada sensual ditelinga Keenan satu tangannya dia taruh persis di atas milik Keenan yang sudah mengencang di balik celana jeans yang dia pakai.
"Letty, jangan seperti ini. Aku ingin melakukan nya setelah kita menikah nanti. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti di masa lalu." Keenan memindahkan tangan Lettycia, dia mulai gerah.
"Lettycia, aku harus pulang. Aku tidak ingin istri ku curiga dengan hubungan kita, dan aku pasti susah bertemu dengan mu lagi. Aku pulang ya, jaga dia baik-baik" Keenan menyentuh perut buncit Letty, agar wanita itu yakin pada nya.
Lettycia merengut, "baiklah, tapi janji harus selalu menemuiku." Akhirnya Lettycia mengalah, namun sesampai didepan pintu, wanita itu dengan agresif mencium bibir Keenan dan ******* nya cepat. Keenan terkesiap lalu mendorong bahu Letty sedikit keras hingga wanita itu hampir terjatuh.
"Maaf, harus nya jangan seperti tadi Letty. Aku ingin memulai hubungan baru dengan cara yang benar." Keenan mengelap bibirnya lalu keluar dari apartemen Letty dengan jantung berdebar kencang.
Sesampai nya di mobil Keenan sudah tidak tahan lagi, " sayang, aku sudah tidak kuat lagi. Bantu aku, wanita gila itu memasukkan obat perangsang dalam minuman ku." Ujar Keenan sambil membuka gesper nya, dan mendorong jok kebelakang. Arumi yang paham segera mengikuti instruksi sang suami. Terjadilah pergumulan panas dalam mobil Keenan diparkiran apartemen Lettycia.
"Makasih sayang, apa perut mu tidak sakit?" Keenan mengusap perut istri nya dengan wajah khawatir.
"Tidak, hanya sedikit keram itu tidak apa-apa, ayo kit pulang. aku risih" balas Arumi sambil memperbaiki letak pakaian nya.
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita pulang" Keenan memutar kemudi nya dan mulai meninggalkan apartemen Lettycia.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Tok tok tok
Diana sebal dengan makhluk tak tau waktu yang mengetuk pintu rumahnya. Dengan wajah kusut Diana membuka pintu.
"Ada ap..." ucapan nya menggantung saat melihat siapa yang mengetuk pintu nya.
"Ibu, ada apa ya" ujar Diana ramah. Sangat berbeda dengan Diana yang tadi.
"Saya mau tagihan, ini udah lewat dua hari, saya tunggu di rumah kau tidak ada datang, makanya saya kemari" jelas ibu kontrakan dengan wajah datar.
"Oh, itu.." Diana menggaruk tengkuknya bingung."
"Jadi gimana? saya masih ada keperluan lain" ketus ibu kontrakan mulai galak.
"Saya bayar setengah dulu bagaiamana, sisanya satu Minggu lagi" Diana mulai bernegosiasi.
"Baik bu, tunggu sebentar. Diana masuk lalu merogoh semua dompet, tas dan kantong baju celana nya. Barang kali ada terselip dolar di sana. Setelah hampir 5 menit menunggu Diana yang sibuk mengumpulkan rupiah, dari yang paling kecil hingga yang nominalnya terlihat manusiawi.
"Ini bu, sudah saya hitung" Diana menyerahkan uang nya, membuat wajah ibu kontrakan jadi lebih kusut dari Diana yang tertekan.
Bagaimana tidak, uang Diana lebih banyak recehan itupun sudah seperti koran kusut.
"Makasih" jawab ibu kontrakan ketus " lain kali duitnya di setrika dulu biar mulus" lalu bergegas meninggalkan Diana yang mematung di depan pintu dengan wajah kesal.
"Udah untung aku mau bayar" oceh Diana tak terima.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
__ADS_1
"Jadi gimana? udah kelar?" Tanya Dean menatap Keenan yang sedang mengaduk minumannya.
"Beres, aku udah ada rekaman nya" balas Keenan santai.
"Emang tu perempuan cantik ya, dulu kan kau sampai rela meninggalkan Arumi demi wanita itu." Si mulut lemes mulai angkat suara.
Keenan mendelik tak suka "dia perempuan jelas cantik, kalau laki-laki baru tampan" ketus Keenan ngegas.
"Woii! santai, ngegas aja. Arti nya memang dulu anda terjerat karena tu perempuan cantik kan, tidak usah ngeles, lagian udah lewat. Jatohnya jadi seperti pria brengsek, dapat manis sepah di terlantar kan." Nasihat Jevier mencoba mendamaikan suasana.
Keenan terdiam, dia tidak punya pembelaan. Memang dulu, Letty lah wanita yang selalu memuaskan nya meski tidak sampai melakukan lebih dari making out.
"Udah, ngapain bahas yang sudah lewat. Basi banget, yang namanya laki- laki, nakal wajar, yang penting Keenan tidak sampai menghamili nya. Jadi tidak perlu di perpanjang lagi, yang sekarang mikirin bagaiamana membuat wanita itu enyah dari hidup Keenan." Si muka garang mulai ikut menyumbang nasihat bijak. Dean tidak ingin di saat salah satu dari mereka membutuhkan dukungan, namun malah saling menyalahkan.
"Arumi gimana? tau?" Aldo mengalihkan ketegangan mereka.
"Umi udah tau. Kemarin ke sana juga bareng dia, tapi nunggu nya di mobil. Aman kalau sama dia, cuma jaga perasaan nya aja, apa lagi kondisi nya hamil."
"Udah bagus gitu, Arumi harus tau. Karena kebohongan sekecil apapun, kalau sudah jadi kebiasaan, akan susah di hilangkan." Dean menimpali perkataan Keenan.
"Oya, sorry nih lain jalur. Mau nanya soal lowongan posisi sekretaris yang kemarin kau cari, sudah terisi belum?" Aldo menatap Dean penuh harap.
"Belum, kenapa? ada kandidat? tapi jangan yang penampilan bikin sesak celana, alamat di mutilasi Dewi kalu begitu." Dean bergidik ngeri membayangkan wanita selembut kekasih nya, tapi kalau sekali bicara. Nyawanya serasa berada di ujung tanduk.
"Aman, yang ini soleh mah. Hijaber dia nya" ujar Aldo membanggakan gebetan nya.
"Pacar? atau baru calon pacar?" timpal Jevier menyela.
"Baru kenal dua bulan sih" Aldo cengengesan.
"Kirain" sungut Jevier.
__ADS_1
"Di perusahaan aku juga lagi butuh, tapi bukan sekretaris sih. Kalau mau, bagian akunting. Aku kasih rekomendasi" sela Al memberikan pilihan.
"Nanti aku tanya dulu deh, enak nya di mana" putus Aldo, agar calon gebetan nya memilih sendiri yang sesuai kriteria nya.