Maaf, Untuk Lukamu!

Maaf, Untuk Lukamu!
Kejutan


__ADS_3

Mike terlihat gagah dengan pakaian kasual yang melekat di tubuhnya. Pria itu tengah melakukan ceck-in dibandara Soekarno Hatta menuju bandara Domine Eduard Osok, Sorong. Paket lengkap liburan yang di tawarkan oleh pasangan suami-istri paling absurd di mata Mike. Keduanya memiliki selera humor yang ekstrim, namun memiliki sifat yang bertolak belakang. Tapi meski begitu, kedua adalah pasangan yang luar biasa, karena bisa menyatukan dua sisi berlawanan menjadi sebuah keharmonisan. Jujur Mike mengagumi nya.


Brukk


Koper Mike terseret beberapa meter, begitu juga dengan koper seorang wanita yang bertabrakan dengan koper Mike.


"Kau punya mata tidak?" seru Alisya kesal, selain kopernya yang terlempar, bokong nya juga harus menahan rasa sakit akibat benturan keras ubin bandara tersebut. Belum lagi rasa malu yang harus di tanggung nya melebihi rasa sakit di bokong nya.


"Maaf? bukan anda yang menabrak koper saya duluan, lalu kenapa saya yang jadi salah?" Balas Mike tak terima.


"Harusnya kau berjalan lebih ke tepi jika langkahmu selemot siput. Agar orang lain punya ruang gerak yang cukup untuk lewat." Alisya ngotot tak ingin disalahkan.


"Awas saja jika barang ku ada yang rusak didalamnya, akan ku kubur kau hidup-hidup!" Alisya menunjukkan jari telunjuk ke wajah Mike kemudian meraih kopernya, yang dia ambil oleh seseorang yang kebetulan melintas, dan membantu nya mengambil kan kopernya yang terseret.


Mike melongo mendengar kalimat ancaman juga telunjuk lentik yang di arahkan padanya. Dasar wanita gila pikirnya, kemudian meraih kopernya yang entah siapa menaruh nya tepat di samping kaki kanan Mike.


"Awas saja jika aku bertemu lagi dengan nya, akan ku buat dia menyesal telah berani mengancam ku tadi." Sungut Mike berjalan menuju gate pesawat tanpa tau jika koper yang dia bawa bukanlah miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Umi, kita hari ini mau kemana sih sebenarnya? tumbenan abi ngajak jalan-jalan, biasanya juga sibuk sama kerjaan kantor." Celoteh Elsye yang sedang mengepak beberapa barang bawaan miliknya ke dalam tas ransel.


"Abi bukan nya sibuk, abi hanya bingung mau ajak kalian jalan, kalau saban libur kalian selalu meminta ijin terlebih dahulu untuk pergi bersama uncle Mike. Abi sedih, makanya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja agar pikiran nya teralihkan." Jelas Arumi perlahan agar putri nya mengerti. Keenan selalu nampak murung saat anak-anak nya lebih memilih menghabiskan waktu libur bersama Mike, ketimbang dirinya. Namun menolak, dia tidak ingin mengecewakan anak-anaknya. Jadi, biarlah dia yang mengalah walau hatinya tidaklah baik-baik saja.


Elsye tercenung mendengar penuturan sang ibu, begitu kah pikir nya? Elsye menatap sang ayah yang terlihat bersemangat mengangkat apa saja yang mereka bawa ke dalam mobil. Senyum Keenan terus merekah tiada henti. Hati kecil Elsye tersentil, dia dan adiknya telah tanpa sengaja menyakiti hati sang ayah. Namun pria itu bahkan tidak mengatakan apapun untuk protes.

__ADS_1


Elsye bergegas dengan tas nya lalu menyampirnya di bahu, gadis remaja itu menuju sang ayah yang sedang menghitung bawaan mereka.


"Bi? udah lengkap semua belum?" tanya Elsye basa basi.


"Kaya nya sudah. Bentar, abi mau cek ke dalam dulu, masuk lah, ambil tempat duduk paling nyaman untuk mu." Keenan mengelus pelan rambut sang anak kemudian berlari kecil menuju ke dalam rumah.


Hati Elsye berdesir hebat, air mata nya menggelincir tanpa permisi. Segera dia mengusap sudut matanya dan masuk ke dalam mobil. Rupanya Keenan sudah menyiapkan segalanya dengan sedemikian rupa. Ada bantal kepala masing-masing untuk anak-anak nya, lagi-lagi Elsye tersentuh oleh semua yang Keenan lakukan demi menyenangkan hati mereka semua.


"Maaf, bi. Teteh janji, akan selalu menghargai setiap hal kecil yang abi lakukan mulai sekarang. Elsye sayang abi" ucap remaja itu lirih. Ditatapnya Keenan yang sedang menggendong kedua adik nya menuju mobil. Bahkan tangannya yang penuh, tetap berusaha menggapai sang istri dengan maksud agar istri nya tidak tersandung atau apapun itu.


"Sudah pada siap? sabuk pengaman udah? tidak ada yang ketinggalan kan, coba di cek dulu bawaan nya masing-masing. Egy gimana, tablet nya udah?" Keenan mengabsen semua barang bawaan anak-anak nya, takut saja ada yang tertinggal.


"Sudah bi, cuss! lets go!" seru ketiga anak Keenan dengan suara riang.


"Asyiaap!" Keenan terlihat begitu bahagia, bagaimana tidak, ini adalah momen pertama nya bisa berlibur bersama keluarga kecilnya. Karena Elsye dan Eiden lebih memilih menghabiskan waktu libur mereka bersama Mike.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mike membuka lock ponsel nya, "Aku harap kau menikmati penerbangan mu, juga villa beserta segala isinya!" Kening Mike mengerut dalam. Perasaan nya mulai tak enak, mengingat bagaimana terakhir kali, dirinya di kerjai habis-habisan oleh direktur gabut tersebut. Bolehkah Mike merasa curiga sekarang?


"Aku harap anda tidak menyiapkan kejutan lain untuk ku, dokter Keyra yang terhormat 🥲" Mike mengetik kan pesan balasan pada direktur menyebalkan itu, dengan emoji yang mewakili perasaan cemas nya.


"Tenang saja, Mike! kau hanya cukup mempersiapkan jantung mu dengan baik, bersenang-senang lah!😘" Mike speechless membaca pesan balasan dari Keyra, bolehkah jika dirinya merasa GR. Segera Mike menggeleng kan kepalanya, dia tidak ingin menjadi korban kejahilan sang direktur untuk ke sekian kalinya.


"Terimakasih atas kemurahan hati anda, bu direktur 🙏🤗" Mike memasukkan ponselnya ke saku jaketnya. Lalu keluar dari bandara menuju lobi, mobil jemputan nya ternyata sudah siap menunggu.

__ADS_1


Namun yang membuat Mike hampir terkena serangan jantung, adalah wanita yang tengah duduk santai di jok depan. Dengan earphone ditelinga nya. Bukankah itu wanita yang kopernya bertabrakan dengan Mike di bandara Sebelum nya? kini kecemasan nya semakin menjadi-jadi.


"Kemarikan koper anda tuan, saya akan menaruh nya di bagasi." Suara ramah sang sopir membuat atensi Mike teralihkan.


"Eh? maaf, bolehkah aku bertanya terlebih dahulu, pak?" ujar Mike ragu-ragu.


"Silahkan tuan" balas sang sopir tersenyum ramah, dia tau kemana arah pertanyaan Mike. Namun mencoba untuk mendengar kan langsung akan lebih sopan.


"Itu? kenapa dia ada di mobil yang sama dengan ku? maksud ku, apakah ini semacam mobil angkutan para wisatawan atau bagaimana?" Ujar Mike berusaha menjelaskan situasi yang membuat nya kebingungan.


"Bukan tuan, ini jemputan pribadi. Nona yang di depan itu memiliki tujuan yang sama dengan anda. Makanya sekarang beliau ada di mobil ini juga" jelas sang sopir memberikan jawaban atas kekepoan jiwa Mike yang meronta tak terima.


"Bagaimana bisa?" pertanyaan Mike membuat dahi sang sopir berkerut bingung. Apanya yang bagaimana bisa, pikirnya?


"Saya mendapat perintah untuk menjemput dua wisatawan atas nama Mike dan Alisya. Apakah benar begitu, tuan?" tanya sang sopir berusaha mempertegas keadaan yang ada.


Mulut Mike menganga, kini dia mengerti arti mempersiapkan jantung nya dengan baik. Dokter itu benar-benar melempar ke dasar danau bertubi-tubi, dan bodohnya dia sama sekali tidak mempersiapkan pelampung untuk sekedar menyelamatkan diri.


Mike mendesah pasrah, lalu naik ke dalam mobil dengan wajah tak bersahabat. Di tatapnya wanita yang seperti nya sedang tertidur lelap didepannya.


"Cantik" puji Mike tanpa sadar.


"Ya tuan?" sopir yang tanpa sengaja mendengar ujung kata Mike bertanya bingung.


Mike gelabakan sendiri, pria itu menggelang pelan untuk menutupi kegugupannya.

__ADS_1


"Bisa jalan sekarang pak? saya sedikit lelah" ujar Mike untuk mengalihkan situasi canggung tersebut.


"Siap tuan, kencang kan sabuk pengaman anda" ucap sang sopir tersenyum misterius. Mike mulai kembali merasakan perasaan yang tak nyaman. Dia harap sopir ini bisa bersikap netral, belum apa-apa kinerja jantung nya sudah di gas lebih dari separuh.


__ADS_2